Kamis, 03 September 2020

4 Ciri Pasangan yang Jago Bercinta

 Seseorang dikatakan jago dalam urusan ranjang ketika pasangannya selalu terpuaskan. Nah bagaimana cara memuaskan pasangan dan apa tandanya hal itu sudah tercapai?
Tentu ada banyak pendapat soal itu. Namun pada umumnya, seseorang yang selalu terpuaskan akan bisa menilai apakah pasangannya sungguh-sungguh mahir dalam urusan percintaan.

Beberapa ciri seseorang yang jago bercinta adalah sebagai berikut, dikutip dari Bustle:

1. Pasangan tidak jijik
Ketika melakukan hubungan intim, tentu ada banyak hal menjijikkan. Entah bau, suara, atau kecelakaan kecil yang seringkali membuat kamu dan pasangan merasa panik. Akan tetapi penelitian menemukan bahwa wanita yang sedang terangsang, cenderung tidak merasa jijik saat tengah melakukan hubungan seksual.

2. Komunikatif
Sebuah studi tahun 2011 menemukan bahwa mereka yang berkomunikasi tentang seks, memiliki kehidupan seksual yang lebih baik daripada sama sekali tidak membicarakannya. Bukan melulu terlibat dalam pembicaraan kotor, melainkan kamu bisa memberikan masukan dan arahan kepada pasangan, mengenai kehidupan bercinta yang jauh lebih baik.

3. Sering menciptakan variasi
Faktor yang membuat Anda jago di ranjang adalah tak pernah ragu untuk mencoba hal-hal baru menyangkut posisi maupun mainan seks. Tak peduli betapa konyol kostum atau mainan yang digunakan dalam bercinta, yang terpenting Anda menikmatinya dengan pasangan.

4. Tak takut bercinta dengan lampu menyala
Dalam survei tahun 2011 oleh perusahaan sex toys milik Adam&Eve, hanya 10 persen dari mereka yang disurvei tetap menyalakan lampu saat berhubungan seks. Padahal menyalakan lampu saat bercinta adalah bukti dari kepercayaan diri seseorang akan tubuhnya dan kemampuannya di atas ranjang.

Achmad Yurianto: TBC di Indonesia Urutan ke-3 Dunia Setelah China-India

Jumlah pengidap TBC di Indonesia menempati urutan ketiga dunia setelah China dan India. Selain jumlah penduduk cukup banyak, perilaku dan kesadaran masyarakat dalam pencegahan penyakit ini masih kurang.
Achmad Yurianto, Dirjen Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Kemenkes RI mengungkapkan hal itu dalam acara Pertemuan Advokasi Desa Siaga TBC di Pendopo Brebes, Kamis (2/9/2020) siang.

Jumlah pengidap TBC di Indonesia, kata Yuri, sebanyak 840 ribu orang. Jumlah itu berdasarkan prediksi pihak Kemenkes terhadap kasus yang ada. Sementara jumlah pengidap yang berhasil di-notifikasi baru mencapai 550 ribu orang.

"Kalau di Indonesia angkanya 840 ribu orang, itu prediksi kita dari kasus yang ada. Tapi yang bisa di-notifikasi baru 550 ribu. Artinya masih banyak kasus yang belum ditemukan. Kalau belum diobati bisa menjadi sumber penularan di masyarakat. Ini yang kita kejar," ungkap Yuri.

Dengan tingginya jumlah TBC ini, Indonesia kata Achmad Yurianto, menempati urutan ke tiga setelah China dan India. Tiga negara ini memiliki kesamaan dalam masalah jumlah penduduk.

"Kita ini menempati urutan ke tiga loh, setelah China dan India. Kondisi ini bisa terjadi karena jumlah penduduk memang banyak, sehingga cepat terjadi penularan dari orang ke orang. Kesadaran tentang TBC juga belum terbangun di masyarakat kita. Tapi yang jelas, ini tidak boleh disepelekan seolah tidak terjadi apa apa," bebernya.

Dirjen P2P menambahkan, perlu perubahan perilaku dan kepedulian masyarakat dalam menanggulangi penyebaran TBC. Salah satunya dengan melalui prorgam Desa Siaga TBC.

"Kita menyasar desa untuk siaga pencegahan TBC. Kita tahu perubahan perilaku sebagai kunci pencegahan. Ini penting termasuk peran masyarakat atau komunitas untuk mensukseskan pengobatan TBC," sambung dia.

Atas dasar tingginya jumlah penderita TBC inilah, Kemenkes atas perintah presiden berupaya keras menuntaskan kasus ini pada tahun 2030.

"Presiden perintahkan kita agar kasus TBC bisa segera diselesaikan dan kita ditargetkan selesai 2030. Artinya kita punya waktu cuma sebentar saja," tandas Ahmad Yurianto.
https://indomovie28.net/veteran/

Antivirus Corona Saat Ini Hanya Masker dan Protokol Kesehatan

Di tengah pandemi virus Corona COVID-19, berbagai hal diklaim bisa jadi obat atau antivirus. Hal ini disebut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berbahaya karena berpotensi membuat lengah hingga akhirnya warga tidak menerapkan protokol kesehatan.
Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Peningkatan Sumber Daya Manusia Kesehatan, dr Mariya Mubarika, menjelaskan padahal saat ini hanya masker dan protokol kesehatan saja yang benar-benar bisa disebut sebagai antivirus.

"Banyak spekulasi dari awal pandemi ini yang malah mengganggu atau menghambat bahkan membingungkan arah pengendalian pandemi jadi tidak benar. Yang terpenting kita berjalan mengikuti sains yang benar," kata dr Mariya pada acara kampanye Disiplin Pakai Masker di kawasan Jababeka, Rabu (2/9/2020).

"Contohnya sekarang banyak sekali kiat anticovid dengan segala macam. Katanya pake ini-itulah. Padahal belum ada bukti ilmiah yang menjamin. Hal-hal yang terbukti menjamin untuk kita terhindar dari COVID malah tidak dijalankan," lanjutnya.

Memang beberapa waktu yang lalu sempat heboh berbagai macam klaim soal antivirus Corona. Mulai dari kalung eucalyptus hingga ramuan herbal untuk antibodi.

Badan Pengelola Obat dan Makanan (BPOM) kala itu menegaskan belum ada terapi atau obat Corona yang mendapat izin karena sekali lagi belum terbukti secara ilmiah.

"Sebenarnya sederhana sekali kalau kita lihat dari website WHO, bahwa penggunaan masker inilah anticovid yang sebenarnya. Protokol kesehatan adalah anticovid yang sudah terbukti ilmiah," pungkas dr Mariya.

4 Ciri Pasangan yang Jago Bercinta

 Seseorang dikatakan jago dalam urusan ranjang ketika pasangannya selalu terpuaskan. Nah bagaimana cara memuaskan pasangan dan apa tandanya hal itu sudah tercapai?
Tentu ada banyak pendapat soal itu. Namun pada umumnya, seseorang yang selalu terpuaskan akan bisa menilai apakah pasangannya sungguh-sungguh mahir dalam urusan percintaan.

Beberapa ciri seseorang yang jago bercinta adalah sebagai berikut, dikutip dari Bustle:

1. Pasangan tidak jijik
Ketika melakukan hubungan intim, tentu ada banyak hal menjijikkan. Entah bau, suara, atau kecelakaan kecil yang seringkali membuat kamu dan pasangan merasa panik. Akan tetapi penelitian menemukan bahwa wanita yang sedang terangsang, cenderung tidak merasa jijik saat tengah melakukan hubungan seksual.

2. Komunikatif
Sebuah studi tahun 2011 menemukan bahwa mereka yang berkomunikasi tentang seks, memiliki kehidupan seksual yang lebih baik daripada sama sekali tidak membicarakannya. Bukan melulu terlibat dalam pembicaraan kotor, melainkan kamu bisa memberikan masukan dan arahan kepada pasangan, mengenai kehidupan bercinta yang jauh lebih baik.

3. Sering menciptakan variasi
Faktor yang membuat Anda jago di ranjang adalah tak pernah ragu untuk mencoba hal-hal baru menyangkut posisi maupun mainan seks. Tak peduli betapa konyol kostum atau mainan yang digunakan dalam bercinta, yang terpenting Anda menikmatinya dengan pasangan.

4. Tak takut bercinta dengan lampu menyala
Dalam survei tahun 2011 oleh perusahaan sex toys milik Adam&Eve, hanya 10 persen dari mereka yang disurvei tetap menyalakan lampu saat berhubungan seks. Padahal menyalakan lampu saat bercinta adalah bukti dari kepercayaan diri seseorang akan tubuhnya dan kemampuannya di atas ranjang.
https://indomovie28.net/a-sexy-night-on-jeju-island-2/