Kamis, 03 September 2020

Arti Anjay dan Dampak Psikisnya Terhadap Perilaku Bullying

Kata anjay masih menjadi salah satu topik yang dibicarakan masyarakat dan muncul di Google Trend pada Rabu (2/9/2020). Anjay sempat viral, menjadi trends di Twitter, dan mendapat tanggapan dari ahli bahasa, psikolog, serta lembaga perlindungan anak.
Pegiat Bahasa Indonesia Ivan Lanin melalui akun Twitter @ivanlanin sempat menyinggung anjay yang sedang dibicarakan warganet. Dia menulis dua kalimat yang punya makna berbeda, dengan salah satunya menyertakan kata anjay.

"Pilih mana? 1. Anjay, keren, euy! 2. Maaf, dengan segala hormat, bolehkah saya bersetubuh dengan pasanganmu?" tulis Ivan Lanin.

Di Tweet berikutnya, Ivan Lanin menyertakan tulisan yang diupload pada 2017 terkait kata. Menurut Ivan, suatu kata sebetulnya tidak memihak atau netral.

"Kata itu netral. Tafsir manusia membuatnya memihak," tulis Ivan Lanin yang juga mengupload link tulisan daring tentang politeness theory.

Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) dalam rilis yang diupload di Instagram menyatakan, penggunaan kata anjay harus dipertimbangkan dengan berbagai sudut pandang. Anjay ditulis dapat diartikan dengan sebutan dari salah satu binatang.

Penggunaan kata anjay jangan sampai menimbulkan ketersinggungan, sakit hati, dan merugikan. Anjay bisa menjadi bentuk kekerasan verbal jika digunakan untuk merendahkan martabat seseorang, yang merupakan salah satu bentuk bullying. "Bentuk kekerasan atau bullying dapat dipidana sesuai dengan Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak," tulis Komnas PA.

Dengan beragam makna yang mungkin muncul, perspektif penggunaan anjay harus dipertimbangkan kembali. Apalagi istilah anjay kerap digunakan di media sosial dan anak-anak. Komnas PA menyarankan untuk tidak lagi menggunakan anjay untuk mencegah munculnya kekerasan verbal dan perbuatan yang merendahkan seseorang.

Kata anjay memang bisa saja punya pengaruh pada kesehatan mental, ujar psikolog sekaligus konselor Nuzulia Rahma Tristinarum. Terutama dalam kondisi penggunaannya bertujuan membully orang lain.

"Jika kata tersebut ditujukan untuk mencela, merendahkan, menghina atau membully orang lain. Ini bisa berdampak pada kesehatan mental jika orang yang menerima kata anjay mempersepsikan negatif pada kata tersebut," jelas Rahma saat dihubungi detikcom Senin (31/8/2020).

Namun lebih jauh Rahma menjelaskan anjay merupakan kata yang belum punya definisi dalam kamus Bahasa Indonesia. Karena itu anjay bisa saja diinterpretasi dalam berbagai makna yang berbeda-beda.

"Tergantung situasi, kondisi, tujuan penggunaan kata dan tergantung persepsi orang yang mendengar dan menerimanya," kata Rahma.

Dalam tulisan yang berjudul Faktor yang Mempengaruhi Remaja Dalam Melakukan Bullying dari Universitas Padjadjaran (Unpad), bullying adalah tindakan penggunaan kekerasan untuk menyakiti satu atau sekelompok orang. Tindakan yang bisa dilakukan secara verbal, fisik, dan psikologis ini mengakibatkan korban merasa tertekan, trauma, dan tidak berdaya.

Tulisan yang dibuat Ela Zain Zakiyah, dkk, dari Departemen Kesejahteraan Sosial FISIP Unpad ini menyatakan, remaja yang menjadi korban bullying lebih berisiko mengalami masalah kesehatan fisik dan mental. Bullying yang terjadi pada anak mengakibatkan munculnya depresi, kegelisahan, dan masalah tidur.

Efek bullying pada anak bisa terbawa hingga dewasa dengan munculnya keluhan kesehatan fisik. Keluhan meliputi sakit kepala, sakit perut dan ketegangan otot, rasa tidak aman saat berada di lingkungan sekolah, dan penurunan semangat belajar serta prestasi akademis.
https://indomovie28.net/pixels/

Sakit Kepala Sebelah Kiri, Apa Sih Penyebabnya?

 Sakit kepala adalah penyakit umum yang sering terjadi. Anda bisa merasakan sakit kepala di salah satu seperti sebelah kiri atau kanan ataupun kedua sisi kepala Anda. Sakit kepala bisa datang secara perlahan atau tiba-tiba. Terkadang rasa sakit menjalar ke leher, gigi atau di belakang mata.
Umumnya sakit kepala dapat diobati dengan obat-obatan. Nyeri biasanya akan mereda dalam beberapa jam dan tidak perlu dikhawatirkan. Tetapi jika rasa sakit yang hebat pada satu sisi kepala atau rasa sakit tidak kunjung hilang Anda patut waspada. Ini bisa menjadi tanda adanya penyakit yang lebih serius.

Apa Penyebab Sakit Kepala Sebelah Kiri?
Penyebab sakit kepala sebelah kiri disebabkan dari faktor gaya hidup seperti melewatkan makan hingga mengonsumsi obat secara berlebihan. Berikut ini beberapa faktor dari gaya hidup yang bisa memicu sakit kepala sebelah kiri:

1. Alkohol

Bir, anggur dan minuman beralkohol lainnya mengandung etanol, bahan kimia yang memicu sakit kepala dengan melebarkan pembuluh darah.

2. Melewatkan makan

Otak Anda membutuhkan gula (glukosa) dari makanan agar berfungsi secara optimal. Saat Anda tidak makan, kadar gula darah Anda turun. Ini disebut hipoglikemia. Sakit kepala adalah salah satu gejalanya.

3. Stres

Saat Anda sedang stres, tubuh Anda melepaskan bahan kimia "lawan atau lari". Bahan kimia ini mengencangkan otot dan mengubah aliran darah, yang keduanya dapat menyebabkan sakit kepala sebelah kiri atau kanan.

4. Makanan

Makanan tertentu diketahui menyebabkan sakit kepala, terutama yang mengandung pengawet. Pemicu makanan yang umum termasuk keju tua, anggur merah, kacang-kacangan dan daging olahan lain seperti sosis atau hot dog.

5. Kurang tidur

Sakit kepala sebelah kiri sampai ke mata bisa saja disebabkan karena kurang tidur. Insomnia dapat memicu sakit kepala. Begitu Anda mengalami sakit kepala, rasa sakit itu juga bisa membuat Anda sulit tidur di malam hari. Orang dengan gangguan tidur seperti apnea tidur obstruktif lebih cenderung mengalami sakit kepala, sebagian karena tidurnya terganggu.

6. Infeksi dan alergi

Sakit kepala seringkali merupakan gejala dari infeksi saluran pernapasan seperti pilek atau flu. Demam dan saluran sinus kepala melalui penyumbatan di sinus yang menyebabkan nyeri dan tekanan di belakang dagu dan tulang pipi.

Infeksi serius seperti ensefalitis dan meningitis menyebabkan sakit kepala yang lebih hebat. Penyakit ini juga menimbulkan gejala seperti kejang, demam tinggi dan leher kaku.

7. Pengobatan Berlebihan

Penggunaan obat sakit kepala dalam jangka panjang juga dapat memicu sakit kepala. Sakit kepala jenis ini disebut sakit kepala akibat konsumsi obat yang berlebihan. Obat-obatan yang umum digunakan dalam waktu panjang ini seperti aspirin, acetaminophen, dan ibuprofen. Biasanya penggunaan obat jangka panjang ini dilakukan orang yang menderita migrain.

Dilansir Mayo Clinic, obat pereda nyeri bisa membantu meringankan sakit kepala yang datang sesekali. Namun jika digunakan berhari-hari dalam seminggu justru akan memicu sakit kepala baik sakit kepala sebelah kiri atau kanan karena penggunaan yang berlebihan.
https://indomovie28.net/port-of-call/