Rabu, 09 September 2020

Tembus 200 Ribu Kasus, Ini Kilas Balik 7 Bulan COVID-19 di Indonesia

 Jumlah kasus terkonfirmasi positif virus Corona COVID-19 di Indonesia akhirnya tembus angka 200 ribu di bulan ketujuh. Terjadi penambahan 3.046 kasus positif pada Selasa (8/9/2020) sehingga total menjadi 200.035 kasus.
Sementara itu, jumlah pasien sembuh bertambah 2.306 kasus menjadi 142.958 kasus, dan pasien meninggal bertambah 100 kasus menjadi 8.100 kasus.

Berdasarkan data yang dihimpun Worldometers, Indonesia saat ini berada di urutan ke-23 negara dengan jumlah kasus COVID-19 terbanyak di dunia, dan urutan ke-9 di Asia. Dari jumlah kematian, Indonesia menempati urutan ke-20 di dunia dan urutan ke-3 di Asia.

Dikutip dari covid19.go.id, peta sebaran COVID-19 menunjukkan bahwa Indonesia mengkonfirmasi 2 kasus pertama pada 2 Maret 2020. Perkembangan kasus sejak saat itu terangkum sebagai berikut:

2 Maret 2020: Dua kasus pertama yang terkonfirmasi
Positif 2
Sembuh 0
Meninggal 0

25 Juni 2020: Tembus 50 ribu kasus
Positif 50.185
Sembuh 20.449
Meninggal 2.620

27 Juli 2020: Tembus 100 ribu kasus
Positif 100.303
Sembuh 52.164
Meninggal 4.838

22 Agustus 2020: Tembus 150 ribu kasus
Positif 151.498
Sembuh 105.195
Meninggal 6.594

8 September 2020: Tembus 200 ribu kasus
Positif 200.035
Sembuh 142.958
Meninggal 8.230

Sering Diabaikan, 5 Hal Sederhana Ini Bisa Bikin Mr P Loyo

Pada dasarnya, kondisi penis yang tidak mampu ereksi akan menyebabkan kekhawatiran bagi pria. Kondisi penis loyo ini biasa dikenal dengan disfungsi ereksi.
Berbagai macam hal bisa menyebabkan disfungsi ereksi, mulai karena bertambahnya usia hingga kebiasaan-kebiasaan sederhana yang sering dilakukan.

Mau tahu apa saja kebiasaan yang bisa memicu disfungsi ereksi? Berikut 5 hal sederhana yang bikin penis menjadi loyo seperti dikutip dari berbagai sumber:

1. Tidak banyak bergerak
Malas bergerak tidak hanya membuat badan gendut, tetapi juga memengaruhi kesehatan penis. Sebuah penelitian menunjukkan pria yang rajin berolahraga dan aktif secara teratur memiliki tingkat fungsi seksual yang lebih baik.

Sedangkan, pria yang malas bergerak atau jarang berolahraga memiliki tingkat fungsi seksual yang rendah, seperti risiko terkena disfungsi ereksi.

Beberapa ahli menyebut ini berkaitan dengan lancarnya peredaran darah di area penis. Olahraga disebut dapat menjaga kesehatan pembuluh darah, sehingga darah bisa lebih baik mengalir.

2. Terlalu banyak merokok
Bagi Anda yang memiliki kebiasaan merokok aktif, sebaiknya dikurangi. Hal ini karena terlalu banyak merokok dapat mengganggu kesehatan pada penis. Sebuah studi yang diterbitkan British Journal of Urology menemukan 75 persen pria tidak merokok bisa memiliki fungsi penis yang lebih baik, seperti ereksi lebih tahan lama dan cepat terangsang, dibandingkan pria perokok.

3. Kebersihan gigi buruk
Kebersihan gigi dengan kesehatan penis sekilas mungkin terlihat tidak ada hubungannya. Namun, faktanya penyakit gusi tujuh kali lebih sering terjadi pada pria yang mengalami disfungsi ereksi. Hal ini karena bakteri di mulut dapat menyebar ke seluruh tubuh dan mempengaruhi pembuluh darah di penis.

4. Kurang tidur
Saat Anda kurang tidur, kadar testosteron (hormon yang mempengaruhi libido) menjadi turun. Hal ini menyebabkan tubuh menjadi mudah lelah dan mempengaruhi kerja otot, termasuk otot-otot pada penis. Sehingga, penis menjadi loyo dan sulit ereksi.

5. Terlalu banyak makan junk food
Mengkonsumsi junk food secara rutin memang berdampak buruk bagi kesehatan. Sebuah studi Harvard pada 2011, menemukan bahwa pria yang sering mengkonsumsi junk food memiliki kualitas sperma yang buruk dan sulit untuk ereksi saat bercinta.
https://indomovie28.net/the-fits/

Penyebab dan Ciri-ciri Gagal Ginjal yang Harus Diketahui

 Gagal ginjal adalah penyakit ketika ginjal Anda tiba-tiba tidak dapat menyaring produk limbah dari darah Anda. Ketika ginjal Anda kehilangan kemampuan penyaringannya, tingkat limbah berbahaya dapat menumpuk.
Seperti dikutip dari artikel Situasi Penyakit Ginjal Kronis yang diterbitkan Kementerian Kesehatan RI, ginjal memiliki setumpuk fungsi penting bagi tubuh manusia. Diantaranya menjaga komposisi darah dengan mencegah menumpuknya limbah dan mengendalikan keseimbangan cairan dalam tubuh.

Selain itu organ yang disebut juga dengan "buah pinggang" ini punya peran menjaga level elektrolit seperti sodium, potasium dan fosfat tetap stabil, memproduksi hormon dan enzim yang membantu dalam mengendalikan tekanan darah, membuat sel darah merah dan menjaga tulang tetap kuat.

Nah jika limbah menumpuk akan dapat menyebabkan susunan kimiawi darah Anda mungkin tidak seimbang. Perlu diketahui, penyakit ginjal kronis awalnya tidak menunjukkan tanda dan gejala. Namun kemudian dapat berjalan progresif menjadi gagal ginjal.

Karena berlangsung bertahap penyakit ginjal sebenarnya bisa dicegah dan ditanggulangi. Paling tidak kemungkinan untuk mendapatkan terapi yang efektif akan lebih besar jika diketahui lebih awal.

Dilansir Mayoclinic, penyebab gagal ginjal:
Gagal ginjal terjadi jika Anda memiliki kondisi yang memperlambat aliran darah ke ginjal. Selain itu Anda mengalami kerusakan langsung pada ginjal. Penyebab lainnya yakni saluran pembuangan urine (ureter) ginjal Anda tersumbat dan limbah tidak dapat keluar dari tubuh Anda melalui urine Anda.

Penyakit dan kondisi yang dapat memperlambat aliran darah ke ginjal dan menyebabkan cedera ginjal meliputi:

-Kehilangan darah atau cairan
-Obat tekanan darah
-Serangan jantung
-Penyakit jantung
-Infeksi
-Gagal hati
-Penggunaan aspirin, ibuprofen, naproxen sodium, atau obat-obatan terkait
-Reaksi alergi parah
-Luka bakar parah
-Dehidrasi berat
-Diabetes

Ciri-ciri dan gejala gagal ginjal seperti dikutip dari Mayoclinic:

a. Output urine menurun, meskipun kadang-kadang output urine tetap normal
b. Retensi cairan, menyebabkan pembengkakan di tungkai, pergelangan kaki atau kaki Anda
c. Sesak napas
d. Kelelahan
e. Kebingungan
f. Mual
g. Detak jantung tidak teratur
h. Nyeri atau tekanan dada
i. Kejang atau koma pada kasus yang parah

Gagal ginjal seringkali sulit diprediksi atau dicegah. Tetapi Anda dapat mengurangi risiko dengan merawat ginjal Anda. Bagaimana caranya? Perhatikan label saat mengonsumsi obat nyeri. Ikuti petunjuk untuk obat nyeri yang dijual bebas, seperti aspirin, acetaminophen, ibuprofen, dan naproxen sodium. Mengonsumsi terlalu banyak obat itu dapat meningkatkan risiko cedera ginjal. Apalagi jika Anda sudah menderita penyakit ginjal, diabetes, atau tekanan darah tinggi.

Ikuti saran dokter Anda untuk menjaga ginjal dan kondisi kronis lainnya. Jika Anda memiliki penyakit ginjal atau kondisi lain yang meningkatkan risiko gagal ginjal akut, seperti diabetes atau tekanan darah tinggi, tetap ikuti pengobatan dan ikuti rekomendasi dokter untuk menangani kondisi Anda. Lakukan gaya hidup sehat sebagai prioritas. Makan makanan yang sehat dan seimbang, serta jangan minum alkohol.
https://indomovie28.net/line-walker-2-invisible-spy/