Rabu, 28 Oktober 2020

Ditangguhkan di Singapura Menyusul Kasus Korsel, Vaksin Flu Aman?

 Sudah 59 warga Korea Selatan dilaporkan meninggal dunia usai suntik vaksin flu. Laporan meninggal yang terus bertambah memicu kekhawatiran terkait keamanan vaksin meski pemerintah menegaskan tidak ada kaitan dengan keamanan vaksin.

Korea Selatan memastikan kematian warga Korsel usai suntik yang terus bertambah tak ada kaitannya dengan vaksin. Program vaksinasi flu di tengah pandemi semata-mata dilakukan demi mencegah sistem kesehatan yang berisiko terdampak saat menangani kasus flu dan COVID-19.


Sementara itu, Singapura menangguhkan 2 merek vaksin flu sebagai upaya kewaspadaan. Keduanya adalah SKYCellflu Quadrivalent dari AJ Biologics dan VaxigripTetra dari Sanofi.


Sebenarnya, amankah vaksin flu digunakan?

Eks Direktur Penyakit Menular WHO South-East Asia Region, Prof dr Tjandra Yoga Aditama, menegaskan vaksin flu masih aman digunakan. Ia meyakini tak ada masalah yang berarti yang berisiko disebabkan oleh vaksinasi flu.


"Kalau saya bilang iya (masih aman). Karena dia sudah lama digunakan, sejauh ini tidak ada masalah yang berarti," jelasnya saat dihubungi detikcom, Senin (26/10/2020).


"Makanya yang penting sekarang ini kita menunggu hasil sekian orang yang meninggal di Korea itu. Saya kira mereka tidak akan terlalu lama memberikan hasil analisanya," jelasnya.


Perlukah dihentikan dulu?

Menurut Prof Tjandra, memang perlu ada kehati-hatian menanggapi kasus ini. Ia juga menyoroti Singapura yang memilih untuk menangguhkan vaksinasi flu.


"Kita nggak punya datanya juga meninggalnya karena apa, jadi kita nggak bisa cepat mengambil judgement. Tapi kalau mau berhati-hati, seperti Singapura, sambil menunggu penelitian, ya dihentikan dulu saja vaksin merek itu," kata Prof Tjandra.


Dari sekian warga yang meninggal, ada yang teridentifikasi meninggal karena jantung. Apakah kondisi kesehatan yang melatarbelakangi seseorang berisiko bahaya saat divaksin?


"Vaksin flu ini kan diberikan sudah lama dan orang yang punya penyakit penyerta juga sudah diberikan untuk mencegah mereka yang punya penyakit berat supaya nggak kena flu, supaya penyakit beratnya tidak semakin berat," pungkasnya.

https://kamumovie28.com/kiss-of-the-spider-woman-1985/


Sering Ngulet di Pagi Hari? Ini 6 Manfaatnya bagi Kesehatan


 Ngulet atau menggeliat merupakan respon tubuh yang biasanya dilakukan ketiak bangun tidur, duduk atau berbarik terlalu lama dan ketika bosan. Ngulet ternyata memiliki manfaat bagi tubuh.

Berikut 5 manfaat ngulet untuk kesehatan tubuh.


1. Melemaskan otot dan sendi

Setelah tidur atau duduk selama berjam-jam, tubuh akan mengalami kaku atau tegang. Hal ini diperparah juga dengan kebiasaan atau gaya hidup jarang berolahraga, makan tidak seimbang, suhu ruangan terlalu dingin dan lain sebagainya.


Hal tersebut dapat membuat otot dan sendi Anda akan kemudian mengirimkan sinyal melalui neuron saraf menuju otak untuk melakukan peregangan. Respons yang diberikan adalah ngulet. Untuk itu, ngulet berfungsi untuk melemaskan otot dan sendi yang telalu kaku atau tegang.


2. Meningkatkan suhu tubuh

Selama tidur, suhu tubuh akan menurun hingga mencapai 35 derajat celsius. Suhu normal tubuh manusia bekisar antara 37 -38 derajat celsius. Maka dari itu, untuk meningkatkan suhu tubuh, otak memberikan ransangan untuk mengulet. Mengulet bisa membantu menghangatkan tubuh supaya lebih segar.


3. Melancarkan peredaran darah

Terlalu lama duduk atau berbaring membuat peredaran darah menjadi terhambat. Salah satu contohnya misalnya mata yang berkunang-kunang saat beranjak bangun. Hal ini terjadi ketik peredaran darah terhambat.


Untuk itu, ngulet membantu untuk melancarkan peredaran darah dan cairan tubuh sehingga lebih merasa lebih segar karena otot serta otak mendapat asupan oksigen yang cukup untuk bekerja seharian.

https://kamumovie28.com/adventures-of-power-2008/

Ayah Khabib Nurmagomedov Meninggal Karena Corona? Berikut Faktanya

 UFC champion Khabib Nurmagomedov memang telah pensiun dari arena kompetisi dan memegang gelar juara dunia tak terkalahkan. Namun berita tentang atlet ini masih menarik perhatian, termasuk meninggalnya sang ayah Abdulmanap Nurmagomedov.

Dikutip dari CNN, Abdulmanap ternyata positif virus corona sebelum meninggal dunia. Kabar meninggalnya Abdulmanap pada usia 57 tahun telah dikonfirmasi manajemen Khabib Nurmagomedov dalam pernyataan yang dikirim ke redaksi CNN.


Abdulmanap meninggal di rumah sakit di Moskow, akibat komplikasi terkait infeksi COVID-19. Pada Mei 2020 Khabib mengatakan ayahnya dalam kondisi serius dan kembali ke rumahnya di Dagestan, Rusia, saat diterapkan lockdown.


Pada Juni 2020, kondisi Abdulmanap sempat dikabarkan membaik. Dalam wawancara dengan ESPN, Ali Abdelaziz yang merupakan manajer Khabib mengatakan, Abdulmanap mulai memberi respon meski terbatas.


"Khabib sangat kuat, keluarganya juga sangat kuat. Ayahnya sangat kuat dengan kondisi yang terus membaik. Dia membuka matanya dan sedikit merespon, sebuah tanda yang baik. Allah SWT dalam kontrol," kata Ali.


Situs RT.com melaporkan, Abdulmanap mengalami serangan jantung usai didiagnosa COVID-19. Dia kemudian menjalani operasi bypass dalam kondisi emergency dan dua kali mengalami koma.


Terkait COVID-19, Abdulmanap kemungkinan terinfeksi virus corona pada April 2020. Saat itu dia telah berada di Dagestan bersama keluaganya. Abdulmanap sempat dirawat di rumah sakit setempat dengan diagnosa pneumonia.


Namun selama perawatan kondisi Abdulmanap justru makin buruk, hingga dipindahkan ke rumah sakit militer. Selain COVID-19 dan operasi jantung, Abdulmanap juga dua kali mengalami stroke.


"Mereka bisa merawat jantungnya tapi tidak dengan otaknya. Sehingga dia tidak pernah sadar dari koma. Situasinya sudah sangat serius dan terlambat," kata Ramazan Rabadanov yang merupakan saudara keluarga Nurmagomedov.


Dikutip dari Insider, Rabadanov mengatakan dokter telah melakukan hal terbaik untuk kesembuhan ayah Khabib Nurmagomedov. Namun situasinya sudah sangat buruk hingga Abdulmanap akhirnya meninggal dunia pada 3 Juli 2020.


Dalam wawancara pada Mei 2020, Khabib pernah mengatakan sedikitnya 20 orang dalam keluarganya terinfeksi virus corona. Sebagian masih menjalani perawatan namun yang lain telah meninggal dunia.

https://kamumovie28.com/avenging-force-1986/


Ditangguhkan di Singapura Menyusul Kasus Korsel, Vaksin Flu Aman?


Sudah 59 warga Korea Selatan dilaporkan meninggal dunia usai suntik vaksin flu. Laporan meninggal yang terus bertambah memicu kekhawatiran terkait keamanan vaksin meski pemerintah menegaskan tidak ada kaitan dengan keamanan vaksin.

Korea Selatan memastikan kematian warga Korsel usai suntik yang terus bertambah tak ada kaitannya dengan vaksin. Program vaksinasi flu di tengah pandemi semata-mata dilakukan demi mencegah sistem kesehatan yang berisiko terdampak saat menangani kasus flu dan COVID-19.


Sementara itu, Singapura menangguhkan 2 merek vaksin flu sebagai upaya kewaspadaan. Keduanya adalah SKYCellflu Quadrivalent dari AJ Biologics dan VaxigripTetra dari Sanofi.


Sebenarnya, amankah vaksin flu digunakan?

Eks Direktur Penyakit Menular WHO South-East Asia Region, Prof dr Tjandra Yoga Aditama, menegaskan vaksin flu masih aman digunakan. Ia meyakini tak ada masalah yang berarti yang berisiko disebabkan oleh vaksinasi flu.


"Kalau saya bilang iya (masih aman). Karena dia sudah lama digunakan, sejauh ini tidak ada masalah yang berarti," jelasnya saat dihubungi detikcom, Senin (26/10/2020).


"Makanya yang penting sekarang ini kita menunggu hasil sekian orang yang meninggal di Korea itu. Saya kira mereka tidak akan terlalu lama memberikan hasil analisanya," jelasnya.


Perlukah dihentikan dulu?

Menurut Prof Tjandra, memang perlu ada kehati-hatian menanggapi kasus ini. Ia juga menyoroti Singapura yang memilih untuk menangguhkan vaksinasi flu.


"Kita nggak punya datanya juga meninggalnya karena apa, jadi kita nggak bisa cepat mengambil judgement. Tapi kalau mau berhati-hati, seperti Singapura, sambil menunggu penelitian, ya dihentikan dulu saja vaksin merek itu," kata Prof Tjandra.


Dari sekian warga yang meninggal, ada yang teridentifikasi meninggal karena jantung. Apakah kondisi kesehatan yang melatarbelakangi seseorang berisiko bahaya saat divaksin?


"Vaksin flu ini kan diberikan sudah lama dan orang yang punya penyakit penyerta juga sudah diberikan untuk mencegah mereka yang punya penyakit berat supaya nggak kena flu, supaya penyakit beratnya tidak semakin berat," pungkasnya.

https://kamumovie28.com/role-models-2008/