Senin, 04 Januari 2021

Telkomsel Gelar Cerdas Cermat Online Berhadiah Rp 400 Juta

 Telkomsel dan Zenius kembali berkolaborasi di dunia pendidikan dengan mengadakan kompetisi "Ilmupedia Berani Jawab" secara online.

Di kompetisi kali ini menyasar siswa SMA dan sederajat seluruh Indonesia dengan melibatkan lebih dari 3.500 sekolah dengan total hadiah senilai lebih dari Rp 400 juta yang akan diumumkan pada Maret 2021.


Adapun, pendaftaran kompetisi Ilmupedia Berani Jawab ini dapat dilakukan lewat laman tsel.me/IBJ atau mendaftar di aplikasi Zenius yang sudah dibuka sejak 8 Desember 2020 hingga 10 Januari 2021.


Chief Executive Officer Zenius Education Rohan Monga mengatakan, Zenius mempercayai bahwa proses belajar harus menyenangkan agar siswa tergerak untuk mempelajari hal-hal baru serta mampu menerapkan apa yang mereka pelajari secara menyeluruh.


"Proses belajar ini dipercaya dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk belajar secara aktif dan untuk berpikir kritis. Oleh karena itu, kami bersama Telkomsel turut menjaga semangat belajar siswa di Indonesia dengan mengadakan berbagai kegiatan menarik salah satunya kompetisi Ilmupedia Berani Jawab," ujar Rohan dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/1/2021).


Sementara itu, Vice President Prepaid Consumer Telkomsel Adhi Putranto lebih lanjut menjelaskan kolaborasi dengan Zenius sejauh ini diklaim telah diterima dengan baik dan memberikan hasil nyata yang dapat menghadirkan manfaat teknologi bagi banyak pelajar di Indonesia.


"Sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan, Telkomsel akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki kesamaan misi dalam mewujudkan masa depan pendidikan Indonesia yang lebih maju dan menjanjikan, dengan pemanfaatan teknologi terkini," ungkap dia.


Telkomsel dan Zenius belum lama ini juga telah merampungkan serangkaian kolaborasi yang kegiatannya ditujukan untuk siswa, seperti Ilmupedia dan Zenius-Telkomsel Scholarship Test (ZTST).


Rangkaian kegiatan tersebut menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan pendapatan finansial Zenius yang meningkat lebih dari 70 persen pada semester kedua tahun 2020 dibandingkan semester dua di tahun 2019.


Sejak bulan November 2020, pengguna Telkomsel pun telah mendapatkan keuntungan berupa potongan harga spesial hingga 15% untuk mengakses paket belajar Zenius tanpa biaya dan syarat tambahan. Pada kompetisi Ilmupedia Berani Jawab kali ini, Telkomsel dan Zenius memiliki target untuk menjangkau para pelajar tingkat SMA dan sederajat di seluruh Indonesia.


Telkomsel dan Zenius meyakini bahwa kolaborasi antara penyedia akses pendidikan berbasis teknologi dan penyelenggara telekomunikasi digital dapat menghadirkan skema pendidikan berkualitas bagi lebih banyak pelajar di Indonesia.


Kedua perusahaan berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi serta meluncurkan beragam inovasi, dan inisiatif untuk membawa kompetensi pendidikan Indonesia ke tingkat global.

https://movieon28.com/movies/hidden-camera-basic-instinct/


Huawei Hapus Arena of Valor dan Semua Game Tencent, Kenapa?


 Huawei telah menarik semua game Tencent seperti Arena of Valor dari toko aplikasinya di China. Langkah ini dilakukan karena "perubahan besar" yang dibuat Tencent dalam cara perusahaan bekerja sama.

Saat ini, Huawei mendominasi pasar ponsel China dengan menyumbang 43% dari pengiriman smartphone di kuartal lalu. Sementara Tencent, adalah pemilik perusahaan di balik sejumlah game populer seperti League of Legends dan Clash of Clans, sembari menjalankan game versi lokal seperti PUBG dan Monster Hunter: World.


Dengan demikian, seperti dikutip dari Engadget, perselisihan ini dapat berdampak pada banyak gamer mobile di China. Karenanya, Huawei mengatakan, divisi hukum perusahaannya merekomendasikan keputusan tersebut karena Tencent meminta untuk menghentikan kerja sama.

https://movieon28.com/movies/your-sisters-sister/

Minggu, 03 Januari 2021

Kominfo Bantah Aplikasi PeduliLindungi Curi Data Pengguna

 Aplikasi PeduliLindungi diterpa isu rawan phising dan malware yang bisa mencuri data pribadi korban. PeduliLindungi sendiri dimanfaatkan pemerintah menjalankan program vaksin COVID-19 yang dilakukan pemerintah pada tahap pertama dimulai Januari hingga April 2021.

Informasi tersebut diketahui beredar di masyarakat lewat pesan berantai di WhatsApp. Terlihat dari tangkapan gambar --yang kini sudah diberi cap hoax-- menampilkan narasi mengajak masyarakat untuk berhati-hati dengan aplikasi PeduliLindungi dengan menuding bisa mencuri data di ponsel hingga finansial pengguna yang menginstal aplikasi ini.


Menanggapi informasi yang beredar di masyarakat itu, Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Dedy Permadi membantahnya. Ia menegaskan bahwa aplikasi PeduliLindungi aman digunakan oleh masyarakat.

https://indomovie28.net/movies/martin/


Dedy memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar. Aplikasi PeduliLindungi yang dapat diunduh melalui App Store dan Play Store, tidak melalui APK, sehingga sangat dinilai aman dari phising dan malware.


"Aplikasi PeduliLindungi sendiri telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kominfo No. 171 tahun 2020 sebagai dasar penyelenggaraan tracing, tracking dan fencing melalui infrastruktur, sistem dan aplikasi telekomunikasi untuk mendukung Surveilans Kesehatan melengkapi Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika sebelumnya yaitu Keputusan Menteri Kominfo No. 159 Tahun 2020," ujar Dedy dalam keterangannya.


Lebih lanjut lagi, kata Dedy, keputusan Menteri tersebut bersifat khusus dan sekaligus untuk memberikan jaminan perlindungan data pribadi sesuai perundang-undangan.


"Untuk itu, Kemkominfo menghimbau masyarakat tidak ragu untuk menginstal PeduliLindungi, karena provider menggunakan sistem keamanan berlapis," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah merencanakan vaksinasi COVID-19 tahap pertama dimulai Januari hingga April 2021. Kini masyarakat dapat mengecek apakah dirinya terdaftar sebagai penerima vaksin tahap pertama.


Vaksin tahap pertama ini diketahui akan diberikan kepada seluruh tenaga kesehatan. Para tenaga kesehatan ini dapat mulai melakukan pengecekan melalui aplikasi PeduliLindungi yang dapat diunduh di Google PlayStore bagi pengguna Android atau Appstore bagi pengguna iOS.


Selain melalui aplikasi, pengecekan dapat dilakukan melalui laman website https://pedulilindungi.id. Pengecekan dilakukan dengan cara memasukkan NIK.


Setelah memasukkan NIK sesuai dengan KTP, nantinya akan timbul informasi apakah nama telah atau belum terdaftar sebagai calon penerima vaksin kelompok pertama.


Dalam laman website, disebutkan calon penerima vaksin COVID-19 juga akan mendapatkan SMS lagi dari PEDULI COVID untuk diarahkan melakukan registrasi ulang secara elektronik. Registrasi ulang ini dilakukan melalui aplikasi PeduliLindungi ataupun laman website.


Namun, bagi tenaga kesehatan atau tenaga penunjang yang ada di fasilitas pelayanan kesehatan yang belum mendapatkan SMS atau namanya belum terdaftar saat melakukan cek NIK pada menu di atas, dapat mengirim e-mail ke vaksin@pedulilindungi.id.


Aplikasi PeduliLindungi sendiri telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kominfo No 171 Tahun 2020 sebagai dasar penyelenggaraan tracing, tracking, dan fencing melalui infrastruktur, sistem, dan aplikasi telekomunikasi untuk mendukung Surveilans Kesehatan melengkapi Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika sebelumnya, yaitu Keputusan Menteri Kominfo No 159 Tahun 2020.

https://indomovie28.net/movies/isadora/