Selasa, 05 Januari 2021

Malam Tahun Baru 2021, 25 Juta Gamer Online Bareng di Steam

 Steam memecahkan rekor saat malam pergantian tahun baru 2021. Ada 25 juta orang penggunanya yang online secara bersamaan atau concurrent user.

Selama pandemi Corona, Steam memang sudah beberapa kali memecahkan catatan concurrent user ini. Seperti saat Maret 2020 lalu, di mana SteamDB menyebut concurrenct user mereka mencatatkan rekor baru selama tiga minggu berturut-turut.


Lalu pada Desember 2020, saat jumlah concurrent user Steam menembus 24 juta. Namun rekor itu kembali dipecahkan saat Tahun Baru 2021, di mana jumlah pemain yang online mencapai 25.415.080, yang dicatat selama 24 jam.


Namun yang perlu diingat adalah, dari 25 juta gamer yang online ini, mayoritasnya tak sedang memainkan game. Hanya 7,4 juta gamer yang bermain game saat rekor ini dicatat.


Diasumsikan, pengguna Steam yang terus meroket ini karena banyak orang yang memilih untuk menghabiskan waktunya di rumah. Selain karena pandemi Corona, banyak negara di belahan bumi utara sedang mengalami musim dingin.


Selain itu, ada banyak game baru yang menarik untuk dimainkan. Contohnya Cyberpunk 2077, atau juga game lain yang sedang didiskon dalam Steam Winter Sale, demikian dikutip detikINET dari Eurogamer, Senin (4/1/2021).


Sebelum pandemi, rekor concurrent user Steam tertinggi terjadi pada Januari 2018. Saat itu ada 18,5 juta gamer yang online bersamaan, yaitu saat popularitas game PUBG sedang tinggi-tingginya.


Namun menjelang pandemi dimulai, rekor tersebut langsung pecah. Misalnya saat China mulai melakukan lockdown, jumlah concurrent user steam langsung menembus 18,8 juta, dan angka tersebut terus meningkat hingga saat ini.


Sebagai penjual game digital dengan koleksi game (dan pengguna) yang sangat banyak, Steam tentu punya banyak data menarik. Seperti concurrent user yang dijelaskan di atas. Selain itu, mereka pun punya data terkait komponen PC mana yang paling populer di kalangan penggunanya.

https://kamumovie28.com/movies/gangnam-daughter-in-law/


Tesla Berhasil Lewati Target Produksi Mobil Listrik


 Tesla baru saja mencapai prestasi besarnya, di mana mereka telah mengkonfirmasi bahwa berhasil mencapai target jumlah produksi mobil listriknya.

Sebelumnya perusahaan milik Elon Musk ini memiliki tujuan untuk memproduksi setengah juta mobil pada tahun 2020, namun sebelum berganti tahun mereka sudah memproduksi 509.737 unit mobil dan menjual 499.550 unit mobil.


Dilansir detiKINET dari Engadget, Senin (4/1/2021) angka tersebut melonjak tinggi jika dibandingkan dengan penjualan tahun 2019 yang terjual sebanyak 367.500 unit.


Sebagian besar mobil yang diproduksi didominasi oleh Tesla Model 3 dan Model Y yang lebih terjangkau. Sedangkan untuk kelas atasnya ada Model S dan Model X yang diproduksi sebanyak 54.085 unit.


Di kuartal keempat 2020, Tesla memproduksi 179.757 mobil, naik 71% daripada tahun sebelumnya. Sementara pengiriman mobil ke konsumen pada periode yang sama mencapai 180.570 unit, naik 61%.


Jika dibandingkan dengan merk mobil yang lebih besar, Tesla masih dinilai kecil. GM telah menjual 7,7 juta unit mobil tahun 2019, sedangkan BMW yang berorientasi pada kemewahan masih berhasil menjual lebih dari 2,5 juta unit.


Namun untuk kendaraan listrik, Tesla telah menjual lebih banyak dibandingkan dengan GM hanya berhasil menjual 14 ribu Chevy Bolts di AS pada kuartal ketiga 2020.

https://kamumovie28.com/movies/the-daughter-in-law-3/

Sistem 'Kerja Rodi' 996 Diprotes Generasi Muda China

 Sistem kerja 996 cukup membudaya di China, khususnya pada generasi lama dan di perusahaan teknologi. Sesuai namanya, karyawan bekerja dari pukul 9.00 pagi sampai pukul 21.00 malam selama 6 hari seminggu. Namun belakangan, para karyawan muda cukup banyak yang protes.

Dipicu oleh pandemi Corona yang berdampak pada ekonomi, 'pemberontakan' Gen Z pada sistem 996 marak mulai tahun kemarin. Sebagian dari mereka menolak kerja lembur, kerja standar saja, sering pergi ke toilet dalam waktu lama, atau main ponsel dan baca novel saat bekerja.


Dikutip detikINET dari South China Morning Post, Senin (4/1/2021) mereka menyebut kelakuan itu sebagai pemberontakan diam-diam pada sistem 996. Terlebih mereka mengaku kecewa terhadap jumlah gaji yang tidak cukup untuk mewujudkan mimpi besar seperti membeli rumah.


"Saya melakukannya tiap hari dan senang saja. Kenapa bos saya cuma memberi 1 sen dan berharap saya memberikan 10 sen usaha dari saya?" tulis netizen di Weibo, media sosial besar di China.


Gerakan kritik sistem kerja 996 ini salah satunya dipelopori oleh netizen bernama Massage Bear. "Seberapa keras kalian bekerja tergantung pada seberapa banyak uang yang kalian terima," tulisnya.

https://kamumovie28.com/movies/my-friends-wife-2/


"Sekali kalian kerja keras, kolega akan sial. Karena bos kalian tahu kalian bisa melakukan pekerjaan tiga orang. Maka pada akhirnya, gaji kalian takkan dinaikkan tapi bos akan terus meminta bekerja sekeras itu," tambahnya.


Jennifer Feng selaku chairman 51job.com menyatakan fenomena seperti itu cukup wajar. Sebabnya, pendapatan atau gaji makin tidak sesuai ekspektasi sehingga karyawan makin malas.


"Menurut penelitian kami, gaji yang ditawarkan perusahaan China naik 2% rata-rata di 2020, dengan separuh perusahaan tidak meningkatkan gaji," katanya, menambahkan kondisi itu kemungkinan akan bertahan sampai 3 tahun ke depan. Sistem kerja 996 pun jadi diprotes.


Dia menambahkan, karyawan yang lahir tahun 1970-an atau 1980-an masih mengikuti tradisi lama, yaitu bekerja keras dan gigih, sedangkan mereka yang lahir di tahun 1990-an kemungkinan punya filosofi berbeda.


"Mereka akan keluar kerja jika tidak suka, dengan dukungan finansial dari orang tua yang lebih kuat dari generasi sebelumnya," papar dia.


Pembicaraan mengenai sistem kerja 996 juga sempat panas pada tahun 2019. Awalnya ketika itu, protes dilayangkan di komunitas Github dengan banner 996.ICU. "Dengan mengikuti jadwal kerja 996, kalian berisiko menuju ICU," tulis deskripsinya, merujuk pada ruang gawat darurat di rumah sakit.


Pro kontra pun juga bermunculan saat itu. Jack Ma sampai angkat bicara di mana ia mendukung sistem kerja 996, bahkan lebih. Malah dia mendorong karyawan Alibaba melakukannya.


"Mampu untuk bekerja 996 adalah kebahagiaan. Jika kalian mau gabung Alibaba, kalian perlu siap kerja 12 jam sehari, jika tidak buat apa bergabung," tulis Ma di media sosial Weibo.


Akan tetapi cukup banyak yang kecewa dengan pernyataan Jack Ma. Sebabnya, penerapan pola kerja 996 dipandang tidak sehat dan sudah lama dikeluhkan, apalagi jika tanpa kompensasi yang pantas.


"Penuh omong kosong dan bahkan tak disebutkan apakah perusahaan menyediakan kompensasi lembur untuk jadwal 996," sebut sebuah komentar.

https://kamumovie28.com/movies/my-friends-wife-2018/