Saat kebanyakan orang membeli barang-barang di mal, Epic Games justru membali mal itu sendiri yang nantinya disulap jadi markas global mereka.
Epic Games sepakat untuk membeli mal bernama Cary Towne Center yang berada di Cary, North Carolina, Amerika Serikat. Mal tersebut memiliki luas lahan 980 ribu meter persegi.
Belum diketahui berapa besar pundi-pundi yang dikeluarkan pengembang game Fortnite tersebut. Dikabarkan, Epic Games merogoh kocek sebesar USD 98 juta atau setara dengan Rp 1,3 trilun untuk membeli Cary Towne Center yang akan dirombak untuk dijadikan headquarter Epic Games.
Cary Towne Center yang berada di Cary, North Carolina, Amerika Serikat, akan disulap jadi markas baru global Epic Games di 2024.
Dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/1/2021) Epic Games mengatakan proyek pembangunan markas baru mereka dilakukan akhir tahun ini. Diharapkan kantor pusat tersebut sudah dapat digunakan pada 2024.
Epic Games mengungkapkan headquarter mereka di Cary itu tak hanya mencakup gedung perkantoran, tapi juga dilengkapi dengan ruang hiburan agar mempermudah fleksibilitas perusahaan mendirikan kampus yang disesuaikan untuk mengakomodasi pertumbuhan jangka panjang.
Untuk sementara waktu, seiring dengan akan dibangunnya markas baru Epic Games, operasional perusahaan ditempatkan di Crossroads Boulevard.
"Kami sangat bangga bahwa Epic telah memilih Cary sebagai markas besar global baru mereka, dan kami sangat sangat menghargai perusahaan atas aset Cary yang ada serta potensi tak terbatas dari area tersebut untuk bisnis mereka yang sedang berkembang," ujar Walikota Cary Harold Weinbrecht.
Sejauh ini, Epic Games bekerjasama dengan Town of Cary untuk pengembangan dan memanfaatkan aset mal yang ada yang dapat digunakan oleh komunitas.
https://maymovie98.com/movies/is-there-an-empty-room-here/
Uji Fitur Spaces, Twitter Akuisisi Aplikasi Podcast
Pada bulan lalu Twitter mengumumkan sedang menguji fitur audio dinamai Spaces yang memungkinkan pengguna dapat mengobrol dalam waktu nyata menggunakan suaranya lewat cuitan Tweet maupun DM.
Dan kini, Twitter telah mengakuisisi Breaker, sebuah aplikasi podcast yang berfokus pada elemen komunitas dan sosial sejak tahun 2016 di mana versi pertamanya diluncurkan pada awal 2020 di perangkat iOS dan Android.
Twitter Engineering Lead Michael Montano mengatakan Breaker akan membantu untuk meningkatkan kesehatan percakapan publik di layanan Twitter seperti dilansir detiKINET dari Engadget, Rabu (6/1/2021).
Dalam cuitannya salah satu pendiri Breaker Leah Culver menuliskan bersemangat untuk membantu menciptakan percakapan audio masa depan dengan membangun Spaces.
"Kami benar-benar bersemangat tentang komunikasi audio dan kami terinspirasi oleh cara Twitter memfasilitasi percakapan publik untuk orang-orang di seluruh dunia." tulis juga CEO Breaker Erik Berlin.
Dalam postingan blog Breaker yang mengumumkan akuisisi dengan Twitter, mereka juga mengumumkan bahwa aplikasi podcastnya akan ditutup pada tanggal 15 Januari dan mengarahkan pengguna tentang bagaimana cara mengekspor daftar langganan OPML mereka untuk digunakan di aplikasi podcast lain dan untuk podcast yang dihosting, cara melakukannya mentransfernya ke layanan lain.
Spaces masih dalam pengujian terbatas di antara pengguna yang diundang, sementara aplikasi Clubhouse baru-baru ini menjadi terkenal dengan jenis diskusi audionya yang sama.
Sayangnya tak ada info lebih lengkap tentang jenis teknologi apa yang akan dibangun oleh tim Breaker, meskipun kemampuan seperti mengekspor percakapan untuk didengarkan nanti, bergaya podcast, dan dapat membantu memperluas diskusi lebih dari sekadar orang-orang yang mendengarkan secara langsung.