Ibu hamil lebih rentan sakit karena berbagai macam hal. Salah satu alasannya karena sistem imun tubuh yang cenderung menurun pada ibu hamil. Hal inilah yang membuat ibu hamil termasuk ke dalam daftar orang yang berisiko tinggi terkena virus yang dapat memunculkan berbagai penyakit yang berbahaya.
Untuk itu, ibu hamil disarankan untuk senantiasa menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, menghindari stres dan lain sebagainya. Mengingat infeksi virus dapat berpengaruh pada janin yang dikandungnya. Misalnya dapat meningkatkan risiko persalinan prematur dan bayi terlihat prematur.
Direktur Center of Disease Control and Prevention (CDC), Dr Robert Redfield mengungkapkan ketika kondisi pandemi, disarankan ibu hamil untuk sebisa mungkin membatasi kontak dengan orang lain untuk mengurangi risiko terkena infeksi virus.
Salah satu cara untuk mencegah infeksi virus adalah dengan mengetahui bermacam virus yang rentan menjangkiti ibu hamil. Berikut ini penyakit yang diakibatkan oleh virus yang mengancam ibu hamil:
1. Virus Zoster Varicella
Virus ini merupakan penyebab cacar air atau penyakit yang ditandai dengan munculnya bintil kulit berisi air pada salah satu sisi tubuh dan terasa nyeri. Virus ini dapat ditularkan melalui tetesan pernapasan atau kontak dekat dengan orang yang terinfeksi yang kemudian berubah menjadi ruam.
Ruam inilah yang akan meluas ke daerah wajah dan tubuh. Selain munculnya bintil kulit, gejala lain yang dapat muncul pada ibu hamil adalah demam, sakit kepala, lemas, dan silau terhadap cahaya.
2. Rubella
Sama seperti virus cacar air, rubella merupakan penyakit yang ditularkan melalui tetesan pernapasan. Masa inkubasi virus ini adalah 12 hingga 23 hari. Gejala yang kerap muncul adalah demam atau malaise, mata merah, ruam merah dan sakit kepala. Akibat dari infeksi ini berisiko memunculkan abortus spontan, infeksi janin, kelahiran mati dan lainnya.
3. Hepatitis
Virus lain yang harus diwaspadai adalah hepatitis. Hepatitis merupakan penyebab paling umum penyakit kuning pada kehamilan. Hepatitis B dan C adalah jenis hepatitis yang kerap ditemukan pada ibu hamil. Gejala yang timbul antara lain mual dan muntah, selalu merasa lelah, penurunan nafsu makan, demam, nyeri otot dan persendian.
Ibu hamil juga perlu mewaspadai infeksi lain, influenza hingga ebola.
TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI
https://cinemamovie28.com/movies/moms-friend-2-2/
10 Tips yang Bisa Bikin Produksi Sperma Makin Melimpah
Ada banyak cara alami untuk meningkatkan kesuburan pria, di antaranya mengonsumsi makanan yang meningkatkan jumlah sperma hingga suplemen asam folat. Di samping itu, ada tips dari ahli tentang cara meningkatkan jumlah sperma dengan mudah, alami dan, efektif.
Bagi pasutri yang ingin memiliki bayi, sperma berkualitas pria sangat dibutuhkan. Ini berarti perubahan pada pola makan dan gaya hidup dapat membuat sperma berkualitas dan melimpah.
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut kebiasaan yang bisa meningkatkan jumlah sperma berdasarkan saran ahli fertilitas di Zita West Fertility Clinic, di London, Zita West.
1. Berhenti atau kurangi kebiasaan merokok
Merokok terbukti mengurangi jumlah sperma sebanyak 23 persen, jadi jika ingin memperbanyak jumlah sperma berkualitas mungkin sekaranglah waktu yang tepat untuk berhenti.
"Merokok menghilangkan nutrisi penting tubuh untuk produksi sperma," ujar West.
2. Istirahat yang cukup
Istirahat yang cukup sangat disarankan agar sperma pada pria lebih banyak diproduksi. Hal itu dikarenakan, tidur yang cukup dapat membantu menyehatkan tubuh.
3. Hindari menaruh laptop di atas paha
Banyak orang, termasuk pria yang meletakan laptop di pangkuannya sepanjang waktu. Melakukan hal tersebut dapat merusak kesuburan karena laptop mengeluarkan panas yang dapat merusak kualitas sperma.
4. Hindari obat-obatan tertentu
Diskusi dengan dokter diperlukan untuk menghentikan pengobatan yang sedang dijalani. Beberapa obat diketahui dapat menurunkan produksi sperma yang sehat, termasuk antibiotik, anti-androgen, anti-inflamasi, antipsikotik, kortikosteriods, steriods anabolik, testosteron eksogen, dan metadon.
Dalam banyak kasus, setelah seseorang berhenti minum obat tersebut, spermanya kembali normal atau meningkat.
5. Rutin berolahraga
"Berolahraga dan menjaga kebugaran memang bermanfaat saat Anda mencoba untuk hamil, tetapi sekali lagi penting agar tidak terlalu berlebihan," kata West.
Penelitian yang dilakukan pada pria obesitas menunjukkan bahwa jumlah sperma meningkat saat mereka menurunkan berat badan sebanyak 95 persen.
Apa saja makanan yang bisa meningkatkan jumlah sperma? Simak di halaman berikutnya.