Kamis, 07 Januari 2021

Malaysia Kembangkan Serat Daun Nanas Jadi Kerangka Drone

 Sebuah tim penelitian dari Malaysia telah mengembangkan metode untuk mengubah serat pada daun nanas yang dibuang menjadi bahan tahan lama yang dapat digunakan untuk membuat kerangka drone.

Tim peneliti dari Universitas Putra, Malaysia sedang mengerjakan sebuah proyek yang dipimpin oleh Profesor Mohamed Sultan. Mereka telah bekerja untuk mengembangkan cara berlanjutan dalam menggunakan limbah nanas yang dihasilkan oleh petani di provinsi Hulu Langat, dekat ibu kota Kuala Lumpur.


Dilansir detikINET dari Gizmochina, Rabu (6/1/2021) prosesnya melibatkan mengubah daun nanas menjadi serat yang kemudian dapat digunakan sebagai bagian drone yang murah dan dapat dibuang.


Ketua tim dari kelompok penelitian ini mengatakan bahwa drone yang terbuat dari bahan bio-komposit memiliki rasio kekuatan-kekuatan pada berat yang lebih tinggi daripada yang terbuat dari serta sintetis dan juga lebih murah, lebih ringan dan mudah sekali pakai sehingga membuat suku cadang seperti itu menjadi biodegradable dan ramah lingkungan.


Mereka mengatakan prototipe drone ini telah menjalani pengujian dan mampu terbang hingga ketinggian sekitar 1.000 meter (3.280 kaki) dan tetap di udara selama sekitar 20 menit.


Tim berharap untuk meningkatkan ukuran drone dan jumlah muatan yang dapat dibawa. Ini akan memperluas aplikasi drone tersebut ke berbagai aplikasi, termasuk pertanian dan inspeksi udara.


Tujuan penelitian ini adalah memberikan solusi inovatif bagi petani yang akan menghasilkan hasil yang lebih baik serta pengalaman bertani yang lebih menyenangkan, kata William Alvisse dari Malaysian Unmanned Drones Activist Society, sebuah LSM yang terlibat dalam proyek tersebut.


Proyek yang diluncurkan pada tahun 2017 ini juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani nanas, yang sebelumnya membuang batang dan daun setelah panen.

https://indomovie28.net/movies/taboo-forbidden-love/


Tak Mau Tergantung AS, Tencent Kucurkan Investasi untuk Startup Chip AI


Salah satu raksasa teknologi asal China Tencent, mengucurkan lebih banyak uang untuk pengembangan chip berbasis artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Langkah ini juga dilakukan Tencent karena pemerintah China sedang giat-giatnya mendorong kemandirian di sektor semikonduktor, di tengah persaingan antara AS dan China yang kini meluas ke bidang teknologi.


Tencent bersama sejumlah investor lainnya termasuk CITIC, CICC Capital, dan Primavera menginvestasikan 1,8 miliar yuan atau sekitar Rp 3,8 triliun untuk Enflame Technology yang bermarkas di Shanghai. Startup ini sebelumnya juga sudah menerima banyak putaran pendanaan dari Tencent.


Dikutip dari CNBC, Rabu (6/1/2021) Enflame punya teknologi untuk membuat chip yang dirancang memproses data dalam jumlah besar, yang kemudian digunakan untuk melatih sistem kecerdasan buatan. Chip tersebut dirancang untuk pusat data.


Tentunya ini adalah teknologi penting yang dibutuhkan China. Selama beberapa tahun terakhir, China telah berupaya untuk meningkatkan kemampuannya dalam AI dan semikonduktor seiring berlanjutnya perang teknologi dengan AS.


Chip menjadi fokus strategis utama bagi China yang ingin melepaskan diri dari ketergantungan terhadap teknologi Amerika. Tetapi AS tampaknya berupaya merusak ambisi China, dengan memasukkan produsen semikonduktor terbesar di China SMIC ke dalam daftar hitam mereka.


Upaya China dalam chip AI memang terbilang baru lahir jika dibandingkan dengan perusahaan seperti raksasa chip NVIDIA dan AMD di AS. Jelas bahwa Tencent berharap banyak pada startup seperti Enflame Technology. Tencent yakin bahwa startup yang inovatif akan menjadi kunci tujuan China yang lebih luas di sektor chip.


Dukungan Tencent untuk Enflame Technology juga menyoroti tren lain terkait sejumlah raksasa teknologi China yang berbondong-bondong berinvestasi di industri semikonduktor.

https://indomovie28.net/movies/our-lady-peace-live/

Bos Google dan Apple Kutuk Kerusuhan di Gedung Capitol

 Sejumlah bos teknologi angkat bicara mengenai kerusuhan yang terjadi di Gedung Capitol Amerika Serikat. Seperti CEO Google dan Alphabet Sundar Pichai yang mengutuk kejadian ini.

"Menjalankan pemilihan umum yang bebas dan aman dan menyelesaikan perbedaan kita secara damai adalah dasar dari demokrasi yang berfungsi," kata Pichai dalam memo untuk pegawainya, seperti dikutip dari CNBC, Kamis (7/1/2021).


"Pelanggaran hukum dan kekerasan yang terjadi di Capitol Hill hari ini adalah antitesis demokrasi dan kami mengutuknya dengan keras," sambungnya.


Pichai mengatakan petinggi perusahaan sedang berupaya menghubungi pegawai yang bekerja di Washington D.C. Di akhir memonya, ia meminta pegawai Google dan Alphabet untuk memprioritaskan kesehatan dan keamanannya dengan mengandalkan sistem dukungan dan komunitas Google.


"Kami memantau situasi dan akan terus memberi update untuk pegawai yang terdampak jika kami mengambil langkah pencegahan ekstra yang berdampak pada kantor atau gedung," ucap Pichai.


CEO Apple Tim Cook juga mengecam kerusuhan ini dan mengatakan AS harus menyelesaikan transisi ke pemerintah presiden terpilih Joe Biden. Ia juga menyerukan agar massa yang terlibat dalam kerusuhan di Gedung Capitol harus bertanggung jawab.


"Hari ini menandai babak menyedihkan dan memalukan di sejarah negara kami. Mereka yang bertanggung jawab atas pemberontakan ini harus dimintai pertanggungjawaban, dan kita harus menyelesaikan transisi ke pemerintahan Presiden terpilih Biden," kata Cook dalam cuitan di akun Twitter pribadinya.


Cuitan ini adalah pernyataan publik pertama yang dibuat Cook setelah pemilihan presiden AS 2020 berakhir. Sebelumnya Trump pernah menyebut Cook sebagai seorang teman dan keduanya selalu berkomunikasi dalam empat tahun terakhir.


Sementara itu VP of Integrity Facebook Guy Rosen dan VP of Global Policy Management Facebook Monika Bickert mengatakan Facebook menganggap kejadian hari ini sebagai keadaan darurat dan menggolongkan kelompok yang menyreang Capitol hari ini sebagai 'individu dan organisasi berbahaya'.


"Kami dikejutkan dengan kekerasan di Capitol hari ini. Kami memperlakukan kejadian ini sebagai keadaan darurat," kata Rosen dan Bickert.


Kericuhan di Gedung Capitol dipicu oleh kelompok pendukung Presiden Trump yang memprotes kongres pengesahan kemenangan Joe Biden di Pilpres AS 2020. Kerusuhan ini memaksa Kongres untuk menghentikan sementara proses pengesahan Biden.


Trump sendiri telah mengunggah beberapa cuitan di Twitter yang meminta demonstran di Gedung Capitol untuk pulang. Tapi ia juga memberikan legitimasi pada kebohongan yang memicu upaya kerusuhan, menyebut pemilu tersebut 'dicuri' dan memberi tahu massa yang marah, 'kami cinta kamu'.


Akibatnya saat ini Twitter mengunci akun Trump selama 12 jam. Jika Trump tidak menghapus cuitan yang mendelegitimasi hasil pilpres, akunnya akan ditangguhkan secara permanen.

https://indomovie28.net/movies/prostitution-2/


Malaysia Kembangkan Serat Daun Nanas Jadi Kerangka Drone


Sebuah tim penelitian dari Malaysia telah mengembangkan metode untuk mengubah serat pada daun nanas yang dibuang menjadi bahan tahan lama yang dapat digunakan untuk membuat kerangka drone.

Tim peneliti dari Universitas Putra, Malaysia sedang mengerjakan sebuah proyek yang dipimpin oleh Profesor Mohamed Sultan. Mereka telah bekerja untuk mengembangkan cara berlanjutan dalam menggunakan limbah nanas yang dihasilkan oleh petani di provinsi Hulu Langat, dekat ibu kota Kuala Lumpur.


Dilansir detikINET dari Gizmochina, Rabu (6/1/2021) prosesnya melibatkan mengubah daun nanas menjadi serat yang kemudian dapat digunakan sebagai bagian drone yang murah dan dapat dibuang.


Ketua tim dari kelompok penelitian ini mengatakan bahwa drone yang terbuat dari bahan bio-komposit memiliki rasio kekuatan-kekuatan pada berat yang lebih tinggi daripada yang terbuat dari serta sintetis dan juga lebih murah, lebih ringan dan mudah sekali pakai sehingga membuat suku cadang seperti itu menjadi biodegradable dan ramah lingkungan.


Mereka mengatakan prototipe drone ini telah menjalani pengujian dan mampu terbang hingga ketinggian sekitar 1.000 meter (3.280 kaki) dan tetap di udara selama sekitar 20 menit.


Tim berharap untuk meningkatkan ukuran drone dan jumlah muatan yang dapat dibawa. Ini akan memperluas aplikasi drone tersebut ke berbagai aplikasi, termasuk pertanian dan inspeksi udara.

https://indomovie28.net/movies/toxic-desire-addiction/