Selasa, 02 Februari 2021

5 Game Edukasi untuk Temani Anak Belajar di Rumah

 Pandemi COVID-19 membuat aktivitas belajar dan mengajar dilakukan secara virtual. Rasa jenuh pada anak tentu tak bisa dihindari. Namun, ada sejumlah game edukasi yang bisa membantu mengurangi rasa bosan anak.

Memainkan game edukasi memiliki banyak manfaat. Sebab tak hanya menghibur, anak-anak juga mendapatkan edukasi atau informasi yang dibutuhkan sesuai usianya.


Menurut dokter anak di Canadian Pediatric Society, Michelle Ponti bermain game bisa membuat anak memiliki rasa kompetensi, koneksi, dan otonomi yang meningkatkan harga dirinya.


"Game dapat memberi anak-anak rasa kompetensi, koneksi, dan otonomi yang benar-benar meningkatkan harga diri mereka. Apa yang tampak seperti buang-buang waktu bagi orang tua bisa jadi cara anak belajar keterampilan hidup, termasuk pemecahan masalah dan cara mengontrol perilaku," ujar dia dikutip dari Today's Parent, Senin (1/2/2021).


Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) meluncurkan game edukasi gratis, Edugame Rumah Belajar. Permainan ini tersedia di situs resmi Kemdikbud.


Ada banyak permainan yang bisa dicoba di Edugame Rumah Belajar. Game ini dirancang agar anak bisa bermain penuh dengan interaktif sehingga bisa dimainkan sendiri maupun dengan bimbingan guru atau orang tua.


Adapun, salah satu game edukasi online yang bisa dicoba adalah MonDik Plant, Finding Hidrokarbon, Journey of Ecosystem, hingga Petualangan Antariksa. Game edukasi anak SD ini bisa dimainkan melalui PC maupun HP.


Nah, apa saja daftar game edukasi gratis yang bisa dicoba? Baca DI SINI informasinya.

https://tendabiru21.net/movies/joker-game/


Google Uji Tampilan Layar Terpisah Street View di Google Maps


 Google Street View telah diluncurkan lebih dari satu dekade yang lalu dan database gambarnya pun menjalankan fitur AR Live View.

Nah pembaruan pada layanan Google Maps untuk versi Android telah menyempurnakan pengalaman Street View dengan menambahkan mode split screen atau layar terpisah.


Pada tampilan antarmukanya pengguna akan otomatis melihatnya saat membuka street view setelah meletakkan pin peta.


Namun jika pengguna mengakses street view langsung dari daftar lokasi, maka akan menampilkan antarmuka layar penuh dengan tombol minimize yang terletak di pojok kanan bawah.


Peta di bawah ini memiliki jalur yang menampilkan gambar street view dengan disorot warna biru dan Foto 360° yang diambil oleh pengguna ditampilkan pada layar terpisah sebagai titik.


Di split screen ini pengguna dapat mengetuk di mana saja dan akan membawa ke lokasi tersebut an penanda melingkar di mana pengguna berada menampilkan panah yang menunjukkan arah yang dituju. Metode navigasi ini jauh lebih nyaman dibandingkan sebelumnya dengan berkeliling di Street View dengan panah dan menyeret.


Dilansir detiKINET dari 9to5google, Senin (1/2/2021) fitur split screen ini telah diluncurkan secara luas melalui pembaruan server-side pada versi terbaru Google Maps Android dan belum tersedia untuk iOS.

https://tendabiru21.net/movies/hunting-the-phantom/

WhatsApp Bikin Blunder, Kok Pemerintah Nggak Dorong Aplikasi Lokal?

 Anggota Komisi I DPR RI Sukamta mengkritisi pemerintah yang dinilai tidak gerak cepat mendorong aplikasi lokal untuk menyaingi WhatsApp yang belum lama ini memicu kontroversial.

WhatsApp berencana untuk berbagi data pengguna dengan Facebook yang notebene adalah induk perusahaan mereka. Kebijakan baru WhatsApp itu banyak ditentang yang pada akhirnya, layanan pesan instan tersebut menunda untuk saat ini.


"Sekarang adanya misalnya WhatsApp membuat satu peraturan yang baru meresahkan penggunanya. Bagi orang ahli, mungkin itu tidak terlalu resah. Bagi masyarakat umum itu meresahkan," kata Sukamta saat Rapat Kerja dengan Menkominfo, Jakarta, Senin (1/2/2021).


"Tapi, yang ingin saya tangkap bukan resah atau tidak soal WhatsApp. Ini momentum ketika masyarakat mulai sudah resah dengan teknologi yang mapan, yang impor itu. Kenapa kita tidak dorong produk dalam negeri," kritik Sukamta.


Politisi dari Faksi PKS itu menjelaskan bahwa Indonesia memiliki banyak pengembang aplikasi yang dinilai mumpuni untuk menandingi WhatsApp sebagai layanan pesan instan. Hanya saja, produk tersebut tidak didorong naik ke permukaan.


"Banyak pengembangan dalam negeri yang punya kemampuan intelektual cukup, namun mereka mungkin tidak punya kemampuan finansial, yang punya kekuatan mempengaruhi. Itu adalah negara, pemerintah," kata pria berkacamata ini.


Sukamta lantas mengapresiasi upaya pemerintah Turki yang mengangkat aplikasi BiP agar bisa dimanfaatkan warganya, sebagai alternatif WhatsApp.


"Terlepas BiP itu lebih kredibel atau tidak, tapi pemerintah Turki berani tegas 'ayo migrasi dari WhatsApp ke BiP'. Itu saya salut sama pemerintah Turki. Nah, saya membayangkan pak Menkominfo bisa melakukan begitu, pak menteri bisa jadi pahlawan nasional," tuturnya.

https://tendabiru21.net/movies/hatchet-ii/


5 Game Edukasi untuk Temani Anak Belajar di Rumah


 Pandemi COVID-19 membuat aktivitas belajar dan mengajar dilakukan secara virtual. Rasa jenuh pada anak tentu tak bisa dihindari. Namun, ada sejumlah game edukasi yang bisa membantu mengurangi rasa bosan anak.

Memainkan game edukasi memiliki banyak manfaat. Sebab tak hanya menghibur, anak-anak juga mendapatkan edukasi atau informasi yang dibutuhkan sesuai usianya.


Menurut dokter anak di Canadian Pediatric Society, Michelle Ponti bermain game bisa membuat anak memiliki rasa kompetensi, koneksi, dan otonomi yang meningkatkan harga dirinya.


"Game dapat memberi anak-anak rasa kompetensi, koneksi, dan otonomi yang benar-benar meningkatkan harga diri mereka. Apa yang tampak seperti buang-buang waktu bagi orang tua bisa jadi cara anak belajar keterampilan hidup, termasuk pemecahan masalah dan cara mengontrol perilaku," ujar dia dikutip dari Today's Parent, Senin (1/2/2021).


Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) meluncurkan game edukasi gratis, Edugame Rumah Belajar. Permainan ini tersedia di situs resmi Kemdikbud.


Ada banyak permainan yang bisa dicoba di Edugame Rumah Belajar. Game ini dirancang agar anak bisa bermain penuh dengan interaktif sehingga bisa dimainkan sendiri maupun dengan bimbingan guru atau orang tua.

https://tendabiru21.net/movies/hatchet/