Jumat, 05 Februari 2021

Live! e-Life: 'Pasangan Selingkuh, Cerai atau Bertahan?'

  e-Life episode kali ini akan mengangkat tema berdasarkan 2 peristiwa yang sedang banyak dibicarakan orang akhir-akhir ini. Yakni perceraian Rachel Vennya dan kasus istri pimpinan DPRD Sulawesi Utara yang nemplok di kap mobil.

Semuanya punya latar belakang sama berupa perselingkuhan yang dilakukan oleh pasangannya. Rachel Vennya menggugat cerai sang suami, sedangkan istri pimpinan DPRD belum ada kabar lagi soal masa depan pernikahannya itu.


Bersama psikolog Liza Djaprie, e-Life akan membahas soal fenomena selingkuh di pasangan yang sudah menikah. Hal apa saja yang melatarbelakangi perselingkuhan itu. Serta apa yang dilakukan jika perselingkuhan itu sudah terjadi.


Nantikan e-Life sore nanti, Jumat (5/2/2021), live di detikcom pukul 16.30 WIB. Kamu bisa mengajukan pertanyaaan langsung ke psikolog Liza Djaprie lewat zoom. So don't miss It!

https://tendabiru21.net/movies/mojin-the-lost-legend/


5 Tata Cara Isolasi Mandiri di Rumah Jika Positif COVID-19


 Seseorang yang terinfeksi COVID-19 bisa mengembangkan berbagai kondisi, baik yang bergejala ringan, sedang, berat, atau tanpa gejala. Bagi mereka yang positif Corona tanpa gejala, begini tata cara isolasi mandiri di rumah.

Saat terinfeksi Corona, banyak masyarakat yang khawatir dan bingung mengenai apa yang harus dilakukan. Umumnya isolasi mandiri di rumah dilakukan jika pasien tidak bergejala sama sekali atau hanya mengembangkan gejala ringan seperti batuk atau sakit tenggorokan.


Masyarakat harus tahu tata cara isolasi mandiri di rumah jika positif COVID-19 sehingga bisa cepat pulih dari penyakit tersebut.


Salah satu hal yang harus dilakukan saat isolasi mandiri adalah memantau gejala. Jika mengalami gejala darurat, salah satunya kesulitan bernapas atau napas menjadi berat, segera hubungi petugas kesehatan.


Berikut tata cata isolasi mandiri di rumah jika positif COVID-19:

1. Selalu pakai masker


Selalu memakai masker dan membuang masker bekas di tempat yang ditentukan. Memakai masker juga bisa melindungi keluarga dari paparan COVID-19.


2. Tidak keluar rumah


Hal yang dilakukan saat isolasi mandiri adalah tetap di rumah terlebih jika muncul gejala demam, flu dan batuk. Jangan pergi bekerja, sekolah, ke pasar atau ke ruang publik untuk mencegah penularan masyarakat.


3. Jaga jarak


Gunakan kamar terpisah dari anggota keluarga lainnya, dan jaga jarak 1 meter dari anggota keluarga. Gunakan kamar mandi terpisah, jika memungkinkan. Jangan berbagi barang-barang rumah tangga pribadi, seperti cangkir, handuk, dan peralatan makan.


4. Jaga kebersihan


Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dan lakukan etika batuk dan bersin. Jaga kebersihan dan kesehatan rumah dengan cairan desinfektan.


5. Berjemur


Meski tak bisa keluar rumah, usahakan selalu berada di ruang terbuka dan berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi (±15-30 menit).


Tata cara isolasi mandiri di rumah jika positif COVID-19 juga dengan memanfaatkan fasilitas telemedicine. Beritahu dokter dan perawat tentang keluhan dan gejala yang dialami dan segera hubungi fasilitas pelayanan kesehatan jika sakit berlanjut.

https://tendabiru21.net/movies/the-midnight-special-legendary-performances-1975/

Pecahkan Misteri Asal Usul Corona, WHO Bakal Selidiki Gua Kelelawar di Wuhan

 Tim investigasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) saat ini tengah berada di China untuk meneliti asal-usul virus Corona yang menyebabkan pandemi COVID-19.

Dikutip dari laman Reuters, Peter Daszak, pakar zoologi dan penyakit hewan yang tergabung dalam tim investigasi tersebut menyebut bahwa sangat penting meneliti gua kelelawar untuk melacak elemen genetik virus.


Daszak sebelumnya terlibat dalam penelitian tentang asal-usul Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) pada 2002 hingga 2003 silam, untuk menelusuri asal-usul virus ke kelelawar yang tinggal di sebuah gua di Provinsi Yunnan di China barat daya.


"Penelitian serupa perlu dilakukan jika kita ingin menemukan asal mula satwa liar yang sebenarnya dari COVID-19," kata Daszak, kepala Aliansi EcoHealth yang berbasis di New York.


"Pekerjaan semacam ini, untuk menemukan kemungkinan sumber dari kelelawar, penting karena jika kita dapat menemukan sumber virus mematikan ini, kita dapat mengurangi kontak dengan hewan-hewan itu," ujar dia kepada Reuters dalam sebuah wawancara.


Tidak jelas apakah China saat ini mengambil sampel dari banyak gua kelelawar, tetapi virus yang mirip dengan SARS-CoV-2 sebelumnya telah ditemukan di Yunnan, China.


Daszak mengatakan tim di Wuhan telah menerima informasi baru tentang bagaimana virus tersebut menyebabkan pandemi, tetapi tidak menerangkan lebih lanjut.


"Saya melihat gambaran yang datang dari beberapa skenario tampak lebih masuk akal daripada sebelumnya," kata dia.


Satu skenario yang sedang diteliti lebih dekat oleh tim WHO adalah kemungkinan bahwa virus tersebut mungkin telah beredar jauh sebelum pertama kali diidentifikasi di Wuhan.


"Itu adalah sesuatu yang kami lihat dengan sangat intens untuk melihat tingkat penularan komunitas yang mungkin terjadi lebih awal. Pekerjaan sebenarnya yang kami lakukan di sini adalah melacak kembali dari kasus pertama kembali ke reservoir hewan, dan itu jalan yang jauh lebih berbelit-belit, dan mungkin telah terjadi selama beberapa bulan atau bahkan tahun," tutur Daszak.


Dia tidak menjelaskan lebih lanjut tetapi mengatakan tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa virus itu muncul dari laboratorium.


Para penyelidik telah mengunjungi rumah sakit, fasilitas penelitian, dan pasar makanan laut tempat wabah pertama diidentifikasi, meskipun waktu mereka di Wuhan terbatas pada kunjungan yang diselenggarakan oleh otoritas China.


Daszak mengatakan pihak berwenang China tidak menolak permintaan tim untuk mengunjungi fasilitas atau bertemu dengan tokoh-tokoh penting.


"Tentu saja tidak mungkin untuk mengetahui apa yang tidak diberitahukan kepada Anda, tetapi apa yang saya lihat di China, dan apa yang dilihat kelompok ini di China, adalah apa yang kami minta, kami diizinkan melakukannya," kata Daszak

https://tendabiru21.net/movies/midnight-special/


Live! e-Life: 'Pasangan Selingkuh, Cerai atau Bertahan?'


 e-Life episode kali ini akan mengangkat tema berdasarkan 2 peristiwa yang sedang banyak dibicarakan orang akhir-akhir ini. Yakni perceraian Rachel Vennya dan kasus istri pimpinan DPRD Sulawesi Utara yang nemplok di kap mobil.

Semuanya punya latar belakang sama berupa perselingkuhan yang dilakukan oleh pasangannya. Rachel Vennya menggugat cerai sang suami, sedangkan istri pimpinan DPRD belum ada kabar lagi soal masa depan pernikahannya itu.


Bersama psikolog Liza Djaprie, e-Life akan membahas soal fenomena selingkuh di pasangan yang sudah menikah. Hal apa saja yang melatarbelakangi perselingkuhan itu. Serta apa yang dilakukan jika perselingkuhan itu sudah terjadi.


Nantikan e-Life sore nanti, Jumat (5/2/2021), live di detikcom pukul 16.30 WIB. Kamu bisa mengajukan pertanyaaan langsung ke psikolog Liza Djaprie lewat zoom. So don't miss It!

https://tendabiru21.net/movies/asako-in-ruby-shoes/