Selasa, 09 Februari 2021

Roket Bertenaga Nuklir Bisa Terbangkan Astronaut ke Mars dalam 3 Bulan

 NASA berencana mendaratkan manusia di Planet Mars pada tahun 2035. Tapi ada banyak tantangan yang harus dihadapi sebelum mewujudkan misi ini, salah satunya durasi perjalanan ke Mars yang sangat panjang.

Untuk meluncurkan misi tanpa awak ke Mars, seperti saat mengirimkan rover Perseverance, membutuhkan waktu sekitar tujuh bulan. Tapi untuk mengirimkan misi berawak membutuhkan waktu yang lebih panjang, sekitar sembilan bulan.


Untuk itu, ilmuwan berlomba-lomba mengembangkan teknologi yang bisa memperpendek durasi perjalanan ke Mars. Seperti perusahaan Ultra Safe Nuclear Technologies (USNC-Tech) yang merancang roket bertenaga termal nuklir (NTP) yang bisa memotong durasi perjalanan menjadi tiga bulan.


Director of Engineering USNC-Tech Michael Eades mengatakan roket bertenaga nuklir akan jauh lebih kuat dan dua kali lebih efisien dibandingkan mesin yang menggunakan bahan bakar kimia. Artinya mesin ini bisa terbang dengan lebih cepat dan jauh, serta menggunakan lebih sedikit bahan bakar.


"Teknologi nuklir akan memperluas jangkauan manusia melewati orbit rendah Bumi dan memasuki deep space," kata Eades kepada CNN, seperti dikutip detikINET, Minggu (7/2/2021).

https://indomovie28.net/movies/the-prisoner-of-second-avenue/


Sistem NTP menggunakan reaktor nuklir untuk menghasilkan panas dari bahan bakar uranium. Energi termal tersebut digunakan untuk memanaskan bahan bakar cair, biasanya hidrogen cair, yang mengembang menjadi gas dan keluar dari belakang untuk menghasilkan daya dorong.


Teknologi ini tidak hanya akan mempercepat perjalanan astronaut menuju Mars tapi juga menjaga keselamatan mereka. Semakin lama astronaut berada di luar angkasa, semakin besar risiko mereka terpapar radiasi luar angkasa yang bisa menyebabkan beragam masalah kesehatan.


Tapi astronaut masih berisiko terpapar radiasi dari reaktor nuklir yang ada di dalam roket. Eades mengatakan hal ini bisa diatasi dengan menempatkan bahan bakar cair, yang bisa memblok partikel radiasi, di antara mesin dan area awak.


Jarak antara area awak dan reaktor juga bisa menjadi penengah, dan desain NTP akan menempatkan area tinggal di ujung lain roket yang terpisah jauh dari reaktor.


Sayangnya roket bertenaga nuklir tidak bisa meluncur dari landasan pacu di Bumi untuk melindungi orang-orang di sekitarnya. Roket ini harus dibawa oleh roket konvensional ke orbit terlebih dahulu, setelah itu reaktornya baru bisa dinyalakan.


Chief Engineer Space Technology Mission Directorate NASA Jeff Sheehy mengatakan setelah berada di orbit roket bertenaga nuklir terbilang sudah aman karena radiasi termal tidak bisa bergerak dalam ruang vakum.


Jika terjadi bencana dan reaktor roket rusak, puing-puingnya tidak akan mendarat di Bumi atau planet lainnya hingga puluhan ribu tahun. Sheehy mengatakan setelah itu material radioaktif sudah membusuk secara alami dan tidak lagi berbahaya.


USNC-Tech sudah memamerkan pengembangan teknologi NTP ke NASA. Sheehy setuju roket bertenaga roket bisa membantu manusia menjelajahi tata surya lebih jauh lagi, tapi teknologi ini membutuhkan waktu 20 tahun sebelum digunakan secara umum.


"Tidak ada orang yang pernah terbang menggunakan roket berpenggerak nuklir. Saya pikir itu harus diterbangkan beberapa kali ... sebelum seseorang menjual tiketnya," ucap Sheehy.

https://indomovie28.net/movies/the-second-time-around/


Akhirnya, Wahana Antariksa China Potret Keindahan Planet Mars

 Menjelang tiba sampai orbit Mars, wahana antariksa Tianwen-1 milik China langsung memamerkan keahliannya. Planet Mars berhasil dipotret untuk pertama kalinya oleh Tianwen-1.

Tianwen-1 sendiri diperkirakan akan tiba di Mars pada 10 Februari mendatang usai diluncurkan Juli 2020 menggunakan roket Long March 5 dari Wenchang Satellite Launch Center di Pulau Hainan, China.


China National Space Administration (CNSA) mengatakan, Tianwen-1 sudah mengangkasa selama 24 minggu. 3 Januari lalu, posisinya sekitar 130 juta km dari Bumi dan 8,3 juta km dari Mars.


Di saat jarak Tianwen-1 dengan Mars hanya 2,2 juta kilometer dan melihat planet tetangga Bumi itu sudah begitu dekat, Tianwen-1 pun kemudian memotret Mars untuk pertama kalinya. Sekarang berdasarkan data terbaru, wahana tersebut tinggal 1,1 juta km lagi dari planet merah.


"Tujuan utama misi ini adalah mendaratkan wahana antariksa Mei ini di bagian selatan Utopia Planitia Mars, sebuah cekungan terbesar yang diakui di Tata Surya, untuk melakukan survei ilmiah, ujar CNSA dikutip dari BGR, Minggu (7/2/2021).


Dalam perjalan awalnya, Tianwen-1 telah berhasil menyelesaikan beberapa tugas termasuk mengambil foto Bumi dan Bulan, menyesuaikan jalur orbit dan mengecek muatannya.


CNSA mengatakan saat tiba di orbit Mars Tianwen-1 akan berjarak 190 juta km dari Bumi. Total perjalanan yang ditempuh wahana ini sejak diluncurkan pada bulan Juli 2020 adalah 470 juta km.


Tianwen-1 membawa tiga wahana antariksa, yaitu orbiter, lander dan rover yang akan tiba di Mars pada Februari ini. Setelah memasuki orbit, Tianwen-1 akan memulai proses untuk mendaratkan robot penjelajah (rover) ke permukaan Mars. Wahana pengorbit akan mulai proses pencitraan calon lokasi pendaratan yang sesuai di sekitar wilayah Utopia Planitia.


CNSA mengatakan proses persiapan ini akan memakan waktu yang lama, dan pendaratan baru akan dimulai pada bulan Mei.


Jika sukses mendarat rover seberat 240 kg yang dibawa Tianwen-1 akan menginvestigasi karakteristik tanah dan distribusi air es menggunakan instrumen Subsurface Exploration Radar. Rover ini juga akan menganalisa komposisi material permukaan dan karakteristik iklim dan lingkungan permukaan Mars.


Jika semuanya berjalan lancar, China akan menjadi negara ketiga yang berhasil mendaratkan wahana antariksa di Mars setelah Amerika Serikat dan Uni Soviet.

https://indomovie28.net/movies/second-act/


Roket Bertenaga Nuklir Bisa Terbangkan Astronaut ke Mars dalam 3 Bulan


 NASA berencana mendaratkan manusia di Planet Mars pada tahun 2035. Tapi ada banyak tantangan yang harus dihadapi sebelum mewujudkan misi ini, salah satunya durasi perjalanan ke Mars yang sangat panjang.

Untuk meluncurkan misi tanpa awak ke Mars, seperti saat mengirimkan rover Perseverance, membutuhkan waktu sekitar tujuh bulan. Tapi untuk mengirimkan misi berawak membutuhkan waktu yang lebih panjang, sekitar sembilan bulan.


Untuk itu, ilmuwan berlomba-lomba mengembangkan teknologi yang bisa memperpendek durasi perjalanan ke Mars. Seperti perusahaan Ultra Safe Nuclear Technologies (USNC-Tech) yang merancang roket bertenaga termal nuklir (NTP) yang bisa memotong durasi perjalanan menjadi tiga bulan.


Director of Engineering USNC-Tech Michael Eades mengatakan roket bertenaga nuklir akan jauh lebih kuat dan dua kali lebih efisien dibandingkan mesin yang menggunakan bahan bakar kimia. Artinya mesin ini bisa terbang dengan lebih cepat dan jauh, serta menggunakan lebih sedikit bahan bakar.


"Teknologi nuklir akan memperluas jangkauan manusia melewati orbit rendah Bumi dan memasuki deep space," kata Eades kepada CNN, seperti dikutip detikINET, Minggu (7/2/2021).


Sistem NTP menggunakan reaktor nuklir untuk menghasilkan panas dari bahan bakar uranium. Energi termal tersebut digunakan untuk memanaskan bahan bakar cair, biasanya hidrogen cair, yang mengembang menjadi gas dan keluar dari belakang untuk menghasilkan daya dorong.

https://indomovie28.net/movies/the-2nd/