Senin, 15 Februari 2021

Mimpi Melahirkan Padahal Tidak Hamil, Pertanda Apa?

 Bukan sekadar bunga tidur, mimpi adalah sebuah pengalaman psikologis yang dipengaruhi alam bawah sadar saat terlelap. Karenanya, tidak salah jika ada penafsiran tertentu yang menyertainya.

Kondisi fisik juga bisa mempengaruhi mimpi seseorang. Dikutip dari Babycenter, 10 persen ibu hamil mengalami mimpi buruk sekurangnya satu kali dalam seminggu.


Mimpi buruk tersebut bisa berupa sesuatu yang tidak beres saat melahirkan. Misalnya persalinan yang lama dan menyakitkan, atau sampai di rumah sakit tidak tepat waktu.


Menariknya, sebuah penelitian menunjukkan bahwa pengalaman mimpi buruk berhubungan dengan proses persalinan yang lebih singkat dan dengan komplikasi yang lebih sedikit dalam kenyataannya.


Nah, bagaimana dengan mimpi melahirkan padahal tidak sedang hamil?


LANJUTKAN MEMBACA, KLIK DI SINI

https://cinemamovie28.com/movies/one-fine-spring-day/


Punya Pasangan Itu Menyehatkan, Risiko 5 Penyakit Ini Berkurang


 Hidup lajang atau berpasangan adalah pilihan. Namun rupanya, hidup berpasangan bisa berdampak baik bagi kesehatan pria dan wanita. Nyatanya, beberapa risiko penyakit bisa ditekan dengan aktif berhubungan seks, atau kondisi mental yang sehat.

Dilansir Healthline, kehidupan seks yang aktif bisa meningkatkan kerja sistem imun. Studi menunjukan bahwa orang yang aktif berhubungan seks, terhitung 1 - 2 kali seminggu cenderung memiliki banyak immunoglobulin A (IgA). Sebaliknya, orang yang jarang berhubungan seks memiliki kandungan IgA yang lebih sedikit.


Lantas, risiko penyakit apa saja yang bisa ditekan dengan hidup bersama pasangan?


1. Kanker prostat

Menurut beragam sumber, kanker prostat bisa dicegah dengan seks teratur. Namun dikutip dari American Cancer Society, sebenarnya tidak ada teori yang pasti tentang penyebab dan pencegahan kanker prostat.


Yang pasti, dampingilah kehidupan seks yang aman bersama suami atau istri dengan rajin berolahraga, makan sayur dan buah, dan jaga pola makan agar terhindar dari risiko obesitas.


2. Kanker payudara

Dalam riset dari National Center for Biotechnology Information (NCBI) Amerika Serikat, tingkat keaktifan dan disfungsi seksual adalah salah satu faktor di balik kasus kanker payudara pada wanita.


Riset lainnya menunjukan bahwa risiko kanker payudara lebih tinggi pada wanita yang masih lajang hingga usia 35 tahun lantaran tak kunjung hamil dan menyusui.


3. Stres

Bagi sebagian orang, hidup bersama 'teman hidup' adalah salah satu cara untuk meminimalkan stres dan potensi depresi. Jelas, stres bukan hal sepele.


Menurut penelitian Ohio State University, stres bisa memicu radang di berbagai bagian tubuh. Risiko lainnya pun beragam. Mulai dari gangguan jantung, pembuluh darah, dan tekanan darah tinggi.


4. Obesitas

Beberapa riset menunjukkan bahwa aktif berhubungan seks bisa mengurangi risiko gangguan metabolisme dan obesitas. Namun riset dari NCBI Amerika Serikat menyebutkan bahwa berat badan kerap memengaruhi aktivitas dan disfungsi seksualitas baik pada pria atau wanita.


Lagi-lagi, hidup lajang atau berpasangan adalah pilihan. Apa pun pilihannya, pola makan sehat dan olahraga wajib jadi gaya hidup untuk hidup sehat di masa muda dan masa mendatang.

https://cinemamovie28.com/movies/one-fine-day-4/

Kamis, 11 Februari 2021

Catat! Ini Urutan Gejala COVID-19 dari Hari ke Hari

 Berbagai gejala bisa muncul saat seseorang terinfeksi virus Corona. Namun, masih banyak orang yang bingung gejala COVID-19 apa yang akan muncul pertama kali.

Untuk menentukannya, staf medis di sebuah rumah sakit di China menyusun buku terkait COVID-19. Di dalamnya dijelaskan apa saja hal yang bisa mempengaruhi kondisi pasien COVID-19, dengan harapan bisa memperjelas bagaimana virus bisa berkembang.


Dari hasil pengamatan ribuan pasien di China sejak awal tahun 2020 lalu, akhirnya pihak rumah sakit mengidentifikasi pola gejala yang biasa dialami pasien COVID-19. Berikut urutan gejala COVID-19 dari hari ke hari yang dikutip dari laman Express UK.


Hari ke-1

Saat hari pertama terinfeksi COVID-19, gejala ringan mulai muncul seperti demam dan batuk.


Namun, pada sebagian kecil kasus juga mengalami gejala lain seperti diare atau mual. Gejala ini bisa muncul 1-2 hari sebelumnya dan bisa menjadi tanda infeksi yang lebih parah.


Hari ke-3

Di hari ketiga ni, rata-rata pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit di Wenzhou mulai mengalami gejala. Berdasarkan penelitian terhadap 550 rumah sakit di seluruh China, banyak pasien COVID-19 yang dirawat mulai mengembangkan pneumonia di hari ketiga.


Hari ke-5

Di hari kelima, pasien COVID-19 yang parah bisa mengalami gejala Corona yang lebih buruk. Mereka mungkin mengalami kesulitan bernapas, terutama pada kelompok lansia atau orang dengan penyakit komorbid yang berpengaruh sebelumnya.


Hari ke-7

Pada hari ketujuh, pasien COVID-19 di Wuhan, China rata-rata mengalami gejala lainnya. Umumnya, mereka mengalami gejala sesak napas.


Hari ke-8

Di titik ini, pasien dengan COVID-19 yang parah mungkin akan mengalami sesak napas, pneumonia, atau sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS). Jika mengalami sindrom ARDS ini seringkali berakibat fatal.

https://indomovie28.net/movies/sea-breeze-unfaithful-woman/


Hari ke-9

Beberapa pasien di Wuhan juga mulai mengembangkan gejala sepsis pada hari ke-9. Sepsis merupakan infeksi yang disebabkan karena respons kekebalan yang agresif.


Gejala COVID-19 pada hari ke-10 dan seterusnya bisa disimak di halaman berikutnya.


Hari ke-10 sampai ke-11

Pada hari ke-10 dan ke-11, gejala yang dialami pasien COVID-19 semakin memburuk dan kemungkinan besar akan dirawat di ICU.

Pasien COVID-19 tersebut mungkin mengalami sakit perut yang berlebih dan kehilangan nafsu makan yang lebih besar, dibandingkan dengan pasien yang bergejala ringan.


Hari ke-12

Sebagian pasien COVID-19 mungkin mulai sembuh dari demam setelah hari ke-12. Tetapi, jika kondisinya semakin memburuk, di hari ke-12 ini kemungkinan dirawat di ruang ICU.


Hari ke-16

Berdasarkan sebuah studi, di hari ke-16 ini gejala batuk pada sebagian pasien COVID-19 mulai berkurang, bahkan ada yang sembuh.


Hari ke-17 sampai ke-21

Pada rentang waktu ini, rata-rata pasien COVID-19 di Wuhan sudah sembuh dari virus Corona dan mulai dipulangkan dari rumah sakit. Namun, ada juga pesien yang tidak tertolong dan meninggal setelah dirawat di rumah sakit selama 2,5 sampai 3 minggu.


Hari ke-19

Berdasarkan penelitian, pada hari ke-19 ini sesak napas yang dialami para pasien COVID-19 kemungkinan akan pulih.


Hari ke-27

Rata-rata pasien COVID-19 di Wuhan dirawat di rumah sakit hingga 27 hari tak semuanya bisa langsung pulang, ada beberapa yang harus dirawat lebih lama. Meskipun diijinkan pulang, bukan berarti gejala yang dialaminya sudah hilang sepenuhnya.


Beberapa pasien Corona melaporkan masih mengalami gejala COVID-19 selama berbulan-bulan. Gejala yang dialami, seperti nyeri dada, sesak napas, mual, jantung berdebar-debar, hingga kehilangan kemampuan indra penciuman dan perasa.

https://indomovie28.net/movies/hole-in-law-2/