CEO OnePlus Pete Lau pamer foto yang sangat mirip dengan foto 'Earthrise' menjelang peluncuran HP flagship terbaru mereka, yaitu OnePlus 9.
"Something new is on the horizon," tulis OnePlus dalam poster tersebut, yang tautannya dikicaukan oleh Lau, lengkap dengan tanggal peluncurannya. Yaitu pada 8 Maret mendatang.
Earthrise adalah nama foto yang diambil dalam misi Apollo 8. Dalam foto tersebut terlihat Bumi dan sebagian bagian permukaan bulan, yang dipotret oleh astronaut William Anders dari orbit bulan pada 24 Desember 1968.
Menariknya, foto ini dijepret menggunakan kamera Hasselblad, perusahaan asal Swedia, yang kabarnya digandeng OnePlus untuk ponsel terbarunya, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Selasa (2/3/2021).
Foto semacam ini lazim dipakai oleh pabrikan ponsel untuk memamerkan kemampuan kamera di ponselnya yang bisa memotret bulan. Jadi diasumsikan kalau OnePlus 9 juga mungkin akan mengedepankan fitur kamera, atau tepatnya fitur astrophotography-nya.
OnePlus juga sebelumnya dikabarkan akan merilis tiga ponsel di seri OnePlus 9. yaitu OnePlus 9, OnePlus 9 Pro, dan OnePlus 9R, serta sebuah smartwatch, pada pertengahan Maret 2021.
Rumor lain juga menyebutkan kalau OnePlus 9 Pro bakal dilengkapi wireless fast charging 45W. Sementara OnePlus 9 disebut punya layar datar 6,55 inch 120Hz 1080p, dan 9 Pro menggunakan layar 6,78 inch 120Hz 1440p.
Dua seri tersebut kabarnya akan menggunakan Snapdragon 888 sebagai otaknya. Sementara OnePlus 9R bakal menggunakan Snapdragon 865, yang banyak dipakai di ponsel flagship keluaran 2020.
https://movieon28.com/movies/mr-vampire-iii/
Twitter Akan Hapus Akun yang Sebarkan Misinformasi Vaksin COVID-19
Sudah 1 tahun COVID-19 ada di Indonesia, namun hoax masih merajalela di Tanah Air dan dunia. Twitter akan menandai cuitan yang ketahuan membagikan misinformasi seputar vaksin COVID-19. Mereka juga akan lebih tegas menindak akun yang menyebarkan misinformasi, salah satunya dengan memblokir akun secara permanen.
Cuitan yang melanggar aturan Twitter tentang misinformasi akan diberikan label di bagian bawahnya, mirip seperti label yang diterapkan Twitter sejak awal pandemi. Label ini akan berisi tautan yang mengarahkan pengguna ke penjelasan dari sumber resmi atau aturan Twitter.
Twitter mengatakan aturan baru ini awalnya akan dijalankan oleh moderator manusia dan bukan sistem otomatis. Hal ini dilakukan untuk melatih sistem kecerdasan buatan miliknya agar nantinya kombinasi manusia dan AI bisa memantau misinformasi vaksin di Twitter.
Saat ini, kebijakan label baru ini hanya akan diberikan ke cuitan dalam bahasa Inggris, seperti dikutip dari The Verge, Selasa (2/3/2021).
Twitter memiliki kriteria khusus untuk menandai cuitan yang dianggap melanggar aturannya tentang misinformasi COVID-19, tapi secara umum mereka menargetkan lima kategori informasi menyesatkan yaitu:
Misinformasi tentang sifat virus
Misinformasi tentang efikasi pengobatan dan tindakan pencegahan
Misinformasi tentang regulasi, pembatasan, dan pengecualian terkait dengan nasihat kesehatan
Misinformasi tentang prevalensi virus dan risiko infeksi atau kematian
Afiliasi menyesatkan (misalnya, mengaku sebagai dokter atau pejabat kesehatan masyarakat)
Label baru ini juga akan mempengaruhi sistem hukuman baru dari Twitter. Cuitan yang ditandai melanggar aturan terhitung sebagai peringatan pertama.
Jika cuitan tersebut dianggap berbahaya dan berhubungan dengan teori konspirasi tentang COVID-19, Twitter mungkin akan menghapus cuitan tersebut dan penghapusan itu terhitung sebagai peringatan kedua.
https://movieon28.com/movies/new-mr-vampire-ii/