Jumat, 05 Maret 2021

Ada 14 Wilayah RI yang Masih 'Bebas' Corona, Ini Daftarnya

 Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan jumlah wilayah yang masuk ke dalam zona hijau Corona di Indonesia makin sedikit. Penurunan ini terjadi setelah adanya lonjakan kasus COVID-19 sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret 2020 lalu.

"Dapat dilihat bahwa zona hijau yang pada awalnya masih terlihat cukup banyak pada wilayah barat dan timur Indonesia, semakin lama semakin berkurang hingga tersisa sangat sedikit pada bulan Februari 2021," kata Wiku dalam konferensi pers BNPB, Kamis (4/3/2021).


Hingga kini, per 28 Februari 2021, total wilayah yang masuk ke dalam zona hijau Corona hanya ada 14 kabupaten-kota. Wilayah tersebut didominasi oleh wilayah Indonesia timur.


Zona hijau sendiri terbagi menjadi dua kategori, yaitu zona tak terdampak dan zona tidak ada kasus COVID-19.


Sementara itu, kata Wiku, saat ini zona oranye atau zona risiko sedang penularan virus Corona lebih mendominasi di Indonesia, yakni ada 277 kabupaten-kota.


"Zona oranye yang pada awalnya hanya mendominasi di Pulau Jawa dan sedikit pada Pulau Kalimantan dan Sumatera perkembangannya menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan," jelasnya.


"Hingga pada bulan Desember 2020 di seluruh Pulau di Indonesia didominasi oleh kabupaten kota dengan zona risiko oranye," tambanya.


Berikut detail daftar zona hijau Corona di Indonesia per 28 Februari 2021, dikutip dari situs covid19.go.id.


Zona tidak terdampak

Papua:

Puncak

Dogiyai

Intan Jaya.

Zona tidak ada kasus

Sumatera Utara:

Nias Utara

Nias Barat.

Papua Barat:

Raja Ampat.

Papua:

Puncak Jaya

Pegunungan Bintang

Yahukimo

Tolikara

Waropen

Mamberamo Raya.

Nusa Tenggara Timur:

Sumba Tengah.

Maluku Utara:

Pulau Taliabu.

https://kamumovie28.com/movies/fall-from-grace/


Obesitas Jadi Faktor Pendorong Terbesar Kematian COVID-19 di Dunia


Studi terbaru yang dilakukan oleh peneliti dari Johns Hopkins University dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menemukan obesitas sebagai faktor pendorong terbesar kematian karena COVID-19. Tingkat kematian COVID-19 disebut bisa 10 kali lebih tinggi di negara yang sekitar 50 persen populasinya obesitas.

Laporan studi yang melihat hubungan 'dramatis' ini lebih lanjut menemukan sekitar 90 persen atau 2,2 juta dari 2,5 juta kematian COVID-19 dunia terjadi di negara dengan tingkat obesitas tertinggi.


Amerika Serikat (AS) dan Inggris jadi contoh negara dengan masalah obesitas yang melaporkan banyak kematian COVID-19. Inggris disebut studi memiliki 184 kematian COVID-19 per 100 ribu penduduk dan 63,7 persen populasinya obesitas, sementara AS memiliki 152,49 kematian COVID-19 per 100 ribu penduduk dan 67,9 persen populasinya obesitas.


"Lihat Jepang dan Korea Selatan, mereka memiliki tingkat kematian COVID-19 yang rendah, begitu juga dengan obesitasnya," kata salah satu peneliti, Profesor Tim Lobstein, seperti dikutip dari Reuters pada Jumat (5/3/2021).


Presiden World Obesity Federation, John Wilding, berkomentar kemungkinan para penyandang lansia bisa dianggap sebagai kelompok yang mendapat prioritas mendapat vaksin COVID-19. Tujuannya untuk bisa segera mengurangi kasus-kasus kematian.


"Sangat penting agar kita mengenali bahwa obesitas... meningkatkan risiko," ungkap John.

https://kamumovie28.com/movies/the-three/

6 Cara Menghindari Varian Baru Corona B117 Menurut Pakar

  Varian baru Corona B117 asal Inggris sudah masuk Indonesia. Jenis varian ini sebelumnya disebut-sebut lebih menular 40-70 persen.

"Karena variannya lebih cepat menyebar. Hal itu bisa menyebabkan timbulnya lebih banyak kasus dan semakin membebani sistem perawatan kesehatan," ungkap Dr Henry Walke dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC).


Maka dari itu, catat enam cara untuk melindungi diri dari varian baru Corona B117, dikutip dari Heathline.


1. Membatasi mobilitas

Sebisa mungkin batasi aktivitas bertemu dengan orang banyak. Hal ini demi menghindari kerumunan yang bisa memicu penularan COVID-19 semakin tinggi.


Bila dalam keadaan mendesak, tetap jaga berapa banyak orang yang berada di dalam atau di luar ruangan saat bertemu. Protokol kesehatan termasuk menjaga jarak juga tak boleh luput dari perhatian.


Hal ini juga berlaku bagi kerumunan di keluarga atau teman dekat yang tak jarang disadari menjadi sumber penularan COVID-19.

https://kamumovie28.com/movies/three-5/


2. Mengurangi waktu berbelanja di luar rumah

Sering datang ke pusat perbelanjaan membuat diri menjadi lebih sering terpapar lingkungan dan orang-orang yang mungkin membawa virus.


"Setiap menit yang dihabiskan untuk berbelanja di dalam ruangan meningkatkan risiko Anda," jelas dr Scott Braunstein, direktur Sollis Health dari Los Angeles.


3. Bekerja di ruangan terbuka (outdoor)

Jika pekerjaan tidak memungkinkan untuk dilakukan dari rumah atau biasa disebut work from home (WFH), maka cara terbaik untuk melindungi diri dari terinfeksi COVID-19 dengan bekerja di ruangan terbuka.


"Banyak penularan COVID-19 terjadi melalui kontak di tempat kerja, jadi pastikan untuk terus melakukan jaga jarak di tempat kerja, memindahkan rapat atau pertemuan lain di luar, jika memungkinkan, atau virtual," lanjut dr Braunstein.


4. Memakai masker

CDC melaporkan bahwa masker dapat mengurangi penyebaran COVID-19. Masker bedah atau N95 dipercaya efektif menjadi proteksi dari terpapar virus.

Tapi, bagi yang menggunakan masker kain, perhatikan jenis kain dan lapisan kainnya sesuai himbauan CDC. dr Anthony Fauci juga menyarankan untuk memakai masker rangkap demi menghindari varian baru Corona B117.


Namun, pemakaian masker rangkap tak boleh asal-asalan. Di lapisan pertama sebaiknya mengenakan masker medis sekali pakai, di lapisan kedua baru mengenakan masker kain.


5. Rutin cuci tangan dan wajib selalu bawa hand sanitizer

Membersihkan tangan dilakukan dengan menggunakan air dan sabun selama 20 detik. Jika kesulitan mengakses air, gunakanlah hand sanitizer dengan kandungan alkohol 60 persen.


Di kondisi ini Braunstein mengingatkan, aktivitas seperti menyentuh permukaan benda yang disentuh termasuk kartu kredit atau pegangan pompa bensin tentu berisiko.


6. Vaksin Corona

Vaksinasi COVID-19 diyakini bisa membuat seseorang tak mengalami sakit parah akibat COVID-19. Maka dari itu, saat mendapat giliran, sesegera mungkin untuk melakukan vaksinasi.


"Namun, bisa dibayangkan bahwa salah satu varian lain, atau varian masa depan, mungkin memerlukan vaksin baru," katanya mengingatkan untuk divaksin sesegera mungkin jika memiliki kesempatan.

https://kamumovie28.com/movies/three-4/