Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan jumlah wilayah yang masuk ke dalam zona hijau Corona di Indonesia makin sedikit. Penurunan ini terjadi setelah adanya lonjakan kasus COVID-19 sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret 2020 lalu.
"Dapat dilihat bahwa zona hijau yang pada awalnya masih terlihat cukup banyak pada wilayah barat dan timur Indonesia, semakin lama semakin berkurang hingga tersisa sangat sedikit pada bulan Februari 2021," kata Wiku dalam konferensi pers BNPB, Kamis (4/3/2021).
Hingga kini, per 28 Februari 2021, total wilayah yang masuk ke dalam zona hijau Corona hanya ada 14 kabupaten-kota. Wilayah tersebut didominasi oleh wilayah Indonesia timur.
Zona hijau sendiri terbagi menjadi dua kategori, yaitu zona tak terdampak dan zona tidak ada kasus COVID-19.
Sementara itu, kata Wiku, saat ini zona oranye atau zona risiko sedang penularan virus Corona lebih mendominasi di Indonesia, yakni ada 277 kabupaten-kota.
"Zona oranye yang pada awalnya hanya mendominasi di Pulau Jawa dan sedikit pada Pulau Kalimantan dan Sumatera perkembangannya menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan," jelasnya.
"Hingga pada bulan Desember 2020 di seluruh Pulau di Indonesia didominasi oleh kabupaten kota dengan zona risiko oranye," tambanya.
Berikut detail daftar zona hijau Corona di Indonesia per 28 Februari 2021, dikutip dari situs covid19.go.id.
Zona tidak terdampak
Papua:
Puncak
Dogiyai
Intan Jaya.
Zona tidak ada kasus
Sumatera Utara:
Nias Utara
Nias Barat.
Papua Barat:
Raja Ampat.
Papua:
Puncak Jaya
Pegunungan Bintang
Yahukimo
Tolikara
Waropen
Mamberamo Raya.
Nusa Tenggara Timur:
Sumba Tengah.
Maluku Utara:
Pulau Taliabu.
https://kamumovie28.com/movies/fall-from-grace/
Obesitas Jadi Faktor Pendorong Terbesar Kematian COVID-19 di Dunia
Studi terbaru yang dilakukan oleh peneliti dari Johns Hopkins University dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menemukan obesitas sebagai faktor pendorong terbesar kematian karena COVID-19. Tingkat kematian COVID-19 disebut bisa 10 kali lebih tinggi di negara yang sekitar 50 persen populasinya obesitas.
Laporan studi yang melihat hubungan 'dramatis' ini lebih lanjut menemukan sekitar 90 persen atau 2,2 juta dari 2,5 juta kematian COVID-19 dunia terjadi di negara dengan tingkat obesitas tertinggi.
Amerika Serikat (AS) dan Inggris jadi contoh negara dengan masalah obesitas yang melaporkan banyak kematian COVID-19. Inggris disebut studi memiliki 184 kematian COVID-19 per 100 ribu penduduk dan 63,7 persen populasinya obesitas, sementara AS memiliki 152,49 kematian COVID-19 per 100 ribu penduduk dan 67,9 persen populasinya obesitas.
"Lihat Jepang dan Korea Selatan, mereka memiliki tingkat kematian COVID-19 yang rendah, begitu juga dengan obesitasnya," kata salah satu peneliti, Profesor Tim Lobstein, seperti dikutip dari Reuters pada Jumat (5/3/2021).
Presiden World Obesity Federation, John Wilding, berkomentar kemungkinan para penyandang lansia bisa dianggap sebagai kelompok yang mendapat prioritas mendapat vaksin COVID-19. Tujuannya untuk bisa segera mengurangi kasus-kasus kematian.
"Sangat penting agar kita mengenali bahwa obesitas... meningkatkan risiko," ungkap John.