Sabtu, 06 Maret 2021

WHO Batal Rilis Laporan Sementara Hasil Investigasi Corona di Wuhan, Kenapa?

 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membatalkan rencana untuk merilis laporan sementara dari hasil tim investigasi Corona di China. Tim ini dikirim untuk menyelidiki asal-usul dari pandemi yang pertama kali teridentifikasi di Wuhan, China.

Pernyataan ini dilaporkan oleh The Wall Street Journal pada Kamis (4/3/2021) malam.


Sebelumnya, pada 12 Februari 2021 lalu Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa laporan pendahuluan dengan ringkasan temuan dari tim akan segera dirilis. Kemudian, laporan lengkapnya juga akan dipublikasi dalam hitungan minggu.


Namun, rencana perilisan laporan tersebut dibatalkan. Menurut juru bicara WHO, nantinya tim investigasi yang akan menerbitkan laporan secara lengkap dengan ringkasan temuan-temuan pentingnya.


"Menurut definisi, ringkasan ini tidak memiliki semua detail rincian," kata pimpinan tim investigasi WHO, Dr Ben Embarek yang dikutip dari The Straits Times, Jumat (5/3/2021).


"Jadi, karena begitu banyak yang tertarik dengan laporan ini, ringkasannya saja tidak akan memuaskan rasa penasaran pembaca," lanjutnya.

https://movieon28.com/movies/way-back-home-2/


Duh, Banyak Pasangan Langgar Lockdown Demi Bercinta Bikin Polisi Kewalahan


- Untuk mencegah penularan COVID-19, pemerintah Inggris membuat kebijakan lockdown guna melindungi masyarakat dari terinfeksi. Tetapi tidak semua orang menegakkan aturan tersebut. Ditemukan beberapa orang melanggar aturan lockdown.

Polisi menangkap banyak pasangan yang melanggar lockdown agar bisa bercinta. Akibat ini, pasangan tersebut mendapat beragam sanksi.


Salah satu pasangan yang ditemukan polisi diberi sanksi berupa denda sekitar Rp 4 juta karena polisi menemukan mereka melanggar lockdown dan bercinta dan memakai ganja di dalam mobil di Lime Lande di Morley


"Petugas yang berpatroli di daerah Morley menemukan sebuah kendaraan di pedesaan di Lime Lane sekitar pukul 11.50 pada Senin 1 Maret," tulis pernyataan resmi polisi Inggris dikutip dari Metro UK.


"Seorang pria dan seorang wanita, keduanya dari daerah Derby, diberikan pemberitahuan hukuman tetap karena melanggar undang-undang COVID-19 tentang perjalanan yang tidak penting," tambahnya.


Pasangan lainnya, juga didenda sekitar Rp 4 juta setelah polisi yang berpatroli menemukan mereka di Whitlingham Broad, dekat Norwich. Keduanya diketahui melakukan perjalanan sekitar 16.000 KM dari rumah mereka di Plymouth.


Sebagai upaya menegakkan aturan lockdown. Pengawas Kepolisian Nathan Clark, dari Kepolisian Norfolk telah memperingatkan bahwa pasukannya akan menindak keras siapapun yang melanggar aturan lockdown.


Pelanggaran lockdown juga terjadi akibat masyarakat sudah lelah melaksanakan lockdown sehingga muncul keinginan untuk berpergian.


"Penting untuk diingat bahwa aturan penguncian tetap berlaku dan setiap perjalanan yang kita lakukan harus dilakukan hanya untuk tujuan penting," ungkap Nathan Clark.


Terpopuler Sepekan: Cara Melindungi Diri dari Varian Baru Corona B117


 Varian baru Corona B117 asal Inggris sudah masuk Indonesia. Kabar ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan dr Dante Saksono pada pernginatan pandemi Corona di Indonesia.

"Saya mendapatkan informasi bahwa tepat dalam setahun ini kita menemukan mutasi B117 UK mutation di Indonesia," ungkap dr Dante pada konferensi pers setahun pandemi Corona RI, selasa (2/3/2021).


Diketahui dua kasus varian baru corona B117 tersebut ditemukan di Karawang. Mereka adalah TKI yang dating dari Arab Saudi, (M) asal kecamatan Lemah Abang dan (A) asal kecamatan Pedes. Keduanya menggunakan pesawat yang berbeda.


Dalam kesempatan terpisah, Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Subandrio menyebut varian baru Corona Inggris B117 sebenarnya sudah ditemukan di RI beberapa minggu lalu.

https://movieon28.com/movies/way-back-home/

Ngeri! WHO Sebut Pandemi Corona Lebih Traumatis daripada Perang Dunia II

 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan pandemi COVID-19 dianggap menyebabkan trauma massal dalam skala yang lebih besar daripada Perang Dunia II. Dampaknya juga akan berlangsung selama bertahun-tahun yang akan datang.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom mengingatkan bukan tidak mungkin dampak dari pandemi Corona akan berlangsung dalam beberapa tahun ke depan.


"Hampir seluruh dunia terpengaruh, setiap individu di permukaan dunia benar-benar terpengaruh. Dan itu berarti trauma massal, yang melebihi proporsi, bahkan lebih besar dari yang dialami dunia setelah Perang Dunia Kedua," ungkapnya dikutip dari CNBC International, Sabtu (6/3/2021).


Trauma massal akibat pandemi akan memengaruhi suatu komunitas selama bertahun-tahun yang akan datang. Tedros mengatakan, pandemi sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan mental manusia.


Pernyataan WHO ini adalah respons atas pertanyaan apakah negara-negara harus lebih mempertimbangkan dampak pandemi terhadap ekonomi dan kesehatan mental ke depannya. Tedros menekankan, kesehatan mental harus diutamakan.


"Jawabannya pasti, ya," kata Maria Van Kerkhove, Kepala Unit Penyakit dan Zoonosis WHO, menambahkan pernyataan Tedros.


"Ada ragam dampak yang ditimbulkan pada individu, apakah Anda kehilangan orang yang dicintai, atau anggota keluarga atau teman terkena virus ini. Entah Anda kehilangan pekerjaan, anak-anak tidak bersekolah, orang terpaksa tinggal di rumah dalam situasi yang sulit," lanjutnya.


Dunia saat ini masih dalam fase akut dari pandemi terutama saat virus menyerang sebuah komunitas, dan menewaskan puluhan ribu orang setiap minggunya. Bagaimanapun, dampak kesehatan mental akan menjadi masalah besar dalam jangka panjang.

https://movieon28.com/movies/the-way-way-back/


WHO Batal Rilis Laporan Sementara Hasil Investigasi Corona di Wuhan, Kenapa?


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membatalkan rencana untuk merilis laporan sementara dari hasil tim investigasi Corona di China. Tim ini dikirim untuk menyelidiki asal-usul dari pandemi yang pertama kali teridentifikasi di Wuhan, China.

Pernyataan ini dilaporkan oleh The Wall Street Journal pada Kamis (4/3/2021) malam.


Sebelumnya, pada 12 Februari 2021 lalu Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa laporan pendahuluan dengan ringkasan temuan dari tim akan segera dirilis. Kemudian, laporan lengkapnya juga akan dipublikasi dalam hitungan minggu.


Namun, rencana perilisan laporan tersebut dibatalkan. Menurut juru bicara WHO, nantinya tim investigasi yang akan menerbitkan laporan secara lengkap dengan ringkasan temuan-temuan pentingnya.


"Menurut definisi, ringkasan ini tidak memiliki semua detail rincian," kata pimpinan tim investigasi WHO, Dr Ben Embarek yang dikutip dari The Straits Times, Jumat (5/3/2021).


"Jadi, karena begitu banyak yang tertarik dengan laporan ini, ringkasannya saja tidak akan memuaskan rasa penasaran pembaca," lanjutnya.


Duh, Banyak Pasangan Langgar Lockdown Demi Bercinta Bikin Polisi Kewalahan


- Untuk mencegah penularan COVID-19, pemerintah Inggris membuat kebijakan lockdown guna melindungi masyarakat dari terinfeksi. Tetapi tidak semua orang menegakkan aturan tersebut. Ditemukan beberapa orang melanggar aturan lockdown.

Polisi menangkap banyak pasangan yang melanggar lockdown agar bisa bercinta. Akibat ini, pasangan tersebut mendapat beragam sanksi.


Salah satu pasangan yang ditemukan polisi diberi sanksi berupa denda sekitar Rp 4 juta karena polisi menemukan mereka melanggar lockdown dan bercinta dan memakai ganja di dalam mobil di Lime Lande di Morley


"Petugas yang berpatroli di daerah Morley menemukan sebuah kendaraan di pedesaan di Lime Lane sekitar pukul 11.50 pada Senin 1 Maret," tulis pernyataan resmi polisi Inggris dikutip dari Metro UK.


"Seorang pria dan seorang wanita, keduanya dari daerah Derby, diberikan pemberitahuan hukuman tetap karena melanggar undang-undang COVID-19 tentang perjalanan yang tidak penting," tambahnya.


Pasangan lainnya, juga didenda sekitar Rp 4 juta setelah polisi yang berpatroli menemukan mereka di Whitlingham Broad, dekat Norwich. Keduanya diketahui melakukan perjalanan sekitar 16.000 KM dari rumah mereka di Plymouth.


Sebagai upaya menegakkan aturan lockdown. Pengawas Kepolisian Nathan Clark, dari Kepolisian Norfolk telah memperingatkan bahwa pasukannya akan menindak keras siapapun yang melanggar aturan lockdown.


Pelanggaran lockdown juga terjadi akibat masyarakat sudah lelah melaksanakan lockdown sehingga muncul keinginan untuk berpergian.


"Penting untuk diingat bahwa aturan penguncian tetap berlaku dan setiap perjalanan yang kita lakukan harus dilakukan hanya untuk tujuan penting," ungkap Nathan Clark.

https://movieon28.com/movies/the-way-back-2/