- Sebuah tengkorak wanita ditemukan di sebuah gua terpencil di utara Italia. Tengkorak yang diperkirakan berusia 5.300 tahun itu diduga untuk ritual kematian.
Tengkorak tersebut ditemukan di dalam sistem gua bernama Marcel Loubens pada 2015. Para arkeolog baru-baru ini menemukan sebuah fakta menarik mengapa tengkorak wanita tersebut bisa ditemukan di gua terpencil itu.
Dihimpun detikTravel dari beberapa sumber, Selasa (9/3/2021), pimpinan tim arkeolog, Maria Giovanna Belecastro, dari Universitas Bologna di Italia, mengemukakan teori bagaimana tengkorak wanita itu bisa berakhir di Gua Marcel Loubens.
"Kejadian alam yang tak terduga sepertinya membuat tengkorak itu berakhir di sana, dibuktikan dengan luka post-mortem yang ada di tengkorak itu," kata Giovanna.
Tengkorak tersebut diperkirakan merupakan tengkorak wanita berusia 30 tahunan. Dari penelitian para ahli, sebelum menjadi tengkorak, bagian kepala wanita itu disayat dan seperti dikuliti. Para ahli menduga itu merupakan bagian dari sebuah ritual kematian.
"Saat ini, kami berfokus menginvestigasi keadaan saat kematian wanita ini terjadi. Tengkorak wanita itu menunjukkan adanya luka sebagai hasil dari manipulasi perimortem yang kemungkinan disebabkan oleh dihilangkannya jaringan lunak," jelas Giovanna.
Menguliti orang yang sudah mati diketahui sudah cukup biasa dilakukan di masa prasejarah, tepatnya di masa manusia Neanderthal hidup.
Profesor Giovanna Belecastro dan koleganya menggunakan mikroskop dan alat CT Scan untuk membuat replika dari tengkorak wanita misterius itu.
Studi terbaru mereka menunjukkan wanita tersebut meninggal dalam keadaan kurang sehat. Dia mengalami kekurangan zat besi dan vitamin. Dia juga disebut menderita kelainan kelenjar endokrin dari analisis giginya yang tersisa.
Tengkorak wanita tersebut ditemukan di bagian langit-langit vertikal gua, dengan ketinggian kira-kira 12 meter di bawah sistem gua sepanjang 26 meter yang tersembunyi di bawah permukaan tanah.
https://kamumovie28.com/movies/the-place-beyond-the-pines/
7 Tips Bercinta Anti Berisik Agar Tak Ganggu Anak-anak Tidur
Bagi pasutri yang sedang punya anak kecil, rutinitas bercinta umumnya jadi prioritas kesekian setelah mengasuh anak. Salah satu pilihan untuk curi-curi waktu adalah setelah mereka tertidur.
Itupun tidak selalu mudah. Terlebih bagi kamar maupun tempat tidurnya berdekatan dengan anak, atau bahkan masih tidur bersama dengan anak-anak.
Satu-satunya pilihan dalam kondisi seperti ini adalah bercinta dengan manuver seminimal mungkin agar tidak berisik, sehingga anak tidak terbangun dari tidur.
Bercinta tanpa mengeluarkan suara tentu tidak mudah, tetapi bukan berarti tidak mungkin. Dikutip dari Healthline, ada beberapa tips untuk mengakalinya.
1. Atur posisi tempat tidur
Menggeser tempat tidur agar tidak menempel ke dinding biasanya cukup efektif mengurangi bunyi. Suara gesekan antara ranjang dengan dinding bisa dihindari.
Tidak lupa, kencangkan rangka dan sambungan tempat tidur agar lebih kokoh menahan guncangan.
2. Putar musik
Suara-suara tertentu yang disebut white noise bisa membuat anak-anak tidur lebih pulas. Selain itu, musik yang menenangkan juga bisa membantu menyamarkan desahan-desahan lembut yang mungkin tidak tertahankan.
3. Fokus ke ekspresi dibanding bersuara
Pada kondisi normal, komunikasi saat berhubungan seks banyak dilakukan dengan suara, baik berbicara atau lewat desahan-desahan tertentu. Saat kondisi tidak memungkinkan untuk bersuara, manfaatkan gestur dan ekspresi. Mulailah mempelajari bahasa tubuh pasangan masing-masing.
KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA