Selasa, 09 Maret 2021

Promosi Free Fire, Ada Pet Dreki Gratis di Event Bonus Top Up

 Ayo main Free Fire mumpung akhir pekan. Kamu ada kesempatan mendapatkan Pet Dreki gratis dari event bonus top up.

Kehadiran Pet di Free Fire menjadi salah satu aspek penting dalam kemenangan di permainan Free Fire. Skill tambahan yang diberikan Pet akan membuat pemain memiliki berbagai keunggulan untuk bertahan hidup lebih lama di dalam game Battle Royale ini. Kali ini, pemain bisa memiliki Pet Dreki secara gratis melalui event bonus top up.


Dreki merupakan sosok naga imut berwarna merah. Kemampuan Pet Dreki untuk melihat posisi musuh tentu akan sangat menguntungkan bagi pemain Free Fire dalam mengeliminasi musuh. Hal ini juga membuat Pet Dreki ini cocok digunakan oleh pemain Free Fire dalam semua mode baik mode Solo, Duo, maupun Squad.


Dreki sendiri mempunyai skill bernama Dragon Glare yang berguna untuk mengetahui posisi lawan saat bermain. Pada level maksimal, Dreki mampu melihat 4 lawan yang sedang menggunakan Medical Kit dalam jarak 30 m, berlangsung selama 5 detik.


Dengan melakukan Top Up minimal 140 Diamond di tanggal 6-12 Maret 2021 kita bisa mendapatkan langsung Pet Dreki secara gratis.


*Artikel ini adalah kerja sama detikINET dan Garena.

https://trimay98.com/movies/pixels-2/


Ribuan Aplikasi Android dan iOS Ekspos Data Pengguna dari Cloud 


Jakarta - Ribuan aplikasi Android dan iOS ketahuan membocorkan data penting pengguna. Hal ini karena pengembang aplikasi menggunakan layanan cloud publik yang tidak diamankan dengan baik.

Perusahaan keamanan mobile Zimperium belum lama ini meneliti 1,3 juta aplikasi Android dan iOS untuk mendeteksi kesalahan konfigurasi cloud yang rawan mengekspos data pengguna.


Dari hasil penelitian ini ditemukan hampir 84.000 aplikasi Android dan 47.000 aplikasi iOS menggunakan layanan cloud publik, seperti Amazon Web Services, Google Cloud atau Microsoft Azure, ketimbang menggunakan servernya sendiri.


Dari ratusan ribu aplikasi tersebut, peneliti menemukan 14% dari total aplikasi (11.877 aplikasi Android dan 6.608 aplikasi iOS) mengekspos informasi pribadi, password hingga informasi kesehatan pengguna.


"Ini adalah tren yang mengkhawatirkan," kata CEO Zimperium Shridhar Mittal, seperti dikutip dari Wired, Sabtu (6/3/2021).


"Banyak dari aplikasi ini memiliki penyimpanan cloud yang tidak dikonfigurasi dengan benar oleh developer atau siapapun yang mengaturnya dan, karena itu, data bisa dilihat oleh siapa saja. Dan sebagian besar dari kita memiliki aplikasi-aplikasi itu sekarang," imbuhnya.


Peneliti Zimperium mencoba menghubungi sejumlah developer aplikasi yang cloud-nya terekspos, tapi mereka mengatakan hanya menerima sedikit respons dan banyak aplikasi yang masih membocorkan data.


Mittal mengatakan Zimperium juga tidak bisa menghubungi puluhan ribu developer aplikasi. Ini adalah alasan mengapa Zimperium tidak merilis nama-nama aplikasi yang terdampak dalam laporannya.


Aplikasi yang ketahuan mengekspos data pengguna bervariasi, ada yang hanya memiliki ribuan pengguna hingga jutaan. Salah satu aplikasi yang terdampak adalah aplikasi dompet digital dari perusahaan Fortune 500 yang mengekspos informasi sesi pengguna dan data keuangan.


Ada juga aplikasi transportasi di sebuah kota besar yang mengekspos data pembayaran. Bahkan peneliti menemukan aplikasi kesehatan yang membocorkan hasil tes dan foto profil pengguna.


Karena temuan ini melibatkan hampir 20.000 aplikasi, Zimperium tidak mencoba mencari tahu apakah hacker pernah menemukan dan menyalahgunakan celah ini. Beberapa kelompok hacker diketahui sering mencari kesalahan konfigurasi di cloud publik.


Mittal menjabarkan bahwa, selain data sensitif pengguna, Zimperium menemukan kredensial jaringan, data konfigurasi sistem, dan kunci arsitektur server di beberapa aplikasi yang bisa digunakan hacker untuk mengakses sistem organisasi dengan lebih dalam.


Tidak hanya itu, peneliti menemukan beberapa kesalahan konfigurasi memungkinkan pihak tidak bertanggung jawab untuk mengubah atau menimpa data yang berpotensi menimbulkan penipuan dan gangguan lainnya.


Meski penyedia layanan cloud sudah memiliki tools untuk mendeteksi kesalahan konfigurasi, tanggung jawab utama untuk mengamankan data pengguna jatuh di tangan developer. Sayangnya kebanyakan pengguna tidak menyadari bahwa data mereka bisa terekspos oleh aplikasi yang mereka percayai.


Mittal berharap laporan ini bisa membantu lebih banyak developer aplikasi agar lebih memperhatikan infrastruktur mereka dan mengatur konfigurasi cloud dengan lebih hati-hati.

https://trimay98.com/movies/pixels/

Sarah Al Amiri, Menristek Uni Emirat Arab

 Jakarta - Di balik misi peluncuran wahana antariksa Uni Emirat Arab (UEA) ke Mars, ada andil ilmuwan muda bernama Sarah Al Amiri. Kecintaannya terhadap antariksa mengantarnya memimpin misi penting tersebut.

Siapa sangka, di kemudian hari, sosok yang kini berusia 34 tahun tersebut menjadi menteri muda yang mengurusi ilmu pengetahuan tingkat lanjut.


Sarah juga dikenal sebagai Ketua Dewan Ilmuwan UEA sekaligus President Emirates Space Agency. Tak heran tugas besar sebagai manajer dan engineer proyek Emirates Mars Mission pun diletakkan di pundaknya.


Kerja keras Sarah memimpin timnya mengantarkan misi luar angkasa Al Amal atau Hope sukses mencapai Mars pada 9 Februari lalu. Sedikit kilas balik, Al Amal diluncurkan di Pusat Antariksa Tanegashima, Jepang, pada 20 Juli 2020. Ketika sukses meluncur, Sarah pun seketika menjadi perhatian dunia.


UEA menjadi negara kelima di dunia yang berhasil mencapai Planet Merah tersebut, dan negara Arab pertama yang meluncurkan misi antarplanet. Keberhasilan misi Mars tak hanya menguak sosok Sarah, tetapi juga dinilai membangkitkan kembali romantisme Islam di masa lalu yang amat memuliakan sains, namun kini tertutup gaungnya oleh bisingnya ekstremisme dan puritanisme.

https://trimay98.com/movies/sri-asih/


Terpesona oleh luar angkasa

Semasa kecilnya di Abu Dhabi, UEA, Sarah sudah terpesona dengan luar angkasa. Tetapi saat itu, negaranya masih berjarak tahunan cahaya untuk bisa mencapai bintang.


Sebagai seorang anak muda yang senang mengamati gambar galaksi yang jauh, Sarah terpesona oleh jumlah bintang, tata surya, planet, dan objek di luar sana yang secara numerik tidak dapat dipahami orang awam.


"Tapi yang lebih penting dan menarik lagi adalah cara para ilmuwan menjelajahinya, baik dengan teleskop, pesawat ruang angkasa, maupun gambar radio," katanya seperti dikutip dari AFP yang dilansir detikINET, Sabtu (6/5/2021).


Setelah lulus dari sekolah menengah pada tahun 2004, Sarah kuliah di American University of Sharjah, mendapatkan gelar Sarjana dan Magister di bidang teknik komputer, minatnya yang lain selain luar angkasa.


"Itu adalah ketertarikan yang mendalam tentang cara kerja benda-benda dan komputer. Bagaimana mereka dibuat. Bagaimana mereka dirancang. Bagaimana perangkat keras beroperasi dengan perangkat lunak," ujarnya.


Namun dirinya baru menyadari bahwa ruang angkasa adalah takdirnya, setelah mengikuti wawancara di badan antariksa UAE Mohammed Bin Rashid Space Centre di Dubai pada tahun 2009.


"Saya benar-benar 'kecebur' ke dunia ini," katanya seraya menambahkan bahwa lembaga tersebut saat itu sedang mencari engineer sehingga dirinya tertarik melamar pekerjaan.


Tugas pertama Sarah adalah bekerja di Dubai Sat-1, satelit observasi Bumi Emirat pertama, dan dia dengan cepat naik pangkat. Seiring berbagai prestasi dan kecakapannya berkembang, karirnya pun melesat.


Dia pun diangkat sebagai Menteri Sains UEA pada 2017 dan Ketua Mohammed Bin Rashid Space Centre. Selain itu, tahun lalu, BBC menempatkannya sebagai salah satu dari 100 wanita paling inspiratif dan berpengaruh di tahun 2020.

https://trimay98.com/movies/santet/