Rabu, 10 Maret 2021

Pakar Ini Perkirakan Corona B117 Sudah Masuk RI Sejak Tahun Lalu

 Pakar epidemiologi Pandu Riono memprediksi Corona B117 sebenarnya sudah menyebar sejak tahun lalu. Menurutnya, pelonggaran kebijakan tahun lalu di pintu masuk RI membuat Indonesia akhirnya 'kecolongan'.

"Itu kan ditemukan Bulan Januari, iya artinya sudah masuk tahun lalu, kita nggak mungkin lah baru masuk Januari. Kebijakan-kebijakan kita yang sangat longgar itu terjadi tahun lalu dan virus itu juga sudah bermutasi tahun lalu," kata Pandu saat dihubungi detikcom Rabu (10/3/2021).


Bukan soal kapasitas surveilans genomic, Pandu menyayangkan kebijakan pemerintah soal keluar-masuknya WNA maupun WNI yang kala itu bisa keluar bandara asal mengantongi surat negatif COVID-19 PCR.


Aturan yang kemudian diperketat di pertengahan Januari dinilai Pandu sudah terlambat. Terlebih Corona B117 sudah menyebar ke sejumlah negara, termasuk Asia pada 2020.


"Seharusnya dari dulu itu setiap masuk ke Indonesia harus karantina, tapi kan kemudian ada perubahan di mana yang kalau membawa surat PCR negatif bisa keluar dari bandara," lanjutnya.


Pandu mendesak agar kebijakan pemerintah bisa terus konsisten dalam menjalankan aturan wajib karantina untuk setiap WNA maupun WNI yang akan masuk Indonesia.


"Kemudian baru ada pengetatan lagi pada pertengahan Januari, iya sudah terlambat lah," jelasnya.


Total Corona B117 di Indonesia hingga saat ini mencapai 6 kasus. Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Subandrio meningkatkan target sequens genomic dari mulanya 1.000 virus menjadi 10 ribu virus di tahun ini.


Prof Amin belum bisa memastikan seberapa jauh Corona B117 sudah menyebar hingga saat ini karena data yang ditemukan belum kuat.


"Kalau kita sudah punya ribuan (sequens) ya mungkin proporsinya akan berubah, tapi saat ini kita masih belum bisa konfirmasi apakah mendominasi atau tidak atau menyebarnya sudah sampai mana belum cukup datanya," beber Prof Amin saat dihubungi terpisah, Selasa (9/3/2021).

https://kamumovie28.com/movies/challenge-game/


Di Indonesia, 63,5 Persen Pasien Corona yang Sembuh Alami Long COVID


- Infeksi COVID-19 menyebabkan dampak yang berbeda bagi setiap pasiennya. Ada yang hanya mengalami gejala ringan, tanpa gejala, tapi tak sedikit juga yang mengeluhkan gejalanya tak kunjung membaik selama berbulan-bulan.

Sebuah riset yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Rumah Sakit Persahabatan dengan menyurvei 463 orang pada bulan Desember 2020 hingga Januari 2021, menemukan cukup banyak pasien Corona yang mengalami long COVID-19.


"Hasil awal penelitian kami menunjukkan bahwa sebanyak 63,5 persen dari seluruh populasi yang kita survei ternyata memiliki gejala yang menetap atau long COVID." kata dr Agus Dwi Susanto, SpP, spesialis paru sekaligus Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, saat berbincang dengan ABC Indonesia.


Penelitian yang dilakukan oleh dr Agus bersama rekannya menemukan dari persentase tersebut, gejalanya cukup bervariasi dari kelelahan, sakit kepala, sesak napas, sampai mual-muntah. Kondisi ini tentu berpengaruh pada aktivitas sehari-hari pasien.


"Jadi ... infeksinya mungkin sudah sembuh, tapi secara fungsional, kapabilitasnya, mereka belum sembuh," terangnya.


Sejauh ini, penelitian terkait perbedaan gejala umum dan long COVID, serta lama gejala bisa bertahan masih sangat terbatas. Studi saat ini masih berfokus pada pasien COVID-19 yang memiliki gejala parah.


Bisakah kembali normal?

Long COVID sendiri menjadi masalah baru yang juga terjadi di seluruh dunia akibat pandemi. Kondisi ini tentu harus menjadi perhatian serius bagi banyak pihak.


dr Agus sendiri optimis pasien long COVID bisa kembali normal, meski mungkin butuh waktu dan penyembuhan yang tidak sebentar. Seperti yang dialami pasiennya yang kala itu nilai fungsi parunya hanya sekitar 48 persen pasca sembuh.


Namun setelah menjalani pengobatan selama dua bulan, CT scan dan spirometri menunjukkan nilai kapasitas parunya bisa mencapai 78,9 persen, mendekati nilai normal 80 persen.


"Saya enggak jamin total, tapi saya punya record seperti itu. Dan menurut penelitian lain, sekitar 20 persen tidak bisa dikembalikan kondisinya sementara 80 persen lainnya bisa. Tapi sayangnya memang kita belum punya data di Indonesia," pungkasnya.

https://kamumovie28.com/movies/my-students-mom/

Menyoal Aneka Diet yang Populer di Indonesia

 Ketika memutuskan untuk mulai diet, banyak jenis program yang tersedia. Dari yang cukup sederhana, sampai ada yang membutuhkan usaha keras. bingung nggak sih?

Praktisi kebugaran Ade Rai dalam e-Life mengatakan tendensi orang melakukan diet adalah untuk menurunkan berat badan. Kegemukan atau obesitas muncul karena ulah manusia sendiri dalam asupan makan ke dalam sendiri.


Kegemukan ini tidak menyebabkan kematian secara langsung, tapi menjadi penyebab munculnya penyakit-penyakit yang berbahaya. Pendekatan diet bisa macam-macam, tapi Ade Rai berpesan jangan sampai melupakan tujuan dari diet yakni hidup sehat.


"Diet itu esensinya adalah sehat. Jangan terperangkap dalam sebuah metode tapi lupa memahami esensinya. Esensinya kenapa kita diet, karena kita mau sehat. Jadi diet tidak boleh membuat kualitas kesehatan kita menurun," tuturnya.


Ade Rai mengungkap statistik 95 persen diet itu gagal karena ada perlawanan hati. Orang yang diet berkorban mati-matian mendapatkan tubuh tertentu.


"Diet itu gaya hidup. shifting gaya hidup dari makan sembarangan," kata Ade Rai.

https://kamumovie28.com/movies/female-workers-romance-at-work/


Pakar Ini Perkirakan Corona B117 Sudah Masuk RI Sejak Tahun Lalu


Pakar epidemiologi Pandu Riono memprediksi Corona B117 sebenarnya sudah menyebar sejak tahun lalu. Menurutnya, pelonggaran kebijakan tahun lalu di pintu masuk RI membuat Indonesia akhirnya 'kecolongan'.

"Itu kan ditemukan Bulan Januari, iya artinya sudah masuk tahun lalu, kita nggak mungkin lah baru masuk Januari. Kebijakan-kebijakan kita yang sangat longgar itu terjadi tahun lalu dan virus itu juga sudah bermutasi tahun lalu," kata Pandu saat dihubungi detikcom Rabu (10/3/2021).


Bukan soal kapasitas surveilans genomic, Pandu menyayangkan kebijakan pemerintah soal keluar-masuknya WNA maupun WNI yang kala itu bisa keluar bandara asal mengantongi surat negatif COVID-19 PCR.


Aturan yang kemudian diperketat di pertengahan Januari dinilai Pandu sudah terlambat. Terlebih Corona B117 sudah menyebar ke sejumlah negara, termasuk Asia pada 2020.


"Seharusnya dari dulu itu setiap masuk ke Indonesia harus karantina, tapi kan kemudian ada perubahan di mana yang kalau membawa surat PCR negatif bisa keluar dari bandara," lanjutnya.


Pandu mendesak agar kebijakan pemerintah bisa terus konsisten dalam menjalankan aturan wajib karantina untuk setiap WNA maupun WNI yang akan masuk Indonesia.


"Kemudian baru ada pengetatan lagi pada pertengahan Januari, iya sudah terlambat lah," jelasnya.


Total Corona B117 di Indonesia hingga saat ini mencapai 6 kasus. Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Subandrio meningkatkan target sequens genomic dari mulanya 1.000 virus menjadi 10 ribu virus di tahun ini.


Prof Amin belum bisa memastikan seberapa jauh Corona B117 sudah menyebar hingga saat ini karena data yang ditemukan belum kuat.


"Kalau kita sudah punya ribuan (sequens) ya mungkin proporsinya akan berubah, tapi saat ini kita masih belum bisa konfirmasi apakah mendominasi atau tidak atau menyebarnya sudah sampai mana belum cukup datanya," beber Prof Amin saat dihubungi terpisah, Selasa (9/3/2021).

https://kamumovie28.com/movies/bastille-day/