Minggu, 11 April 2021

Alhamdulillah, Singapura Bakal Izinkan Perawat Pakai Hijab

 Pemerintah Singapura akan mengizinkan perawat Muslim untuk menggunakan hijab. Hal tersebut diungkapkan oleh Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong dalam pertemuan bersama komunitas Muslim Melayu pada Sabtu (10/4/2021).

Menurutnya, perubahan tersebut dibutuhkan lantaran sikap orang telah banyak berubah. Penggunaan hijab di lingkungan sosial dan pekerjaan saat ini juga merupakan hal yang umum.


"Kita harus bersiap untuk membuat perubahan tersebut pada perawat, sebab sikap orang-orang telah berubah, di lingkungan sosial dan pekerjaan, hijab merupakan hal yang umum," kata Lee, dikutip dari Channel News Asia, Minggu (11/4/2021).


Lee menambahkan, sebenarnya Pemerintah Singapura telah membahas izin menggunakan hijab untuk para perawat sejak lama. Hanya saja, pihaknya membutuhkan waktu untuk mempersiapkannya.


"Kami harus memastikan bahwa semua orang memahami penyesuaian ini. Ini bukan perubahan secara keseluruhan, kami ingin orang-orang menyadari batasan-batasannya. Kami juga harus memastikan bahwa warga Singapura, Muslim dan non-Muslim, siap untuk menerima langkah tersebut," jelasnya.


Oleh sebab prosesnya membutuhkan sedikit waktu, Lee mengatakan target untuk keputusan akhir dari langkah ini akan diambil pada akhir Agustus 2021 mendatang.


Pasalnya, sebagai negara multiras dan multiagama, Pemerintah Singapura ingin terus menciptakan harmonisasi, sehingga setiap keputusan yang diambil harus dipikirkan secara matang dan perlahan.

https://indomovie28.net/movies/keep-the-aspidistra-flying/


Terpopuler: Transgender Kehilangan Testis, Rusak Keseringan Kejepit Mr P


Seorang wanita transgender di Filipina harus kehilangan testisnya lantaran terlalu sering menyelipkan penisnya ke ujung atas selangkangan. Hal tersebut dilakukannya sebagai upaya untuk menyembunyikan alat kelaminnya.

Metode yang kerap dilakukan oleh kaum transpuan untuk menyembunyikan penisnya itu ternyata disebut 'tucking', yakni metode untuk menyembunyikan penis dan skrotum ke bagian atas selangkangan atau testis didorong masuk ke saluran inguinalis.


Pada kasus transpuan asal Filipina ini, ia diketahui telah melakukan metode 'tucking' selama 6 tahun. Ia ternyata juga kerap merasakan sakit yang terus diabaikannya. Hanya saja, suatu hari saat ia berusaha untuk menarik skrotumnya agar penis kembali ke posisi normal, salah satu testisnya tidak dapat kembali lantaran tersangkut.


Akibatnya, ketika tidak ditangani dengan cepat, maka testis akan 'mati' dan harus segera diangkat melalui operasi. Saat diperiksa oleh dokter, skrotum wanita ini ternyata sudah memerah dan bengkak. Disebutkan, testisnya telah rusak selama bertahun-tahun.


"Pasien mengalami rasa sakit akibat 'tucking' sudah selama 6 tahun dan itu kerap dialami oleh transgender lainnya. Namun, seringkali mereka enggan mencari pertolongan medis karena penanganan medis pun kerap sudah terlambat," kata dr Clarence Debarbo yang menangani pasien tersebut, melalui publikasinya di Urology Case Reports, Selasa (6/4/2021).


Meski tucking merupakan hal umum yang tidak seharusnya menimbulkan rasa sakit dan belum terdapat riset khusus terkait metode tersebut, tucking harus dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah terjadinya risiko cedera penis.

https://indomovie28.net/movies/tumbledown-4/


Bikin Maia Estianty Kena COVID-19 Lagi, Amankah Berpelukan Saat Pandemi?

 Musisi Maia Estianty mengaku mengalami reinfeksi atau terinfeksi COVID-19 untuk kedua kalinya. Ia meyakini tertular gara-gara berpelukan dengan seseorang yang ternyata positif COVID-19.

Berbeda dengan infeksi terdahulu yang asimptomatis, kali ini Maia mengaku mengalami gejala ringan berupa gatal di tenggorokan. Ia kini dinyatakan negatif setelah 6 hari menjalani isolasi mandiri.


Soal sumber penularan, Maia meyakini tertular lagi gara-gara memeluk seorang teman yang ternyata positif.


"Walaupun biasanya aku sangat jaga protokol, tapi ternyata aku ketemu orang yang kemudian aku peluk. Ternyata orang yang aku peluk ini positif," kata Maia dikutip dari detikHot.


Benarkah pelukan bisa menularkan COVID-19?

Dikutip dari CTVnews, para pakar meyakini pelukan bisa menularkan COVID-19 dengan dua cara. Pertama lewat droplet secara langsung, mengingat jarak aman penularan lewat droplet adalah sekitar 1,6 meter, dan pelukan tidak mungkin dilakukan lebih jauh dari itu.


Kemungkinan kedua adalah penularan tidak langsung melalui kontak fisik.


"Saat Anda berpelukan, Anda relatif dekat face-to-face. Di sela bernapas, bicara, batuk, bersin, atau apapun yang bisa terjadi saat berpelukan, Anda bisa mengeluarkan droplet," kata Zain Chagla, ahli infeksi dari McMaster University in Hamilton.

Sesekali berpelukan dalam waktu singkat, risikonya disebut 'mungkin' rendah tetapi bukan tanpa risiko sama sekali. Meski pelukan maupun kontak fisik pada umumnya punya sederet manfaat, sebisa mungkin memang dihindari jika tidak yakin keduanya bebas COVID-19.


Sedangkan untuk meminimalkan risiko, para pakar memberikan beberapa saran jika terpaksa harus berpelukan. Selain keduanya harus pakai masker, usahakan wajah menghadap ke arah yang saling berlawanan, dan hindari saling menyentuhkan wajah maupun menyentuhkan wajah ke pakaian.


"Karena pada umumnya pelukan hanya berlangsung singkat, dan 'singkat' adalah benar-benar kunci, saya pikir selalu ada cara untuk menurunkan risiko hingga level yang saya kira bisa diterima, terutama mengingat berbagai manfaat berpelukan," kata Lindsey Marr dari Virginia Tech di Blacksburg, dikutip dari Newscientist.

https://indomovie28.net/movies/les-vamps-autant-en-emportent-les-vamps/


Alhamdulillah, Singapura Bakal Izinkan Perawat Pakai Hijab


Pemerintah Singapura akan mengizinkan perawat Muslim untuk menggunakan hijab. Hal tersebut diungkapkan oleh Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong dalam pertemuan bersama komunitas Muslim Melayu pada Sabtu (10/4/2021).

Menurutnya, perubahan tersebut dibutuhkan lantaran sikap orang telah banyak berubah. Penggunaan hijab di lingkungan sosial dan pekerjaan saat ini juga merupakan hal yang umum.


"Kita harus bersiap untuk membuat perubahan tersebut pada perawat, sebab sikap orang-orang telah berubah, di lingkungan sosial dan pekerjaan, hijab merupakan hal yang umum," kata Lee, dikutip dari Channel News Asia, Minggu (11/4/2021).


Lee menambahkan, sebenarnya Pemerintah Singapura telah membahas izin menggunakan hijab untuk para perawat sejak lama. Hanya saja, pihaknya membutuhkan waktu untuk mempersiapkannya.


"Kami harus memastikan bahwa semua orang memahami penyesuaian ini. Ini bukan perubahan secara keseluruhan, kami ingin orang-orang menyadari batasan-batasannya. Kami juga harus memastikan bahwa warga Singapura, Muslim dan non-Muslim, siap untuk menerima langkah tersebut," jelasnya.


Oleh sebab prosesnya membutuhkan sedikit waktu, Lee mengatakan target untuk keputusan akhir dari langkah ini akan diambil pada akhir Agustus 2021 mendatang.


Pasalnya, sebagai negara multiras dan multiagama, Pemerintah Singapura ingin terus menciptakan harmonisasi, sehingga setiap keputusan yang diambil harus dipikirkan secara matang dan perlahan.

https://indomovie28.net/movies/longitude/