Minggu, 11 April 2021

Terpopuler: Transgender Kehilangan Testis, Rusak Keseringan Kejepit Mr P

 Seorang wanita transgender di Filipina harus kehilangan testisnya lantaran terlalu sering menyelipkan penisnya ke ujung atas selangkangan. Hal tersebut dilakukannya sebagai upaya untuk menyembunyikan alat kelaminnya.

Metode yang kerap dilakukan oleh kaum transpuan untuk menyembunyikan penisnya itu ternyata disebut 'tucking', yakni metode untuk menyembunyikan penis dan skrotum ke bagian atas selangkangan atau testis didorong masuk ke saluran inguinalis.


Pada kasus transpuan asal Filipina ini, ia diketahui telah melakukan metode 'tucking' selama 6 tahun. Ia ternyata juga kerap merasakan sakit yang terus diabaikannya. Hanya saja, suatu hari saat ia berusaha untuk menarik skrotumnya agar penis kembali ke posisi normal, salah satu testisnya tidak dapat kembali lantaran tersangkut.


Akibatnya, ketika tidak ditangani dengan cepat, maka testis akan 'mati' dan harus segera diangkat melalui operasi. Saat diperiksa oleh dokter, skrotum wanita ini ternyata sudah memerah dan bengkak. Disebutkan, testisnya telah rusak selama bertahun-tahun.


"Pasien mengalami rasa sakit akibat 'tucking' sudah selama 6 tahun dan itu kerap dialami oleh transgender lainnya. Namun, seringkali mereka enggan mencari pertolongan medis karena penanganan medis pun kerap sudah terlambat," kata dr Clarence Debarbo yang menangani pasien tersebut, melalui publikasinya di Urology Case Reports, Selasa (6/4/2021).


Meski tucking merupakan hal umum yang tidak seharusnya menimbulkan rasa sakit dan belum terdapat riset khusus terkait metode tersebut, tucking harus dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah terjadinya risiko cedera penis.

https://indomovie28.net/movies/dirty-dancing/


Terpopuler: Cerita Viral 'Hampir Meninggal' Gara-gara Kopi Susu


 Kopi merupakan salah satu minuman yang kerap dianggap sebagai rutinitas sehari-hari. Selain rasanya yang enak, minum kopi memang bisa memberikan manfaat agar tubuh tetap berenergi sepanjang hari.

Apalagi, dengan menjamurnya toko-toko kopi yang menjual berbagai macam jenis kopi, seperti kopi susu. Terkait kopi susu, seorang gadis berusia 19 tahun membagikan pengalamannya yang harus menjalani perawatan usai meminum kopi susu.


Dalam video yang sempat viral di TikTok dan telah ditonton lebih dari 2 juta kali, gadis yang diketahui bernama Vina itu bercerita bahwa ia hampir meninggal setelah minum kopi susu.


Ia pun menceritakan kronologi peristiwa yang dialaminya dan turut melampirkan foto dirinya saat sedang dirawat.


"Sekarang udah kapok dan nggak nyentuh hal itu lagi," tulis Vina di akun TikToknya, @thefabulousvin, dikutip detikcom atas izin pengguna, Senin (5/4/2021).


Menurut Vina, tubuhnya memang tidak bisa menerima kopi. Ia mengaku bahwa hal tersebut merupakan kali pertama ia merasa sangat kesakitan setelah minum kopi.


"Awalnya muntah, tremor, mati rasa, sesak napas, lalu muntah lagi," tuturnya.


Akibatnya, ia harus menjalani perawatan di rumah. Vina juga mengatakan ia merasa mati rasa selama 12 jam dan sesak napas selama 2 hari. Meski telah menggunakan bantuan oksigen, pernapasannya masih tetap bermasalah.


Setelah 4 hari, Vina akhirnya bisa berjalan lancar. Ia pun mengaku kapok untuk mengonsumsi kopi. Pasalnya, kopi memang mengandung stimulan yang bisa menimbulkan efek yang berbeda-beda pada setiap orang.


Biasanya, tremor atau gemetaran yang muncul usai meminum kopi disebabkan oleh konsumsi kopi berlebihan. Namun, pada beberapa orang yang sangat sensitif, satu atau dua teguk kopi memang bisa menimbulkan efek tremor.


Dikutip dari Mayo Clinic, jumlah konsumsi kafein yang aman bagi kebanyakan orang dewasa adalah sekitar 400 miligram per hari. Bagi anak remaja, dosisnya tentu harus lebih sedikit.

https://indomovie28.net/movies/the-evil-dead/


Alhamdulillah, Singapura Bakal Izinkan Perawat Pakai Hijab

 Pemerintah Singapura akan mengizinkan perawat Muslim untuk menggunakan hijab. Hal tersebut diungkapkan oleh Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong dalam pertemuan bersama komunitas Muslim Melayu pada Sabtu (10/4/2021).

Menurutnya, perubahan tersebut dibutuhkan lantaran sikap orang telah banyak berubah. Penggunaan hijab di lingkungan sosial dan pekerjaan saat ini juga merupakan hal yang umum.


"Kita harus bersiap untuk membuat perubahan tersebut pada perawat, sebab sikap orang-orang telah berubah, di lingkungan sosial dan pekerjaan, hijab merupakan hal yang umum," kata Lee, dikutip dari Channel News Asia, Minggu (11/4/2021).


Lee menambahkan, sebenarnya Pemerintah Singapura telah membahas izin menggunakan hijab untuk para perawat sejak lama. Hanya saja, pihaknya membutuhkan waktu untuk mempersiapkannya.


"Kami harus memastikan bahwa semua orang memahami penyesuaian ini. Ini bukan perubahan secara keseluruhan, kami ingin orang-orang menyadari batasan-batasannya. Kami juga harus memastikan bahwa warga Singapura, Muslim dan non-Muslim, siap untuk menerima langkah tersebut," jelasnya.


Oleh sebab prosesnya membutuhkan sedikit waktu, Lee mengatakan target untuk keputusan akhir dari langkah ini akan diambil pada akhir Agustus 2021 mendatang.


Pasalnya, sebagai negara multiras dan multiagama, Pemerintah Singapura ingin terus menciptakan harmonisasi, sehingga setiap keputusan yang diambil harus dipikirkan secara matang dan perlahan.

https://indomovie28.net/movies/keep-the-aspidistra-flying/


Terpopuler: Transgender Kehilangan Testis, Rusak Keseringan Kejepit Mr P


Seorang wanita transgender di Filipina harus kehilangan testisnya lantaran terlalu sering menyelipkan penisnya ke ujung atas selangkangan. Hal tersebut dilakukannya sebagai upaya untuk menyembunyikan alat kelaminnya.

Metode yang kerap dilakukan oleh kaum transpuan untuk menyembunyikan penisnya itu ternyata disebut 'tucking', yakni metode untuk menyembunyikan penis dan skrotum ke bagian atas selangkangan atau testis didorong masuk ke saluran inguinalis.


Pada kasus transpuan asal Filipina ini, ia diketahui telah melakukan metode 'tucking' selama 6 tahun. Ia ternyata juga kerap merasakan sakit yang terus diabaikannya. Hanya saja, suatu hari saat ia berusaha untuk menarik skrotumnya agar penis kembali ke posisi normal, salah satu testisnya tidak dapat kembali lantaran tersangkut.


Akibatnya, ketika tidak ditangani dengan cepat, maka testis akan 'mati' dan harus segera diangkat melalui operasi. Saat diperiksa oleh dokter, skrotum wanita ini ternyata sudah memerah dan bengkak. Disebutkan, testisnya telah rusak selama bertahun-tahun.


"Pasien mengalami rasa sakit akibat 'tucking' sudah selama 6 tahun dan itu kerap dialami oleh transgender lainnya. Namun, seringkali mereka enggan mencari pertolongan medis karena penanganan medis pun kerap sudah terlambat," kata dr Clarence Debarbo yang menangani pasien tersebut, melalui publikasinya di Urology Case Reports, Selasa (6/4/2021).


Meski tucking merupakan hal umum yang tidak seharusnya menimbulkan rasa sakit dan belum terdapat riset khusus terkait metode tersebut, tucking harus dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah terjadinya risiko cedera penis.

https://indomovie28.net/movies/tumbledown-4/