Rabu, 14 April 2021

Ubisoft Bandingkan Tinggi Lady Dimitrescu Resident Evil dengan Eivor

 Ubisoft membandingkan tinggi karakter ciptaannya dengan vampir seksi dari Resident Evil Village, Lady Dimitresu. Ternyata, Eivor dan Basim hanya setinggi pinggul Dimitrescu.

Sejak viral diskusi netizen membicarakan Lady Dimitrescu, Ubisoft rupanya mengikuti kehebohan tersebut di internet. Melalui sebuah tweet di akun resmi Assassin's Creed, mereka memposting gambar yang membandingkan Lady Dimitrescu dengan Eivor dan Basim dari Assassin's Creed Valhalla.


Nyatanya, memang tidak ada karakter dari Assassin's Creed yang memiliki tinggi seperti vampir seksi, Lady Dimitrescu. Terbukti, Eivor dan Basim lebih pendek dari Lady Dimitrescu. Basim memiliki tinggi 1,82 m, sedangkan Eivor yakni 1,80 m. Sangat jauh berbeda bila dibandingkan Lady Dimitrescu yang punya tinggi 2,92 m.


Sebelumnya, Art Director, Tomonori Takano, memang telah mengungkapkan tinggi dari Lady Dimitrescu yaitu 2,9 m, karena desakan para penggemar yang penasaran dengan vampir paling seksi di Resident Evil tersebut. Beberapa fans memang menjadi liar dan jatuh cinta dengan karakter tersebut. Bahkan, ada yang membuat cosplay hingga mengedit di Photoshop untuk dijadikan meme dan beberapa poster keren hasil karya mereka.


Selain terobsesi mengetahui tingginya, para penggemar juga melontarkan pertanyaan aneh terkait ukuran kaki Lady Dimitrescu. Menurut Takano, ukuran sepatu Lady Dimitrescu sungguh mengesankan yakni 44 cm, hampir dua kali lipat ukuran sepatu wanita biasa.


Dia juga menambahkan, desain sepatu tersebut berdasarkan sepasang sepatu hak tinggi asli, kemudian dipindai dan dia ubah secara digital agar sesuai dengan tinggi Lady Dimitrescu yang cukup mengerikan.


Belum diketahui apakah akan ada rahasia lain yang terungkap dari penjahat utama Resident Evil Village ini, mengingat tanggal perilisannya yang masih satu bulan lagi yaitu 7 Mei 2021.


Sepertinya, masih akan ada rahasia lain yang terungkap. Mungkin ke depannya, informasi terkait kekuatan Lady Dimitrescu atau hal lainnya, menurut kalian?

https://nonton08.com/movies/gantian-dong/


Penyebab Angin Kencang di Beberapa Wilayah Indonesia


Dalam beberapa hari belakangan, sejumlah wilayah di Indonesia mengalami angin kencang. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan penyebab angin kencang berhubungan dengan siklon tropis Seroja.

"Angin kencang hingga 35 km/jam umumnya dirasakan di Laut Jawa, Pulau Jawa hingga NTT masih berkaitan dengan siklon tropis Seroja di selatan Bali, dan bibit siklon 90S di selatan Jawa Barat meskipun berjarak 1.000 km. Yang paling terdampak umumnya daerah pesisir selatan Jawa hingga NTT, terutama pantai selatan Jawa Barat," kata Kepala Sub Bidang Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG Siswanto saat dihubungi, Rabu (7/4).


Dikatakan Siswanto, dampak kecepatan angin yang terjadi di sebagian wilayah Indonesia akan berkurang, dan diprediksi mereda pada akhir pekan ini.


"Kecepatan angin umumnya akan mengalami peningkatan berlangsung Kamis - Jumat (8-9 April) terutama di pesisir selatan, dan mulai mereda pada akhir pekan seiring semakin menjauhnya pusat pusaran rendah siklon Seroja dan bibit siklon 90S ke perairan dekat Australia," jelasnya.


BMKG juga memberikan peringatan dini kepada masyarakat bahwa di Indonesia telah terjadi bibit siklon tropis. Dikutip dari bmkg.go.id, bibit siklon tropis 99S terpantau di Laut Sawu selatan NTT yang membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang dari Selat Makassar hingga NTT bagian Utara dan di laut Timor. Kondisi ini membentuk Low Level Jet yang memanjang di Laut Flores, NTT, Laut Timor dan perairan Selatan NTT.


Bibit siklon tropis 90S juga terpantau di perairan barat daya Banten yang membentuk daerah konvergensi yang memanjang dari Sumatera Selatan hingga Jawa Barat serta membentuk Low Level Jet yang memanjang dari Samudera Hindia Barat Sumatera hingga Selatan Banten.

https://nonton08.com/movies/furious-7/

Untuk Pertama Kalinya, Terdeteksi Badai di Luar Angkasa

 Amukan badai di luar angkasa mungkin terdengar seperti cerita film fiksi ilmiah. Namun nyatanya, ini adalah fenomena yang sungguh terjadi. Ilmuwan untuk pertama kalinya mendeteksi dan mendokumentasikan badai luar angkasa.

Setelah berhipotesis bahwa meteorologi atmosfer setinggi itu mungkin terjadi, para ilmuwan sekarang punya bukti bahwa badai terjadi di berbagai tingkat atmosfer Bumi.


Seperti dilaporkan dalam jurnal ilmiah Nature Communications pada Februari 2021, para ilmuwan mengamati dan mendokumentasikan fenomena pertama badai luar angkasa. Tapi sebenarnya fenomena apa itu?


Badai antariksa kemungkinan pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah planet kita dan kemungkinan besar akan terjadi lagi. Jadi, jika kita mengetahui penyebabnya dan seberapa miripnya dengan badai atmosfer rendah seperti di Bumi, hal itu akan sangat membantu.


Badai luar angkasa terdokumentasi pertama di dunia

Menurut penelitian yang diterbitkan oleh tim ilmuwan internasional, badai antariksa pertama yang didokumentasikan terjadi pada 20 Agustus 2014. Tinggi di atmosfer atas, spiral plasma yang membentang lebih dari 1.000 kilometer, berputar di atas magnet Kutub Utara selama hampir delapan jam. Meski tidak terlihat oleh mata manusia, satelit cuaca terdampak badai ini, dan mengabarkan para peneliti mengenai fenomena tersebut.

https://nonton08.com/movies/quarantine/


"Seperti banyak fenomena cuaca antariksa, partikel bermuatan dari Matahari berinteraksi dengan medan magnet Bumi untuk memicu badai antariksa," jelas ahli meteorologi Accuweather Brian Lada, dikutip dari Science.howstuffworks.


"Fenomena ini kemungkinan disebut 'badai' karena cara putarannya, mirip dengan siklon tropis. Sejak diamati di Kutub Utara, saya sedikit terkejut bahwa mereka tidak menyebutnya sebagai 'pusaran luar angkasa' untuk mencocokkan dengan istilah cuaca 'pusaran kutub'," sambungnya.


Badai luar angkasa vs badai Bumi

Badai di luar angkasa dan Bumi punya beberapa kesamaan, tetapi ada juga sejumlah perbedaan. Selain bentuknya yang sama-sama memiliki mata di bagian pusatnya, badai luar angkasa dan Bumi juga memiliki curah hujan.


Di Bumi, badai memiliki curah hujan air (hujan), sedangkan badai antariksa memiliki curah hujan listrik yang dapat menciptakan aurora menakjubkan. Ada satu perbedaan besar antara kedua jenis badai tersebut, yakni keduanya terjadi di bagian atmosfer Bumi yang sangat berbeda.


"Badai normal terjadi di troposfer, bagian dari atmosfer Bumi yang paling dekat dengan tanah yang membentang ke atas sekitar 8 hingga 14 kilometer. Sedangkan badai luar angkasa diamati terjadi di ionosfer, yang membentang hingga 966 kilometer di atas permukaan Bumi," jelasnya.


Badai luar angkasa juga berukuran sangat besar jika dibandingkan dengan badai di Bumi. Lebarnya lebih dari 965 kilometer, kira-kira dua kali diameter rata-rata badai di troposfer.


Apakah badai luar angkasa membahayakan Bumi?

Menurut Lada, badai antariksa sebagian besar tidak berbahaya, meski mungkin kita bisa mengalami efeknya di Bumi.


"Jika cukup kuat, badai antariksa berpotensi menyebabkan gangguan di darat. Jika ada cukup banyak partikel bermuatan yang turun dari luar angkasa," ujarnya.


"Selain menciptakan aurora, hal itu dapat mengganggu sinyal GPS, gelombang radio, dan dalam kasus ekstrem, jaringan listrik. Namun, jika peristiwa ini hanya terjadi di kutub, maka jumlah pemadaman listrik akan dibatasi berdasarkan populasi yang jarang di wilayah kutub," tambahnya.


Berkat temuan badai luar angkasa pertama yang berhasil didokumentasikan ini, para ilmuwan niscaya akan mencoba menentukan di mana, dan seberapa sering badai antariksa terjadi.

https://nonton08.com/movies/above-and-below/