Rabu, 05 Mei 2021

Nasib Merpati Sudah di Ujung Tanduk, tapi Belum Bisa Dibubarkan

 Maskapai PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) sudah di ujung tanduk atau bisa disebut mati suri. Sayangnya, Kementerian BUMN juga belum bisa memutuskan apakah perusahaan pelat merah tersebut akan dibubarkan atau tidak.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, pembubaran Merpati masih harus dikaji. Pasalnya, masih ada persoalan kewajiban manajemen yang belum diselesaikan.


"Merpati masih perlu pengkajian, karena masih ada fasilitas-fasilitas pinjaman yang harus direstrukturisasi, dan masih ada krediturnya," kata Kartika atau yang akrab disapa Tiko di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (4/5/2021).


Ia mengatakan, jika Merpati dibubarkan, prosesnya pun membutuhkan waktu yang tak sebenar. "Jadi kalau Merpati mungkin butuh waktu karena perlu penyelesaian kewajiban dulu," urainya.


Apalagi, Merpati saat ini masih memiliki anak usaha yang bergerak di bisnis maintenance repair overhaul (MRO), yakni PT Merpati Maintenance Facility (MMF).


"Salah satu yang dikaji, tapi mereka masih ada operasi juga satu di Jawa Timur, dia punya MRO, maintenance," ujarnya.


Apabila harus dibubarkan, menurut Tiko bisnis MRO itu kemungkinan harus dipindah. Namun, hal itu pun masih terus dikaji.


"Nah itu belum, kalau itu nanti akhirnya kita putuskan mungkin MRO-nya pindah, itu lagi dikaji, belum final," pungkasnya.

https://nonton08.com/movies/harry-potter-and-the-order-of-the-phoenix/


Sering Tak Disadari, 5 Hal Ini Justru Bikin Berat Badan Naik saat Puasa


Bulan Ramadhan kerap kali dimanfaatkan sebagai momen untuk diet menurunkan berat badan. Namun, tak sedikit pula yang mengeluhkan mengalami kenaikan berat badan meski berpuasa selama 14 jam setiap harinya.

Padahal, selama berpuasa pola makan sudah teratur, yakni setiap berbuka dan sahur. Lalu, apa yang menyebabkan kenaikan berat badan selama bulan Ramadhan?


Apabila kamu merupakan salah satu yang mengalami hal tersebut, mungkin saja hal tersebut disebabkan oleh kesalahan makan saat sahur dan berbuka puasa, seperti makan berlebihan. Selain itu, kurangnya aktivitas fisik juga bisa menjadi faktor pendukung mengapa berat badan terus bertambah.


Di sisi lain, diet selama bulan Ramadhan bisa menjadi waktu efektif untuk menurunkan berat badan jika kamu tidak makan berlebih di malam hari, sehingga tubuh akan terbiasa memanfaatkan lemak sebagai sumber energi.


Dikutip dari laman Al Arabiya, berikut 5 hal yang bisa menyebabkan kenaikan berat badan selama bulan Ramadhan yang sering kali tidak disadari.


Kurang perencanaan

Selama bulan Ramadhan, kurang perencanaan merupakan kesalahan terbesar yang membuat berat badan naik, terutama kurangnya perencanaan pola makan. Dengan membuat perencanaan yang matang, maka kamu bisa terhindar dari makan berlebih saat sahur berbuka puasa. Selain itu, perencanaan olahraga dan tidur juga tidak kalah pentingnya agar tubuh tetap bugar selama berpuasa.


Dehidrasi

Meski berpuasa, hidrasi merupakan kunci utama dalam proses penurunan berat badan. Meminum cukup cairan selama bulan Ramadhan tak hanya akan mencegah terjadinya dehidrasi, tetapi juga bisa mengontrol nafsu makan setelah berbuka puasa.


Selama bulan Ramadhan, kamu disarankan untuk tetap mengonsumsi delapan gelas air putih setiap harinya. Hindari minuman bersifat diuretik seperti kopi dan teh yang bisa menarik cairan dalam tubuh, sehingga rentan menyebabkan dehidrasi.

https://nonton08.com/movies/yes-madam-5/

Penerbangan Singapore Airlines PP Singapura-Bali Ditunda

 Rencana penerbangan internasional oleh Singapore Airlines dari Singapura-Bali resmi ditunda. Penundaan penerbangan tersebut diduga karena merebaknya kasus COVID-19 di sejumlah negara.

"Penerbangan SQ memang ditunda untuk penerbangan tanggal 4 Mei hari ini," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV Bali Nusa Tenggara, Noviansyah dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Selasa (4/5/2021) malam.


Dirinya mengaku tidak mengetahui sampai kapan penerbangan maskapai Singapore Airlines ini bakal ditunda ke Bali. Semua itu, kata dia, tergantung keputusan dari pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan.


"Belum tahu (sampai kapan ditunda), tergantung pusat yang memutuskan. Dan untuk penerbangan internasional untuk pengangkutan cargo tidak masalah, tetap diizinkan," terang Noviansyah.


Ia enggan menjelaskan lebih lanjut mengenai adanya penundaan penerbangan Singapore Airlines ini ke Bali. Menurutnya, hal ini lebih tepat disampaikan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar.


"Terkait penundaan penerbangan SQ lebih tepat ditanyakan ke KKP, karena terkait dengan faktor kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19," kata dia.


Noviansyah menjelaskan, sebelumnya maskapai Singapore Airlines pulang-pergi (PP) Singapura-Bali memang bakal melakukan penerbangan ke Bali mulai 4 Mei 2021. Penumpang yang diangkut oleh maskapai tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) Nomor 26 tahun 2020 tentang visa dan izin tinggal dalam masa adaptasi kebiasaan baru.


Melalui aturan tersebut ditegaskan bahwa orang asing pemegang visa dan/atau izin tinggal yang sah dan berlaku dapat masuk wilayah Indonesia melalui tempat pemeriksaan imigrasi tertentu setelah memenuhi protokol kesehatan. Pemegang visa atau izin tinggal tersebut yakni visa dinas, visa diplomatik, visa kunjungan, visa tinggal terbatas, izin tinggal dinas, izin tinggal diplomatik, izin tinggal terbatas dan izin tinggal tetap.


Sementara itu, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar, Jefri Hasurungan Sitorus mengatakan, keputusan penundaan penerbangan Singapore Airlines berasal pusat. Tim Satgas yang dimaksud yakni Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan dan Satgas Penanganan COVID-19.


"Bahwa untuk saat ini kedatangan PPLN baik WNA, WNI/PMI hanya dipusatkan melalui empat pintu Bandara, (yakni) Kualanamu, Soetta, Juanda dan Sam Ratulangi dan tiga laut (yaitu) Batam, Dumai dan Tanjung Pinang). Kewenangan ada di pusat," jelasnya.

https://nonton08.com/movies/in-the-line-of-duty-7-sea-wolves/


Nasib Merpati Sudah di Ujung Tanduk, tapi Belum Bisa Dibubarkan


 Maskapai PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) sudah di ujung tanduk atau bisa disebut mati suri. Sayangnya, Kementerian BUMN juga belum bisa memutuskan apakah perusahaan pelat merah tersebut akan dibubarkan atau tidak.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, pembubaran Merpati masih harus dikaji. Pasalnya, masih ada persoalan kewajiban manajemen yang belum diselesaikan.


"Merpati masih perlu pengkajian, karena masih ada fasilitas-fasilitas pinjaman yang harus direstrukturisasi, dan masih ada krediturnya," kata Kartika atau yang akrab disapa Tiko di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (4/5/2021).


Ia mengatakan, jika Merpati dibubarkan, prosesnya pun membutuhkan waktu yang tak sebenar. "Jadi kalau Merpati mungkin butuh waktu karena perlu penyelesaian kewajiban dulu," urainya.


Apalagi, Merpati saat ini masih memiliki anak usaha yang bergerak di bisnis maintenance repair overhaul (MRO), yakni PT Merpati Maintenance Facility (MMF).


"Salah satu yang dikaji, tapi mereka masih ada operasi juga satu di Jawa Timur, dia punya MRO, maintenance," ujarnya.


Apabila harus dibubarkan, menurut Tiko bisnis MRO itu kemungkinan harus dipindah. Namun, hal itu pun masih terus dikaji.


"Nah itu belum, kalau itu nanti akhirnya kita putuskan mungkin MRO-nya pindah, itu lagi dikaji, belum final," pungkasnya.

https://nonton08.com/movies/in-the-line-of-duty-5-middle-man/