Rabu, 05 Mei 2021

Disperindag DIY: Kalium 'Potas' Sianida Tidak Dijual Bebas!

 Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY memastikan kalium sianida (KCN) atau potasium sianida yang ditemukan dalam kasus sate beracun di Bantul tidak diperjual belikan secara bebas. Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag DIY, Yanto Aprianto, menjelaskan pembelian bahan berbahaya harus melalui rekomendasi dinas.

"Kalau untuk bahan berbahaya di Disperindag itu pembelian bahan harus menggunakan rekomendasi dari kami. Jadi tidak bebas diperjualbelikan," kata Yanto saat dihubungi wartawan, Selasa (4/5/2021).


Yanto mencontohkan seperti penggunaan formalin untuk kepentingan medis. Sebelumnya, fasilitas pelayanan kesehatan wajib mengajukan permohonan untuk pengadaan barang ini ke Disperindag. Jika disetujui, penggunaannya juga harus melaporkan ke dinas.


"Dan itu juga dengan syarat-syarat, mereka harus melaporkan ke dinas tentang penggunaan bahan-bahan berbahaya tersebut," jelasnya.


"Jadi melaporkan secara berkala ke Disperindag. Dari pengecer dan penjual selalu melaporkan. Kami tetap catat itu. Yang dicatat fungsi penggunaannya itu dan dari pengecernya itu. Nanti untuk apanya tercatat," sambungnya.


Yanto menjelaskan aturan itu sesuai dengan Permendag No 75/MDag/Per/10/2014 mengenai pengawasan pendistribusian bahan berbahaya. Permendag itu juga mengatur soal distribusi dan penjualan sianida. Di dalamnya, mencakup pengaturan atau tata cara penjualan melalui distributor maupun pengecer.


"Untuk jenis sianida tidak tersedia dan tidak boleh diperjualbelikan oleh didistributor maupun pengecer dalam bentuk kemasan terkecil. Dan distributor dan pengecer tidak menjual dalam bentuk kemasan terkecil," urai dia.


Dipastikan Yanto untuk izin edar sianida lebih ketat. Maka dari itu ia pun menengarai kalium sianida dalam kasus sate beracun di Bantul diperoleh melalui jalur tak resmi.


"Bisa juga seperti itu (ilegal) Bukan dari kita, karena kan seperti Yogya (DIY) ini pintu masuknya kan dari berbagai tempat gitu ya. Ambil contoh seperti formalin dulu itukan kebanyakan datang dari batas-batas kota," ungkapnya.


Berdasarkan catatan Disperindag selama ini kalium sianida jarang masuk daftar permohonan untuk dipasarkan.


"Kalau untuk itu kami malah jarang mengeluarkan itu. Permintaan ke kami yang banyak itu malah formalin. Bahan perwarna, formalin yang banyak diminta," pungkasnya.

https://nonton08.com/movies/harry-potter-and-the-philosophers-stone/


Update Corona 4 Mei: Tambah 4.369, Total Kasus Aktif 99.087


Jumlah kasus positif Corona di Indonesia bertambah 4.369 pada Selasa (4/5/2021). Total kasus positif menjadi 1.686.373, sembuh 1.541.149, dan meninggal 46.137 kasus.

Jumlah kasus aktif tercatat 99.087 kasus, spesimen diperiksa mencapai 75.885, dan suspek yang diamati sebanyak 77.804.


Detail penambahan kasus COVID-19 adalah sebagai berikut.


Kasus positif bertambah 4.369 menjadi 1.686.373

Pasien sembuh bertambah 5.658 menjadi 1.541.149

Pasien meninggal bertambah 188 menjadi 46.137

Sebelumnya, pada Senin (3/5/2021), tercatat total sebanyak 1.682.004 kasus positif virus Corona COVID-19, 1.535.491 pasien sembuh, dan 45.949 kasus meninggal dunia.

https://nonton08.com/movies/ghost-in-the-shell/

Sering Tak Disadari, 5 Hal Ini Justru Bikin Berat Badan Naik saat Puasa

 Bulan Ramadhan kerap kali dimanfaatkan sebagai momen untuk diet menurunkan berat badan. Namun, tak sedikit pula yang mengeluhkan mengalami kenaikan berat badan meski berpuasa selama 14 jam setiap harinya.

Padahal, selama berpuasa pola makan sudah teratur, yakni setiap berbuka dan sahur. Lalu, apa yang menyebabkan kenaikan berat badan selama bulan Ramadhan?

https://nonton08.com/movies/ghost-in-barbers/


Apabila kamu merupakan salah satu yang mengalami hal tersebut, mungkin saja hal tersebut disebabkan oleh kesalahan makan saat sahur dan berbuka puasa, seperti makan berlebihan. Selain itu, kurangnya aktivitas fisik juga bisa menjadi faktor pendukung mengapa berat badan terus bertambah.


Di sisi lain, diet selama bulan Ramadhan bisa menjadi waktu efektif untuk menurunkan berat badan jika kamu tidak makan berlebih di malam hari, sehingga tubuh akan terbiasa memanfaatkan lemak sebagai sumber energi.


Dikutip dari laman Al Arabiya, berikut 5 hal yang bisa menyebabkan kenaikan berat badan selama bulan Ramadhan yang sering kali tidak disadari.


Kurang perencanaan

Selama bulan Ramadhan, kurang perencanaan merupakan kesalahan terbesar yang membuat berat badan naik, terutama kurangnya perencanaan pola makan. Dengan membuat perencanaan yang matang, maka kamu bisa terhindar dari makan berlebih saat sahur berbuka puasa. Selain itu, perencanaan olahraga dan tidur juga tidak kalah pentingnya agar tubuh tetap bugar selama berpuasa.


Dehidrasi

Meski berpuasa, hidrasi merupakan kunci utama dalam proses penurunan berat badan. Meminum cukup cairan selama bulan Ramadhan tak hanya akan mencegah terjadinya dehidrasi, tetapi juga bisa mengontrol nafsu makan setelah berbuka puasa.


Selama bulan Ramadhan, kamu disarankan untuk tetap mengonsumsi delapan gelas air putih setiap harinya. Hindari minuman bersifat diuretik seperti kopi dan teh yang bisa menarik cairan dalam tubuh, sehingga rentan menyebabkan dehidrasi.

Makan berlebih

Hindari 'balas dendam' atau kalap saat berbuka puasa. Sebab, meski telah berpuasa seharian, bukan berarti tubuh membutuhkan asupan sebanyak mungkin. Hindari juga konsumsi makanan tidak sehat. Sebaliknya, kamu disarankan untuk mengonsumsi makanan tinggi serat, air, dan protein untuk berbuka puasa agar perut bisa merasa cepat kenyang.


Malas gerak

Berpuasa memang kerap bikin mager alias malas gerak, apalagi karena tubuh terasa lemas karena tidak ada asupan yang masuk selama lebih dari 12 jam. Namun, hal ini justru merupakan kesalahan besar yang berpotensi meningkatkan berat badan.


Apabila ingin berat badan tetap terjaga, sebaiknya tetap rutin berolahraga. Kamu bisa melakukan olahraga ringan seperti berjalan atau membersihkan rumah.


Terlalu banyak konsumsi makanan manis

Selama Ramadhan, umat Muslim memang dianjurkan untuk berbuka dengan yang manis-manis. Sehingga, sering kali berbagai makanan manis dihidangkan untuk berbuka, seperti es buah, es teh manis, dan es cincau. Padahal, makanan dan minuman tersebut berisiko menyebabkan obesitas dan diabetes, lho.


Sebagai gantinya, kamu bisa menggantinya dengan makanan manis sehat, seperti buah-buahan. Kamu bisa mengolah buah-buahan tersebut menjadi jus, smoothies, atau salad buah agar terasa lebih nikmat.

https://nonton08.com/movies/to-be-number-one/