Sabtu, 15 Mei 2021

RI Juga Bakal Pakai Pfizer, Kelak Bisa Lepas Masker Seperti AS? Tunggu Dulu

 Faktor efektivitas vaksin jadi salah satu pertimbangan Amerika Serikat untuk melonggarkan aturan pakai masker dan jaga jarak. Sama-sama pakai vaksin Corona Pfizer, kenapa Singapura malah lockdown?

Guru Besar Paru Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Tjandra Yoga Aditama membenarkan bahwa hasil penelitian terhadap vaksin yang digunakan turut mendasari kebijakan AS tersebut. AS menggunakan vaksin Pfizer, Moderna, dan Johnson & Johnson.


"Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat membuat rekomendasi ini berdasar hasil penelitian terhadap vaksin yang mereka gunakan, yaitu Pfizer, Moderna, dan Johnson & Johnson," katanya saat dihubungi ANTARA, Jumat (14/5/2021).


Namun kondisi berbeda terjadi di Singapura. Sama-sama menggunakan vaksin Corona Pfizer, negara kota tersebut saat ini justru memperketat pembatasan. Lockdown diberlakukan mulai Minggu (16/6/2021) dan berlaku selama 4 pekan hingga Minggu (13/6/2021). Kenapa vaksin yang sama tidak cukup meyakinkan di Singapura?


"Tentu saja ada beberapa faktor lain, seperti cakupan vaksinasi yang sudah dilakukan, trend epidemiologi yang sekarang ada di AS, upaya memotivasi yang belum divaksin, dan tentu juga aspek social determinant of health," kata Prof Tjandra saat dihubungi detikcom, Sabtu (15/5/2021).


Pfizer juga menjadi salah satu jenis vaksin Corona yang akan dipakai di Indonesia. Jika kelak sudah pakai vaksin Pfizer, RI bakal bisa lepas masker seperti AS atau tetap bisa lockdown seperti Singapura?


"Dalam situasi COVID-19 sekarang ini memang sulit kita (dan juga para pakar dunia) membuat 'jaminan' pasti, keadaannya masih sangat 'fluid', dapat berubah setiap saat," jelas Prof Tjandra.

https://maymovie98.com/movies/soldiers-revenge/


Bak Perang Lawan Corona, PM India: Ilmuwan-Nakes Kerja Siang dan Malam


 Perdana Manteri India Narendra Modi memberikan 'alarm' bagi warganya usai tiga hari berturut-turut mencatat angka kematian Corona di atas 4 ribu kasus. Infeksi Corona di India kini melampaui 24 juta orang.

Menurut Modi, India bak berperang dengan varian Corona B1617 yang pertama kali ditemukan saat ledakan COVID-19 terjadi. Pasalnya, varian tersebut sangat mudah menular dan menyebabkan seluruh RS kewalahan karena pasien Corona tak kunjung henti berdatangan.


"Wabah mencapai daerah pedesaan dengan kecepatan tinggi," katanya, berbicara kepada petani dalam konferensi virtual.


"Semua departemen pemerintah, semua sumber daya, angkatan bersenjata kami, ilmuwan kami, semua orang bekerja siang dan malam untuk melawan COVID-19, bersama-sama," katanya.


Kondisi Corona di perayaan Idulfitri

Saat Lebaran, para muslim di India sebagian besar salat Id di rumah. Sebab, banyak wilayah yang tengah menerapkan lockdown termasuk menutup akses ke masjid dan rumah ibadah lainnya.


"Hal baiknya adalah semua orang mengikuti dan merayakan Idul Fitri di dalam rumah mereka," kata Maulana Khalid Rashid, seorang ulama di kota Lucknow, kepada kantor berita ANI, mitra Reuters.


Krematorium kewalahan

Akhir-akhir ini, potret mengambangnya ratusan mayat di Sungai Gangga, India, jadi sorotan banyak orang. Beberapa warga hingga pakar menduga jenazah tersebut pasien Corona yang tak bisa dikremasi di tempat krematorium lantaran sudah tak ada lagi persediaan kayu bakar.


Saran Jurnal medis The Lancet, pembatasan mobilitas dan langkah-langkah dukungan internasional sangat dibutuhkan untuk membendung krisis kesehatan masyarakat yang belum pernah terjadi sebelumnya di India.

https://maymovie98.com/movies/ouija-board/

Warning WHO soal Aturan Lepas Masker Usai Vaksinasi Corona

 Belakangan heboh aturan melepas masker usai vaksinasi Corona dosis kedua, yang diterapkan di Amerika Serikat. Kebijakan ini disoroti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mereka memberikan sejumlah catatan.

Dikutip dari Reuters, WHO mendesak setiap negara mempertimbangkan kondisi Corona di wilayahnya masing-masing sebelum menerapkan aturan serupa seperti di AS. Terutama, seberapa tinggi penularan lokal COVID-19 masih tercatat.


"Negara yang ingin mencabut aturan memakai masker, itu seharusnya hanya dilakukan dalam konteks mempertimbangkan intensitas penularan Corona di daerah tersebut dan tingkat cakupan vaksinasi," jelas pakar darurat utama WHO, Mike Ryan, dalam konferensi pers virtual, Jenewa.


Seperti diketahui, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyatakan orang-orang yang sudah divaksinasi Corona bisa melepas masker mereka dengan sejumlah syarat. Namun, aturan ini umumnya hanya berlaku di luar ruangan.


Warga AS diketahui menerima vaksin Corona mRNA Pfizer hingga Moderna, dengan angka efikasi melebihi 90 persen.


Bagaimana di Indonesia?

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 sempat angkat bicara beberapa waktu lalu. Menegaskan aturan tersebut belum bisa diterapkan di Indonesia.


"Kita menghormati panduan yang dikeluarkan CDC Amerika. Namun demikian perlu diingat kondisi di Indonesia berbeda dengan kondisi di Amerika," kata Prof Wiku Adisasmito dalam konferensi pers Kamis (29/4/2021).

Negara yang sudah melepas masker

Selain Amerika Serikat, beberapa negara lainnya sudah lebih dulu melepas masker dan tidak lagi menjaga jarak. Salah satunya Selandia Baru.


Negara tersebut dinilai sukses menekan kasus Corona lantaran memperketat lockdown hingga menutup perbatasan. Begitu pula dengan China, mereka mengklaim tak ada lagi penularan kasus Corona lokal, dan festival musik di Wuhan bahkan sudah kembali digelar, melibatkan 11 ribu orang.


Adapula Australia yang mencatat nol kasus penularan Corona usai menerapkan kebijakan lockdown. Kini warganya hanya wajib memakai masker di transportasi umum.

https://maymovie98.com/movies/bunshinsaba-ouija-board/


RI Juga Bakal Pakai Pfizer, Kelak Bisa Lepas Masker Seperti AS? Tunggu Dulu


Faktor efektivitas vaksin jadi salah satu pertimbangan Amerika Serikat untuk melonggarkan aturan pakai masker dan jaga jarak. Sama-sama pakai vaksin Corona Pfizer, kenapa Singapura malah lockdown?

Guru Besar Paru Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Tjandra Yoga Aditama membenarkan bahwa hasil penelitian terhadap vaksin yang digunakan turut mendasari kebijakan AS tersebut. AS menggunakan vaksin Pfizer, Moderna, dan Johnson & Johnson.


"Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat membuat rekomendasi ini berdasar hasil penelitian terhadap vaksin yang mereka gunakan, yaitu Pfizer, Moderna, dan Johnson & Johnson," katanya saat dihubungi ANTARA, Jumat (14/5/2021).


Namun kondisi berbeda terjadi di Singapura. Sama-sama menggunakan vaksin Corona Pfizer, negara kota tersebut saat ini justru memperketat pembatasan. Lockdown diberlakukan mulai Minggu (16/6/2021) dan berlaku selama 4 pekan hingga Minggu (13/6/2021). Kenapa vaksin yang sama tidak cukup meyakinkan di Singapura?


"Tentu saja ada beberapa faktor lain, seperti cakupan vaksinasi yang sudah dilakukan, trend epidemiologi yang sekarang ada di AS, upaya memotivasi yang belum divaksin, dan tentu juga aspek social determinant of health," kata Prof Tjandra saat dihubungi detikcom, Sabtu (15/5/2021).


Pfizer juga menjadi salah satu jenis vaksin Corona yang akan dipakai di Indonesia. Jika kelak sudah pakai vaksin Pfizer, RI bakal bisa lepas masker seperti AS atau tetap bisa lockdown seperti Singapura?


"Dalam situasi COVID-19 sekarang ini memang sulit kita (dan juga para pakar dunia) membuat 'jaminan' pasti, keadaannya masih sangat 'fluid', dapat berubah setiap saat," jelas Prof Tjandra.

https://maymovie98.com/movies/once-upon-a-time-a-hero-in-china/