Jumat, 21 Mei 2021

Perlukah Medical Check Up sebelum Divaksin AstraZeneca? Ini Penegasan Dokter

 Terkait penghentian vaksin Corona AstraZeneca batch CTMAV547, dokter menegaskan untuk tak perlu khawatir. Pasalnya, investigasi yang kini tengah dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) adalah tindakan prosedural khusus pada batch yang bersangkutan.

Pada Rabu (19/5/2021), BPOM menyebut pihak Komnas PP Komnas KIPI, Komda PP KIPI, dan organisasi profesi terkait masih melakukan analisis sebab-akibat vaksin AstraZeneca dengan laporan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).


"Di negaranya sendiri UK prosedurnya begitu ada KIPI berat, prosedur vaksinasi memang dihentikan. Itu dibuktikan oleh para ilmuwan dan ahli apakah itu berhubungan atau tidak, begitu dinyatakan tidak berhubungan, dibuka lagi, bisa dipakai lagi," terang Ketua Pokja Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Erlina Burhan SpP dalam diskusi daring, Jumat (21/5/2021).


"Begitu pula untuk batch itu yang dihentikan, bukan semuanya. Memang prosedur ini adalah prinsip kehati-hatian," lanjutnya.


Ia menegaskan, masyarakat tak perlu ambil langkah berlebihan dengan melakukan medical check up lebih dulu hanya karena mau divaksin. Kecuali, jika calon penerima vaksin memiliki riwayat penyakit komorbid, misalnya gangguan jantung.


"Kalau memang kita ragu-ragu, misalnya katakan seseorang mempunyai penyakit jantung ragu-ragu, maka lebih baik konsultasi pada dokternya untuk dapat rekomendasi apakah kondisi jantungnya tidak masalah untuk divaksin. Bukan medical check up, tapi lebih ke kondisi masing-masing," tegasnya.


Meski demikian, medical check up rutin sah-sah saja dilakukan. Dalam banyak kasus, adanya kondisi kesehatan tertentu seperti masalah jantung dan paru-paru baru ketahuan ketika melakukan medical check up.


Turut hadir dalam diskusi, juru bicara vaksinasi COVID-19 tingkat pusat & Duta Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dr Reisa Broto Asmoro mengingatkan, vaksin AstraZeneca sudah mengantongi izin penggunaan darurat.


Bahkan, disebut sebagai vaksin dengan jumlah penggunaan terbanyak di Eropa dan terbukti menekan kasus baru.


"Didasari adanya izin penggunaan darurat dari BPOM, fatwa MUI, dan rekomendasi WHO, ITAGI. Maka tenang saja memanfaatkan vaksin ini. Kalau masih ragu terkait pengentalan darah, boleh lakukan pemeriksaan diri dulu untuk orang yang berpotensi memiliki gangguan darah. Tapi kalau tidak, tidak perlu ketakutan," ujarnya.

https://indomovie28.net/movies/red-billabong/


Catat, 11 Obat Kolesterol Alami yang Mudah Didapatkan


Buah dan sayuran memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Salah satunya adalah dapat menjadi obat kolesterol alami. Berikut daftar makanan yang dipercaya berkhasiat membantu mengontrol kadar kolesterol.

Dengan menambahkan buah dan sayuran tertentu ke dalam menu makanan sehari-hari, kadar kolesterol akan menjadi lebih terkontrol.


Sebelumnya perlu diketahui, ada dua jenis kolesterol di dalam tubuh. Yang pertama adalah kolesterol baik atau high density lipoprotein (HDL) yang merupakan zat penting bagi metabolisme tubuh. Yang kedua adalah kolesterol jahat atau low density lipoprotein (LDL), yakni kolesterol juga bisa menjadi faktor risiko penyakit kardiovaskular jika kadarnya terlalu tinggi dan tidak dikendalikan dengan baik.


Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengontrol kadar kolesterol dalam tubuh. Salah satu caranya dengan rutin mengonsumsi buah dan sayuran.


Bagaimana bisa buah dan sayuran menjadi obat kolesterol alami, dalam arti bisa menurunkan kadar kolesterol jahat?

https://indomovie28.net/movies/klown-forever/

Penyakit Mematikan Jamur Hitam Serang Pasien Corona di India, Ini Gejalanya

  India dihantam serangan penyakit jamur mematikan langka yang mempengaruhi pasien virus Corona. Ibu kota India, New Delhi, akhirnya mendirikan bangsal rumah sakit khusus untuk memerangi mukormikosis, atau "jamur hitam,".

Munculnya penyakit ini menambah tekanan pada rumah sakit yang sudah berjuang dengan jumlah infeksi COVID-19 harian tertinggi di dunia.


Siapa yang paling berisiko terkena jamur hitam?

Pasien virus korona dengan sistem kekebalan yang lemah dan diabetes sangat rentan terhadap mukormikosis.


Dilaporkan DW News, dalam sebuah surat kepada pemerintah negara bagian, Menteri Kesehatan Lav Agarwal mengatakan mukormikosis telah muncul sebagai tantangan baru India bagi pasien COVID-19 yang menjalani terapi steroid dan mereka yang sudah menderita diabetes sebelumnya.


Agarwal meminta pemerintah negara bagian untuk mendeklarasikannya sebagai "penyakit yang dapat dilaporkan" di bawah Undang-Undang Epidemi, yang berarti otoritas negara harus mengidentifikasi dan melacak setiap kasus.


Apa saja gejalanya?

Penyakit ini dijuluki "jamur hitam" karena menyebabkan hidung menghitam atau berubah warna.


Penyakit ini juga dapat menyebabkan penglihatan kabur atau ganda, nyeri dada, kesulitan bernapas dan batuk darah.


Beberapa dokter mengatakan obat steroid kuat yang digunakan untuk mengobati COVID-19 yang parah dapat mengurangi kekebalan dan meningkatkan kadar gula, sehingga membantu penyebaran "jamur hitam".


Banyak obat yang digunakan untuk melawan COVID-19 menekan sistem kekebalan tubuh yang biasanya melindungi individu dari infeksi jamur.


Penyakit ini membunuh lebih dari 50 persen pasien dalam beberapa hari dan, dalam beberapa kasus, ahli bedah telah mengangkat mata dan rahang atas untuk mencegah penyebaran penyakitnya.

https://indomovie28.net/movies/klovn-the-final/


Perlukah Medical Check Up sebelum Divaksin AstraZeneca? Ini Penegasan Dokter


Terkait penghentian vaksin Corona AstraZeneca batch CTMAV547, dokter menegaskan untuk tak perlu khawatir. Pasalnya, investigasi yang kini tengah dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) adalah tindakan prosedural khusus pada batch yang bersangkutan.

Pada Rabu (19/5/2021), BPOM menyebut pihak Komnas PP Komnas KIPI, Komda PP KIPI, dan organisasi profesi terkait masih melakukan analisis sebab-akibat vaksin AstraZeneca dengan laporan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).


"Di negaranya sendiri UK prosedurnya begitu ada KIPI berat, prosedur vaksinasi memang dihentikan. Itu dibuktikan oleh para ilmuwan dan ahli apakah itu berhubungan atau tidak, begitu dinyatakan tidak berhubungan, dibuka lagi, bisa dipakai lagi," terang Ketua Pokja Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Erlina Burhan SpP dalam diskusi daring, Jumat (21/5/2021).


"Begitu pula untuk batch itu yang dihentikan, bukan semuanya. Memang prosedur ini adalah prinsip kehati-hatian," lanjutnya.


Ia menegaskan, masyarakat tak perlu ambil langkah berlebihan dengan melakukan medical check up lebih dulu hanya karena mau divaksin. Kecuali, jika calon penerima vaksin memiliki riwayat penyakit komorbid, misalnya gangguan jantung.

https://indomovie28.net/movies/coven/