Rabu, 19 Mei 2021

Kasus Harian Turun, Tsunami COVID-19 di India Sudah Melandai?

 Konsul Jenderal RI Mumbai Agus Prihatin Saptono mengungkap kondisi terkini di India. Sebelumnya, India mengalami ledakan kasus Corona yang tinggi dan melaporkan ratusan ribu kasus positif.

"Yang mungkin belum tersampaikan adalah yang sembuh, yang sembuh lebih dari 400 ribu jiwa, yang sembuh itu lebih dari 400 ribu. Tepatnya 11 Mei 2021 yang sembuh mencapai 422 ribu jiwa," jelas Agus dalam konpers virtual, rabu (19/5/2021).


"Nah jadi memang di sini yang selama ini tercermin yang terkena COVID, betul angka kasusnya tinggi, tetapi per hari ini sudah melandai. Dalam satu minggu terakhir ini diseluruh wilayah India sudah mulai menurun," tambahnya.


Per 17 Mei, kasus COVID-19 di India tercatat 281.386, turun dibandingkan pekan sebelumnya yang bahkan sempat mencapai 400 ribu kasus per hari.


Apa yang dilakukan pemerintah India dalam menangani kasus Corona?

Agus menyebutkan, pemerintah setempat menambah manajemen hunian rumah sakit dan langkah untuk penambahan jumbo isolation centers.


"Jadi di sini, kebijakan untuk tetap mempertahankan 6 jumbo COVID isolation center yang berada di 6 distrik Maharashtra," bebernya.


Penambahan kapasitas jumbo isolation center tersebut yang terdiri dari 3 ribu bed, dan toilet mandiri. Seribu bed dengan fasilitas oksigen dan 300 bed untuk ICU.


Selain itu, Agus juga mengatakan, semua negara bagian di India bisa melakukan tes PCR sebanyak 200 ribu swab test per hari.


Negara tersebut juga melakukan penyegelan kawasan atau rumah/hunian. Ketika ada yang terpapar Corona sekitar 5 orang langsung dilakukan penyegelan.

https://tendabiru21.net/movies/return-of-the-scarecrow/


Ilmuwan Teliti Obat COVID-19 yang Bisa Langsung Mematikan Virus Corona


 Ilmuwan kini tengah berlomba menemukan obat COVID-19 yang bisa bekerja langsung untuk mematikan virus Corona yang ada di dalam tubuh.

Tim peneliti dii Menzies Health Institute Queensland, Griffith University Australia, menyebut telah membuat obat yang bisa membunuh 99,9 persen partikel virus Corona yang ada di paru-paru. Obatnya ini telah diuji coba pada hewan.


Dikutip dari laman Daily Mail, teknologi pengobatan ini bekerja serupa dengan 'misil pendeteksi' yang bisa memburu dan mendeteksi partikel virus sekaligus menyerangnya.


Obatanya diberikan melalui suntikan, bekerja dengan menggunakan teknologi medis yang disebut pembungkaman gen yang pertama kali ditemukan di Australia pada tahun 1990-an.


"Pada dasarnya ini adalah misi mencari dan menghancurkan. Kami secara khusus bisa menghancurkan virus yang tumbuh di paru-paru seseorang," jelas Peneliti Utama Prof Nigel McMillan dari MHIQ.


McMillan juga mengatakan pengobatan ini bisa mencegah virus Corona bereplikasi atau memperbanyak diri, bahkan bisa menyudahi kematian akibat COVID-19 di seluruh dunia.


Perawatan dari Universitas Griffith ini sekarang diatur untuk memasuki fase uji klinis berikutnya dan diharapkan tersedia pada tahun 2023.


RI Diminta Tak Tiru Perilaku Warga Rusia soal Corona Demi Capai Herd Immunity


Duta Besar RI untuk Rusia merangkap Belarus, Jose Antonio Morato Tavares, mengungkap nyaris 5 juta orang terinfeksi Corona di Rusia. Ada penambahan 8.183 kasus baru COVID-19 per Selasa (18/5/2021).

"Angka terbanyak kasus harian di Rusia pada gelombang pertama-nya di bulan Mei, itu sekitar 11 ribu, dan gelombang keduanya terjadi pada bulan Desember 2020, hampir 30 ribu kasus per hari," bebernya dalam siaran pers BNPB Rabu (19/5/2021).


Lantaran sudah mengalami penurunan kasus Corona sampai di angka 8 ribu per hari, tak sedikit warga yang melepas masker saat berada di pusat perkotaan hingga tempat wisata. Menurut Jose, warga menganggap kasus Corona di Rusia sudah terkendali, dibandingkan negara lain, seperti India.


"Misalkan kalau kita jalan di Red Square, itu banyak sekali yang tidak menggunakan masker. Barangkali saya, dan teman-teman di KBRI, kita menggunakan masker, liat sekeliling, banyak sekali yang tidak pakai," ceritanya.


Maka dari itu, pemerintah Rusia disebut Jose sejak Mei, menerapkan kembali peraturan ketat seperti meniadakan ifthar bersama di masjid, dan aturan wajib karantina hingga 10 hari sebelum kembali ke kantor, pasca hari libur. Jose menilai, banyak warga Rusia terlena dengan angka kesembuhan kasus Corona yang melampaui 90 persen.

https://tendabiru21.net/movies/2001-maniacs/

Aurel Hermansyah Keguguran, Berikut Kemungkinan Penyebabnya

 Kabar duka datang dari Aurel Hermansyah. Istri Youtuber Atta Halilintar ini mengalami keguguran di trimester pertama. Hal ini disampaikan melalui Instagram pribadi Aurel.

"Innalillahi Wa Innailaihi Roji'un. Selamat jalan anakku sayang. Doain mama dan papa dari surga ya," tulis Aurel Hermansyah dalam Instagram miliknya.

https://tendabiru21.net/movies/jangan-pandang-belakang-congkak/


Unggahan yang sama juga terlihat di Instagram Atta Halilintar. "Sampai jumpa di surga anak ku. Doain papa mama ya," tulis Atta Halilintar.


Penyebab wanita bisa mengalami keguguran ada banyak hal, tetapi beberapa hal yang umum bisa menjadi penyebabnya. Dikutip dari laman Web MD, berikut penyebab wanita mengalami keguguran.


1. Kondisi medis

Kondisi medis pada beberapa wanita seperti infeksi juga bisa menyebabkan keguguran. Seperti infeksi rubella, penyakit jangka panjang yang tidak terkontrol dengan baik termasuk diabetes dan tekanan darah tinggi juga bisa memicu kondisi tersebut.


Penyebab lainnya juga bisa meliputi:


- Penyakit tiroid, lupus, dan gangguan autoimun lainnya

- Infeksi penyakit menular seksual seperti klamidia, gonore, sifilis, atau HIV

- Masalah pembekuan darah yang menghalangi pembuluh darah yang membawa aliran darah ke plasenta.


2. Masalah pada rahim hingga serviks

Pada mulut rahim atau serviks bisa mengalami kondisi yang abnormal. Hal ini bisa disebabkan oleh septate uterus yang membagi rahim menjadi dua bagian.


Jika seorang wanita mengalami kondisi ini, maka ia perlu melakukan operasi sebelum merencanakan program kehamilan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko keguguran.


Selain itu, ada juga sindrom Asherman saat jaringan luka di rahim merusak endometrium atau dinding rahim.


Ketika wanita mengalami kondisi ini, ia bisa mengalami keguguran berulang. Selain itu, ada juga dua kondisi yang bisa menyebabkan keguguran yaitu fibroid dan cervical insufficiency atau saat serviks membuka terlalu lebar.


3. Masalah kromosom

Banyak wanita mengalami keguguran ketika embrio mendapat jumlah kromosom yang salah Kromosom merupakan struktur dalam sel yang memegang gen.


Pada setiap orang memiliki 23 pasang kromosom untuk setiap pasangannya, satu didapat dari ibu dan satu dari ayah. Berikut masalah kromosom yang menyebabkan keguguran.


- Molar pregnancy

Jaringan dalam rahim berubah menjadi tumor di awal kehamilan.


- Translocation

Sebagian kromosom berpindah ke kromosom lainnya dan bisa menyebabkan keguguran berulang.


- Sel telur busuk

Embrio menempel di rahim namun tidak berkembang menjadi bayi. Tanda-tandanya muncul saat pendarahan berwarna coklat gelap di awal-awal kehamilan.


- Intrauterine fetal demise

Kondisi saat embrio berhenti berkembang dan mati.


4. Gaya hidup

Gaya hidup juga bisa menjadi penyebab seorang wanita keguguran. Salah satunya seperti merokok dan minum alkohol.


Kebiasaan-kebiasaan ini perlu dihindari wanita pada saat hamil.


- Merokok, beberapa penelitian menunjukkan peningkatan risiko kehamilan meskipun hanya ayahnya yang merokok.

- Minum alkohol

- Menggunakan obat-obatan terlarang


Bahaya lingkungan


Selain perokok pasif, zat-zat tertentu di lingkungan rumah dan di tempat kerja juga bisa membahayakan kehamilan. Beberapa di antara lainnya adalah.


- Pelarut seperti pengencer cat, penghilang minyak, dan penghilang noda dan

- Pestisida untuk membunuh serangga atau hewan pengerat

- Arsenik ditemukan di dekat lokasi limbah atau di air sumur.

https://tendabiru21.net/movies/village-of-the-damned/