Rabu, 23 Juni 2021

Cara Mudah Matikan Notifikasi Mention di Grup WhatsApp

 Hampir seluruh orang menggunakan WhatsApp, maka tak heran jika ada banyak grup yang dimiliki mulai dari rekan kerja, teman, keluarga bahkan komplek perumahan. Alasannya biar informasi yang disebar lebih cepat dan langsung diterima banyak orang yang ada dalam grup tersebut.

Namun kerap chat informasi demikian banyak membuat kesal dengan ratusan hingga ribuan notifikasi tanpa henti masuk. WhatsApp sendiri sebenarnya telah memberikan penggunanya pilihan untuk menonaktifkan notifikasi tersebut di grup WhatsApp dengan durasi waktu yang bisa ditentukan dari satu tahun bahkan bisa selamanya.


Tapi sayangnya pilihan tersebut tidak berlaku buat kamu yang suka mendapatkan mention atau tag langsung dari seseorang dalam obrolan grup tersebut meski grup tersebut telah kamu matikan notifikasinya.


Tapi jangan khawatir ada solusi buat kamu untuk dapat mematikan notifikasi mention tersebut di grup WhatsApp baik di perangkat iOS, Android dan juga Web. Berikut langkahnya seperti seperti yang sudah diuji detiKINET.


1. Buka aplikasi WhatsApp baik di Android, iOS atau Web.


2. Pilih grup WhatsApp yang sering memberikan notifikasi mention ke kamu.


3. Setelah itu ketuk nama grup tersebut lalu scroll ke bawah untuk mencari orang yang sering menandai atau mention kamu.


4. Lalu pilih opsi 'Chat dengan (nama orang yang dituju)' begitu diketuk maka akan membuka jendela obrolan dengan orang tersebut.


5. Kemudian ketuk nama orang tersebut scroll layar ke atas maka akan ada pilihan 'Bisukan notifikasi' lalu aktifkan untuk memblokir pemberitahuan dari orang itu baik pada obrolan pribadi maupun grup.


Kamu dapat menggunakan cara ini untuk membisukan semua orang di grup secara individual sehingga kamu dapat menghindari notifikasi apa pun dari itu atau grup WhatsApp. Selamat mencoba.

https://maymovie98.com/movies/diana-3/


Aktivis Pro Palestina "Geruduk" Aplikasi Facebook


- Aktivis pro-Palestina "menggeruduk" aplikasi Facebook sebagai protes terkait dugaan penyensoran akun dan postingan terkait dengan isu Palestina. Mereka menjalankan kampanye terkoordinasi untuk menurunkan peringkat ulasan aplikasi Facebook menjadi bintang 1.

Kampanye yang dibagikan di seluruh media sosial tersebut mengajak orang-orang memberikan ulasan bintang 1 untuk aplikasi Facebook di toko aplikasi Apple dan Google.


Strategi tersebut tampaknya berhasil. Dalam seminggu terakhir, peringkat rata-rata bintang untuk raksasa jejaring sosial tersebut turun dari bintang 4 lebih menjadi 2,3 di App Store dan 2,4 dari sebelumnya 5 di Google Play.


Dikutip dari NBC News, banyak ulasan disertai komentar yang menyebutkan dugaan pembungkaman suara terkait Palestina oleh Facebook, antara lain termasuk postingan dengan hashtag #FreePalestine atau #GazaUnderAttack.


Di dalam Facebook, kampanye tersebut diperlakukan dengan sangat serius dan telah dikategorikan sebagai SEV1, yang merupakan singkatan dari severity 1, deskripsi yang digunakan secara internal ketika ada masalah besar menimpa website tersebut.


"Kepercayaan pengguna menurun drastis dengan intensitas antara Israel dan Palestina kian meningkat. Pengguna kita kesal dengan penanganan atas situasi ini. Pengguna merasa bahwa mereka sedang disensor, dibatasi, dan akhirnya dibungkam. Akibatnya, pengguna mulai memprotes dengan memberikan ulasan bintang 1," kata seorang software engineer senior Facebook dalam postingan yang beredar di lingkungan internal mereka.

https://maymovie98.com/movies/desierto/

China Kehabisan Stok Monyet untuk Percobaan Laboratorium

 - China harus menghadapi kekurangan monyet untuk kebutuhan percobaan laboratorium yang akut. Hal ini terjadi karena larangan impor dan meningkatnya permintaan dari para peneliti, membuat para ilmuwan berebut untuk menemukan hewan yang harganya terjangkau untuk melanjutkan studi mereka.

Pasokan monyet lab yang menyusut, yang banyak digunakan dalam pengujian dan penelitian obat-obatan dan vaksin, telah mendorong harga mereka di China naik empat kali lipat dalam dua tahun.

https://maymovie98.com/movies/atm-2/


Zhang Wen, pemilik Jiangsu Johnsen Bioresource Co., sebuah perusahaan pengembangbiakan monyet di China timur mengatakan, ratusan monyet lab dewasa yang dapat ia hasilkan dalam setahun semuanya telah dipesan oleh lembaga penelitian bahkan sebelum hewan tersebut lahir. Karenanya, dia terpaksa menolak banyak pembeli lainnya.


Penyebab utama dari kekurangan itu adalah larangan Beijing terhadap perdagangan satwa liar di luar negeri, yang diberlakukan pada Januari 2020 sebagai bagian dari tindakan keras terhadap bisnis satwa liar yang oleh beberapa ilmuwan dikaitkan dengan pandemi. Di bawah larangan tersebut, impor dan ekspor monyet lab juga dihentikan.


Dikutip dari Vice World News, larangan tersebut menghancurkan pasokan monyet laboratorium China sendiri, karena sebagian besar spesies primata yang cocok untuk penelitian, seperti monyet cynomolgus, berasal dari Asia Tenggara.


Lonjakan permintaan telah menarik banyak investasi di industri tersebut. Tetapi peternak tidak dapat meningkatkan produksi mereka secara drastis dengan terbatasnya jumlah monyet di China.


"Hewan memiliki siklus hidupnya sendiri. Mereka tidak seperti barang-barang industri: selama Anda beralih ke persneling yang tinggi, Anda dapat menghasilkan produk," kata Zhang.


China dulunya adalah eksportir utama monyet lab ke Amerika Serikat. Pada tahun fiskal 2019, laboratorium di AS menggunakan sekitar 68.000 primata non-manusia dan total sekitar 800.000 hewan untuk penelitian.


Setelah China menghentikan ekspor hewannya awal tahun lalu, para peneliti di AS mengeluhkan kekurangan monyet yang menghambat penelitian tentang COVID-19.


Tetapi Zhang, yang biasa mengekspor beberapa ribu monyet setiap tahun, mengatakan larangan ekspor China saja tidak bisa disalahkan atas kurangnya pasokan monyet di AS. Dengan berkembangnya penelitian farmasi di China, peternak lokal hampir tidak dapat memenuhi permintaan di dalam negeri bahkan sebelum pandemi.


Jumlah monyet laboratorium yang digunakan di negara itu meningkat dari sekitar 8.000 pada 2013 menjadi sekitar 30.000 pada 2019, mengutip data China Laboratory Primate Breeding and Development Association. Sedangkan untuk data tahun 2020, belum tersedia.


Monyet merupakan subjek yang disukai dalam mempelajari penyakit atau obat-obatan manusia karena kemiripannya dengan manusia. Mereka digunakan dalam pengembangan produk yang paling biologis, yang terbuat dari mikroorganisme hidup, dan 20-30% dari obat sintetik.


Selama pandemi COVID-19, para ilmuwan juga telah menginfeksi monyet dengan virus Corona untuk mempelajari efek virus pada organ dan sistem kekebalan mereka. Monyet juga banyak digunakan dalam pengembangan vaksin, meskipun tidak jelas berapa banyak hewan yang terlibat.

https://maymovie98.com/movies/atm/