Kamis, 24 Juni 2021

WHO Soal Ledakan COVID-19 di Indonesia: Harus Belajar dari India!

 Infeksi Corona di Indonesia kembali mencatatkan rekor kasus baru dengan 15.308 pasien per Rabu (23/6/2021). Sebagian besar provinsi di pulau Jawa juga mengalami peningkatan kasus dan kematian.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam laporan epidemiologi mingguan terkait situasi pandemi COVID-19 di Indonesia per 24 Juni 2021 mengatakan terjadi peningkatan kasus varian Delta yang sejalan dengan kenaikan jumlah pasien. Sistem kesehatan juga telah sangat terkena dampak di beberapa provinsi dengan lebih dari 90 persen tempat tidur terisi.


"Indonesia terus mengalami peningkatan tajam dalam jumlah COVID-19 kasus di banyak provinsi dan kabupaten dalam beberapa pekan terakhir," tulis WHO dalam laman resminya.


Dalam laporan tersebut, WHO juga melampirkan catatan agar Indonesia bisa belajar dari tsunami COVID-19 yang sempat melanda India. Seperti yang diketahui, India beberapa waktu lalu dilanda kondisi genting infeksi Corona dengan ratusan ribu kasus perharinya.


Namun mereka disebut bisa mengendalikan transmisi dengan membatasi pergerakan masyarakat melalui lockdown atau PHSM (public health social measure). Selain itu India juga secara cepat meningkatkan testing, tracing, dan treatment untuk melacak kasus sehingga bisa dengan cepat tertangani.


"Menggunakan PHSM, India dapat dengan cepat mengontrol penularan dari kasus insiden, dari lebih 290 per minggu per 100.000 penduduk pada awal Mei hingga kurang dari 30 pada 21 Juni. PHSM harus dilaksanakan dengan intensitas yang lebih besar untuk mengatasi varian delta," beber WHO.


WHO juga menyarankan agar pemerintah melakukan implementasi pembatasan mobilitas di seluruh negeri, bahkan dengan program vaksinasi yang sedang berlangsung.


"Mengingat beberapa VoC memiliki transmibilitas yang tinggi, penyesuaian PHSM yang tepat waktu sangat penting termasuk tindakan tegas seperti pembatasan atau penguncian (lockdown) secepat mungkin," ungkap WHO.

https://movieon28.com/movies/atm-4/


Sempat Langka, Stok Oksigen DIY Kini Dipastikan Aman 3-4 Hari ke Depan


Pemerintah daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memastikan Kamis (24/6) malam ini, tangki oksigen kiriman dari Jakarta sekitar 45 ton tiba di DIY untuk mengatasi kelangkaan stok. Sementara, akhir pekan ini tangki stok oksigen dari Surabaya juga akan langsung dibawa ke 27 rumah sakit rujukan COVID-19 di DIY.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan, pihaknya sudah bertemu dengan PT Samator selaku distributor oksigen. Dari hasil komunikasi, perusahaan tersebut langsung mencarikan tangki yang bisa membawa oksigen ke DIY.


"Kita sudah mendapatkan kiriman, sekarang posisi kehidupan itu kan berangkat dari Jakarta walaupun perusahaannya ada di Kendal tetapi posisi kontainer (tangki) yang itu sekarang ada di Jakarta dan sekarang ke sini Jadi nanti datang di Yogya tidak dalam bentuk tabung-tabung kecil tetapi masih dalam bentuk di dalam tangki itu menurut perkiraan nanti malam," kata Aji saat diwawancarai di Kompleks Kepatihan, Kantor Gubernur DIY, Kemantren Danurejan, Kamis (24/6/2021).


Dari pasokan oksigen tersebut, dirinya memperkirakan dalam tiga sampai empat hari ke depan tidak akan ada kelangkaan oksigen di rumah sakit.


"Saya kira untuk 3-4 hari ke depan saya kira masih cukup nanti Samator juga akan mendatangkan yang dari Surabaya," jelasnya.


Aji menegaskan, pihaknya mengupayakan oksigen ini untuk di rumah sakit terlebih dahulu, sesuai dengan kebutuhan yang mendesak di rumah sakit. Sementara untuk di agen atau penjual langsung, menjadi kewenangan distributor.


"Kami fokus di rumah sakit terlebih dahulu sesuai kebutuhan yang mendesak. Pihak distributor sedang mengatur jadwal (pasokan ke agen)," jelasnya.


Seperti diberitakan sebelumnya, kelangkaan oksigen terjadi di DIY. Pihak rumah sakit sampai harus mencari ke agen-agen penjual untuk bisa mencukupi kebutuhan oksigen pasien.


"Kami sudah tidak punya stok. Rumah sakit banyak yang tanya juga. Tapi mau bagaimana kondisinya dari produsen memang untuk mencukupi kebutuhan rumah sakit dahulu," kata Ninda Oktaviani, pemilik Ninda Oksigen.

https://movieon28.com/movies/atm-3/

Rabu, 23 Juni 2021

Aktivis Pro Palestina "Geruduk" Aplikasi Facebook

 - Aktivis pro-Palestina "menggeruduk" aplikasi Facebook sebagai protes terkait dugaan penyensoran akun dan postingan terkait dengan isu Palestina. Mereka menjalankan kampanye terkoordinasi untuk menurunkan peringkat ulasan aplikasi Facebook menjadi bintang 1.

Kampanye yang dibagikan di seluruh media sosial tersebut mengajak orang-orang memberikan ulasan bintang 1 untuk aplikasi Facebook di toko aplikasi Apple dan Google.

https://maymovie98.com/movies/men-in-black-ii/


Strategi tersebut tampaknya berhasil. Dalam seminggu terakhir, peringkat rata-rata bintang untuk raksasa jejaring sosial tersebut turun dari bintang 4 lebih menjadi 2,3 di App Store dan 2,4 dari sebelumnya 5 di Google Play.


Dikutip dari NBC News, banyak ulasan disertai komentar yang menyebutkan dugaan pembungkaman suara terkait Palestina oleh Facebook, antara lain termasuk postingan dengan hashtag #FreePalestine atau #GazaUnderAttack.


Di dalam Facebook, kampanye tersebut diperlakukan dengan sangat serius dan telah dikategorikan sebagai SEV1, yang merupakan singkatan dari severity 1, deskripsi yang digunakan secara internal ketika ada masalah besar menimpa website tersebut.


"Kepercayaan pengguna menurun drastis dengan intensitas antara Israel dan Palestina kian meningkat. Pengguna kita kesal dengan penanganan atas situasi ini. Pengguna merasa bahwa mereka sedang disensor, dibatasi, dan akhirnya dibungkam. Akibatnya, pengguna mulai memprotes dengan memberikan ulasan bintang 1," kata seorang software engineer senior Facebook dalam postingan yang beredar di lingkungan internal mereka.

Menurut screenshot yang bocor dari diskusi internal, Facebook menghubungi pihak toko aplikasi untuk menanyakan apakah mereka akan menghapus ulasan negatif. Pihak Apple kabarnya menolak, menurut sebuah postingan seorang karyawan Facebook yang ditugasi menghubungi Apple terkait masalah tersebut.


Facebook, Twitter, dan jejaring sosial lainnya selama bertahun-tahun dituduh menyensor suara yang membela Palestina dengan menghapus postingan dan akun pro-Palestina. Selama konflik yang terjadi bulan ini antara Israel dan Palestina, para pendukung Palestina mengatakan bahwa masalah tersebut semakin meningkat.


Access Now, sebuah organisasi nirlaba yang mengadvokasi hak digital, telah mendokumentasikan ada banyak contoh penyensoran dilakukan Facebook, termasuk Instagram yang membatasi hashtag yang mengacu pada masjid Al-Aqsa, tempat terjadinya bentrokan antara polisi Israel dan jamaah masjid Palestina awal bulan ini.


Merespons hal ini, juru bicara Facebook Andy Stone dalam pernyataannya mengelak tudingan Facebook melakukan penyensoran. Stone menyebutkan, kebijakan mereka dirancang untuk memberikan suara kepada semua orang sekaligus menjaganya tetap aman.


"Kami menerapkan kebijakan ini secara setara, terlepas dari siapa yang memposting atau keyakinan pribadi mereka. Kami memiliki tim yang berdedikasi, yang mencakup penutur bahasa Arab dan Ibrani, memantau dengan cermat situasi di lapangan, yang berfokus untuk memastikan kami menghapus konten berbahaya, sambil menangani kesalahan penegakan hukum secepat mungkin," ujarnya.

https://maymovie98.com/movies/design-in-motion-the-look-of-men-in-black-ii/