Minggu, 08 Desember 2019

Fitur Baru Instagram Cegah Pengguna 'Kudet' (2)

 Instagram mengeluarkan fitur baru yang memungkinkan para penggunanya mengetahui apakah mereka melihat postingan baru yang diunggah selama 48 jam, atau 2 hari terakhir, atau sebelumnya.

Fitur ini dirilis mengingat algoritma Instagram yang tidak beraturan dan membuat para penggunanya bingung karena postingan yang muncul pada beranda kadang tidak lagi sesuai dengan waktu mengunggah. Sehingga mereka terancam kudet alias kurang update.

Jika saat scroll ke bawah foto yang ada sudah berusia lebih dari 2 hari, maka pengguna akan melihat tanda cek berwarna hijau dengan keterangan "You're all caught up". Ya, postingan yang ada di bawah garis tanda cek merupakan postingan yang telah diunggah lebih dari dua hari.

Dengan adanya fitur tanda cek 48 jam ini, pengguna akan lebih ter-update oleh postingan yang diunggah oleh seluruh pengguna selama 48 jam terakhir di akun yang mereka ikuti di Instagram.

Facebook dan Instagram saat ini juga bekerja membuat fitur yang dapat menunjukan sudah berapa lama pengguna menghabiskan waktu memakai Facebook dan Instagram. Harapannya, fitur ini berfungsi seperti Screen Time pada iOS 12 dan Google's Dashboard yang akan hadir di Android P dalam mengetahui pola dan frekuensi menggunakan aplikasi sehingga pengguna tak ketagihan

Di tahun 2018 ini, banyak perusahaan dan platform teknologi berupaya membantu para penggunanya untuk mencapai keseimbangan antara waktu penggunaan gadget dengan aspek kehidupan lainnya. Dengan kata lain, mendorong para pengguna untuk dapat lebih produktif.

"Instagram saat ini sedang mengembangkan fitur yang dapat membantu para penggunanya mengetahui berapa lama waktu yang telah mereka habiskan di Instagram," Jelas CEO Instagram, Kevin Systrom.

Agaknya seberapa sering pengguna menghabiskan waktunya di Instagram disadari Systrom merupakan salah satu hal yang jadi tanggung jawab perusahaan. Pada cuitan yang diunggah 16 Mei lalu, pria kelahiran 1983 ini mengatakan ia sadar waktu yang dihabiskan orang untuk online berdampak pada kehidupan mereka. 

Cara Membuat Fanspage Facebook untuk Jualan dengan Mudah

Fasilitas fanspage pada Facebook banyak memberikan manfaat kepada penggunanya. Nah, bagaimana cara membuat fanspage Facebook dengan mudah?

Fanspage adalah halaman khusus yang menyediakan informasi mengenai bisnis misalnya untuk jualan, profil, hingga kisah. Nah, fanspage Facebook bisa juga terverifikasi agar informasi produk dalam fanspage lebih terpercaya.

Berikut cara membuat fanspage Facebook yang dirangkum detikcom:

1. Komputer

Cara membuat fanspage Facebook pertama dengan membuka lama di alamat https://www.facebook.com/pages/creation/. Kemudian, akan ada dua pilihan 'Bisnis atau Merek' dan 'Komunitas atau Tokoh Masyarakat'.

Pilih yang sesuai dengan keinginan. Kemudian, isi informasi yang diperlukan, seperti Nama Halaman, Kategori, Alamat, dan Nomor Telepon. Jika sudah diisi lengkap klik 'Lanjutkan' dan ikuti petunjuk di layar.

2. Handphone

Cara membuat fanspage Facebook lewat HP juga bisa dilakukan. Pertama-tama log in akun Facebook melalui browser. Kemudian, pilih opsi pilihan. Klik 'Halaman', lalu 'Buat Halaman'.

Setelah itu, pengguna pilih 'Mulai'. Masukkan nama halaman yang diinginkan, lalu klik 'Berikutnya'. Ikuti petunjuk di layar dan isi informasi yang diminta oleh Facebook.

Nah, selamat mencoba cara membuat Fanspage Facebook ya!

Salut, Anak Zuckerberg Bergelimang Harta Tapi Mau Lakukan Ini

Dengan jumlah kekayaan sekitar USD 74 miliar, CEO Facebook Mark Zuckerberg dan istrinya Priscilla Chan bisa membelikan kedua putri mereka apapun. Nyatanya, pasangan miliuner ini tidak memanjakan anak-anak mereka.

Dalam sebuah wawancara yang dikutip dari CBS, Zuck menceritakan bagaimana dirinya dan sang istri membesarkan dua putri mereka dengan cara sederhana meski berlimpah kekayaan.

"Kami tidak memberikan mereka kemewahan. Jadi saya rasa itu adalah hal yang penting," ujarnya.

Dikatakan Zuck, dua putrinya, Maxima yang kini berusia 4 tahun dan August yang berumur 2 tahun, masing-masing sudah diberi tanggung jawab di rumah meski masih kecil.

Mei lalu misalnya, Zuck membagikan sebuah video yang memperlihatkan kedua putrinya membantu mencuci peralatan makan dan menyusunnya di rak piring. "Satu pencapaian dalam parenting," tulis Zuck pada caption video yang diuploadnya tersebut.

"Kami juga membawa anak-anak ikut ke kantor. Mark dan saya mengajak mereka bekerja, pergi ke kantor, untuk melihat apa yang kami lakukan, bagaimana kami berkontribusi," kata Priscilla menambahkan.

Zuck dan Priscilla bukan satu-satunya pasangan kaya yang memutuskan untuk tidak memanjakan anak-anaknya. Miliuner Warren Buffett juga pernah berbagi bagaimana dia dan istrinya membesarkan anak-anaknya.

"Anak-anak kami tumbuh normal. Mereka tinggal di rumah satu-satunya yang saya miliki dalam hidup yang dibeli tahun 1958," kata Buffett dalam wawancara dengan Forbes di 2013.

Dengan demikian, mereka tidak melihat Buffet dan istrinya berpindah-pindah ke rumah yang lebih mewah. Buffet juga tidak memberi anak-anaknya fasilitas mewah. Mereka tidak menggunakan pesawat pribadi dan pergi sekolah menggunakan bus sekolah seperti anak-anak sekolah lainnya.

"Setiap anggota keluarga Buffett sekolah di sekolah umum. Mereka sekolah di tempat ibu mereka sekolah dulu," ujarnya.

Selain itu, ada juga pasangan miliuner Bill dan Melinda Gates yang memang dikenal publik selalu berpenampilan sederhana. Keduanya memutuskan untuk tidak mewariskan kekayaan mereka kepada anak-anaknya. Adapun harta keduanya, digunakan untuk berbagai kegiatan amal dan kemanusiaan.

Bill dan Melinda hanya memfasilitasi ketiga anaknya dengan pendidikan tinggi. Namun setelah itu, anak-anak ini harus bertanggung jawab menentukan masa depan mereka masing-masing.

"Bukan hal yang baik memberikan anak-anak uang berlimpah. Hal itu akan membuat mereka kehilangan arah dan bisa menghancurkan jalan hidup mereka," sebut Bill Gates.

Donald Trump dan Mark Zuckerberg Gelar Pertemuan Rahasia

Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, diam-diam melakukan pertemuan dengan presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Sudah berlangsung Oktober silam, perjumpaan keduanya baru terungkap sekarang.

Dikutip detikINET dari Guardian, mereka makan malam privat di Gedung Putih, tepat sesudah Zuckerberg tampil di hadapan Konggres dan dicecar beragam pertanyaan, termasuk bagaimana Facebook menangani misinformasi, terkhusus dalam iklan politik.

Selain Zuck, triliuner Peter Thiel, investor awal dan anggota dewan direksi Facebook, juga hadir. "Seperti halnya normal bagi CEO perusahaan AS besar lain, Mark menerima undangan makan malam bersama presiden dan ibu negara di White House," sebut Facebook mengkonfimasi.

Tidak disebutkan apa yang mereka bahas. Pada bulan September, Zuck juga bertemu Trump. Entah kebetulan atau tidak, Zuck beberapa waktu lalu menegaskan pihaknya takkan melarang iklan politik meski banyak dikritik berpotensi menyesatkan.

Trump sendiri adalah pengiklan rutin di Facebook. Adapun Thiel adalah pendukung Trump, di mana ia mendonasikan USD 1,25 juta untuk kampanye sang presiden pada pilpres 2016 silam.

Zuck dahulu kadang melontarkan kecaman pada Trump. Ia pernah terang-terangan menentang rencana Trump membangun tembok di perbatasan Meksiko.

"Aku mendengar suara ketakutan untuk membangun tembok dan mengambil jarak dengan orang yang dilabeli sebagai orang asing," kata Zuck kala itu. Namun belakangan, hubungan mereka tampak semakin membaik.