Rabu, 08 Januari 2020

Kemegahan Candi Borobudur yang Tak Pernah Pudar

Candi Borobudur adalah candi Buddha terbesar di dunia. Dibangun pada abad ke-9, Candi Borobudur sekarang menjadi magnet yang mampu menarik jutaan wisatawan setiap tahun.

Candi Borobudur terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Dikunjungi jutaan wisatawan, Borobudur dikatakan sebagai monumen dan kompleks stupa termegah dan terbesar di dunia ini memang memukau. Candi Borobudur memuat 2672 panel relief yang jika disusun berjajar maka panjangnya mencapai 6 km.

Relief Candi Borobudur terbagi menjadi 4 kisah utama, yaitu: Karmawibangga, Lalitawistara, Jataka/Awadana, serta Gandawyuha. Selain mengisahkan tentang perjalanan hidup Sang Buddha dan ajarannya, relief Candi Borobudur juga merekam kemajuan masyarakat Jawa pada masa itu.

Saya sudah 5 kali mengunjungi Borobudur dan tak pernah tidak kagum akan kemegahan candinya. Pertama kali mengunjungi Candi Borobudur saat usia kurang dari 2 tahun bersama orang tua dan keluarga. Kedua saat study tour SMP. Ketiga study tour SMA. Keempat tahub 2016 bersama keluarga dan bibi. Terakhir tahun 2018 bulan Desember bersama teman kuliah.

Sungguh Candi Borobudur tetap mengagumkan dan terlihat sangat megah dari dulu hingga sekarang. Setiap detail relief yang dibuat sangat indah dan memiliki nilai seni yang tinggi. Ditambah saat ini Borobudur memiliki beberapa tempat wisata lain yang masih berada di dalam kompleks candi. Seperti museum Borobudur hingga museum kapal.

Mengapa saya sangat ingin pergi ke Dubai? Itu karena bangunan megah dan kesan mewah yang membuat semua orang penasaran untuk pelesir ke kota dengan gedung tertinggi di dunia. Tatanan kota yang indah dan tingkat keamanan yang tinggi membuat banyak orang memimpikan Dubai sebagai destinasi wisata.
Ketika saya di Dubai yang akan saya lakukan ialah mengunjungi beberapa destinasi terbaik yang ada di sana, seperti Dubai Miracle Garden, Desert Safari Dubai, Dubai Aquarium dan Underwater Zoo, Jumeirah Beach san masih banyak lagi yang ingin saya kunjungi.

TN Tambora Tegaskan Tak Ada Aktivitas Illegal Logging di Kawasannya

Balai Taman Nasional Gunung Tambora menegaskan tidak ada aktivitas pembalakan liar atau illegal logging yang terjadi di dalam kawasan taman nasional.

Pernyataan tersebut menyusul dengan adanya temuan puluhan batang kayu olahan jenis Dua Banga (Kalanggo) yang diduga hasil illegal logging oleh tim gabungan TNI Polri dan jajaran pemerintah Dompu pada Senin (29/7/2019) yang sebelumnya disebut-sebut terjadi dalam kawasan taman nasional.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Tambora, Murlan Dameria Pane, mengaku kaget adanya postingan warga di media sosial Facebook soal illegal logging yang terjadi di dalam kawasan taman nasional.

Hanya setelah dicek di lokasi, ternyata kasus tersebut benar terjadi namun masuk dalam kawasan hutan produksi di bawah pengawasan KPH.

"Lokasi kejadian tersebut bukan di dalam kawasan TN Tambora. Cukup jauh dari batas kawasan Taman," tegasnya pada detikcom, Selasa (307/2019).

Sebelumnya, Balai TN Tambora kaget mendapatkan informasi adanya dugaan aksi illegal logging yang disebut-sebut terjadi di dalam kawasan taman.

Setelah ditelusuri, kasus illegal logging tersebut terjadi di kawasan hutan produksi yang dikelola oleh PT Agro Wahana Bumi (ABW) yang lokasinya cukup jauh dari batas wilayah taman nasional.

Mungkin Ini Gunung dengan Pendaki Terbanyak Sedunia

Traveler asal Indonesia yang sudah sering main ke Tokyo mungkin belum banyak tahu tentang Mt. Takao. Inilah gunung yang paling banyak dikunjungi di dunia.
Mt. Takao adalah opsi day trip yang paling populer dari Tokyo menurut beberapa situs wisata. Bagaimana tidak? Cukup dengan 1 jam, kamu sudah bisa kabur dari suasana hiruk-pikuk di pusat kota dan menikmati udara segar lengkap dengan suasana kehijauan.

Kali ini saya ingin menceritakan pengalaman extraordinary yang saya rasakan ketika mendaki Mt. Takao di akhir musim semi tahun ini. Bermodal 1,380 yen, kamu bisa membeli Mt. Takao Discount Ticket yang sudah mengcover transportasi pulang pergi dari Shinjuku ke Mt. Takao plus cable car/chair lift dua arah.

Setelah mempersiapkan sedikit bekal dan air minum, saya pun berangkat dari Shinjuku dengan kereta api menuju stasiun Takaosan-guchi via Keio Line. Buat kamu belum pernah mendaki atau jarang mendaki alias pemula seperti saya, jangan khawatir karena ada berbagai track pendakian yang tersedia mulai dari tergampang (jalan setapak) sampai yang terekstrim (jalur trekking).

Selain itu, kamu juga bisa menggunakan cable car atau chair lift yang akan membawamu dari kaki gunung sampai ke titik tengah untuk menghemat waktu dan energi. Saya sendiri menggunakan jalan setapak sampai ke puncak biar lebih greget. Kamu juga enggak perlu takut tersesat, karena petunjuk di masing-masing track sangat jelas dan semua track akan sampai ke titik yang sama di puncak gunung

Selama mendaki, kamu bisa tiba di beberapa spot unik seperti Kuil Shinto-Buddhist, Monkey Park, Ancient Cedar route, Suspension Bridge dan masih banyak lainnya. Setelah mendaki sekitar dua jam, saya akhirnya tiba di puncak Mt. Takao.

Pemandangan dari puncak memang fantasis, kota Tokyo dan gedung-gedung pencakar bisa terlihat dengan jelas. Gunung Fuji juga bisa terlihat dari puncak Mt. Takao kalau kamu sedang beruntung tapi nasib saya kurang bagus karena saat Gunung Fuji sedang malu-malu kucing.

Setelah ritual foto-foto selesai, saya pun memulai perjalanan menuju ke kaki gunung dengan menggunakan chair lift. Cara untuk naik chair lift juga terbilang unik karena saya harus berpose setengah duduk agar bisa "dicantol" oleh chair lift yang sedang bergerak.

Menurut saya, chair lift ini wajib digunakan karena sensasinya sangat luar biasa. Tidak ada pengaman, tidak ada pembatas, hanya kamu, alam dan pemandangan yang breathtaking, Nah! Lebih kurang seperti itulah pengalaman yang saya rasakan saat mengunjungi Mt. Takao.

Cocok banget untuk traveler yang gemar dengan aktivita anti-mainstream seperti saya karena pengalaman saat traveling adalah hal yang paling berkesan! Ngomong-ngomong soal anti-mainstream, saya jadi ingat dengan beberapa item di bucket list saya yang belum "tercentang" dan hanya bisa dilakukan di Uni Emirat Arab sehingga membuat saya ingin berkunjung ke Dubai.

Item-item tersebut adalah skydiving di atas Palm Jumeirah, jalan-jalan di pusat kota Dubai untuk mengagumi suasana metropolis sambil mengenakan pakaian khas Kandura an tentu saja selfie dengan seekor unta!Semoga mimpi saya bisa terwujud suatu saat!