Kamis, 09 Januari 2020

Taman Safari Indonesia Ajak Peduli Satwa Lewat Kontes Foto

Taman Safari Indonesia (TSI) resmi membuka International Animal Photo Competition (IAPC) atau kontes foto. Kompetisi foto bagi pencinta satwa ini mempunyai misi utama untuk mengajak masyarakat umum menghargai dan mencintai keanekaragaman satwa melalui foto-foto yang menggugah hati.

"Berdasarkan studi dari Amerika Serikat Michigan State University bahwa dengan melihat foto satwa orang dapat lebih memiliki koneksi batin antara manusia dan satwa, sehingga dengan foto-foto itu manusia bisa lebih mencintai satwa," ujar Deputy Direktur Taman Safari Indonesia Hans Manansang dalam sambutannya di Jakarta Aquarium, Neo Soho, Jakarta Barat, Sabtu (27/7/2019).

Oleh karena itu, kata Hans, melalui lomba foto bertemakan 'Aku dan Satwa' ini diharapkan foto yang dihasilkan dapat menyadarkan semua orang untuk menjaga alam beserta isinya.

"Melalui IAPC ini kita mnegajak orang-orang untuk mencintai satwa, karena banyak satwa hidup menderita, ada yang terkena jerat, ada yang dikejar-kejar masyarakat untuk dibunuh, ini yang ingin kita coba gugah supaya masyarakat lebih sadar bahwa satwa itu bukan untuk dibunuh tapi untuk hidup berdampingan dengan manusia," terang Hans
.
Sementara itu, Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati KLHK Indra Exploitasia mengungkapkan apresiasinya terhadap IAPC 2019 ini. Menurutnya, pemerintah melalui KLHK menjalankan fungsi dan tugas strategis untuk mempertahankan keseimbangan ekosistem sebagai sistem pendukung kehidupan, tugas mulia tersebut tentu saja membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

"Kecintaan masyarakat terhadap flora fauna dapat disalurkan secara positif melalui kegiatan fotografi ini, oleh karena itu pemerintah mengapresiasi langkah Taman Safari khususnya Jakarta Aquarium yang telah menyelenggarakan lomba foto satwa internasional ke-29 sekaligus mewadahi hobi dan kecintaan masyarakat terhadap fauna Indonesia melalui foto secara produktif," ujarnya.

Diketahui, sejak didirikan pada 1986, TSI melakukan konservasi hewan liar yang populasinya mulai terdesak. Ada ribuan jenis spesies hewan di dunia yang terancam punah. TSI ingin mengambil peran untuk menanggulanginya dengan merawat lima ribu hewan dari 300-an spesies.

Taman Safari Bogor, Taman Safari Prigen, Bali Safari & Marine Park, Batang Dolphins Center dan Jakarta Aquarium adalah bukti kepedulian TSI Group terhadap deretan satwa yang kian hari semakin terancam keberadaannya.

Selain konservasi, ada tiga pilar lainnya yang hingga kini menjadi tonggak semangat bisnis TSI, yakni pendidikan (education), penelitian (research), dan rekreasi (recreation).
http://indomovie28.com/a-big-bullfight/

Sensasi Arung Jeram di Kali Elo Magelang Saat Matahari Terbenam

Liburan akhir pekan di Magelang kamu bisa coba arung jeram. Rasakan serunya mengarungi Kali Elo petang hari jelang matahari terbenam.

Ini adalah tempat wisata di Magelang yang dicoba detikcom saat berada di sana beberapa waktu lalu. Kurang lengkap ke sana tanpa menjajal arung jeramnya.

Ya, semua acara dipadatkan dan kami menjajal arung jeram juga saat malam akan tiba. Kami hanya mengarungi setengah rute arung jeram dari biasanya di Sungai Elo.

Mengingat waktu, kami memotong di pertengahan jalur atau melewatkan setengahnya dari total 12,5 kilometer. Jadi, tingkat kesulitan jeramnya pun ada di Grade Class II ke bawah.

Jeram-jeram yang cukup menegangkan ada di awal-awal jalur. Tapi perjalanan ini cukup menegangkan karena hari mulai gelap.

Air yang tenang, cukup bersih dan sejuk mengaliri Kali Elo. Sisi kanan kiri kali adalah permukiman warga desa yang berbatas kumpulan pohon bambu.

Meski kemarau, Kali Elo masih memiliki debit air yang cukup untuk diarungi. Terlihat pula saat itu pemancing lokal hingga ada orang mandi di kali ini.

Ada banyak biawak di daerah sini. Sering diburu masyarakat tapi hanya yang dewasa dan yang masih kecil dilarang perburuannya.

Permintaan Menteri Susi, Menpar Beri Bantuan Ini untuk Banyuwangi

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyerahkan bantuan berupa 10 stand up paddle board untuk Banyuwangi. Penyerahan dilakukan di Pendopo Kabupaten Banyuwangi, beberapa jam sebelum pembukaan Banyuwangi Ethno Carnival 2019.

Menpar Arief Yahya mengatakan bantuan bukan hanya diberikan ke Banyuwangi tetapi sejumlah daerah juga mendapatkan bantuan yang sama.

"Stand up paddle board ini sedang populer dan turut dipopulerkan Menteri Susi Pudjiastuti. Sejumlah pantai mendapatkan bantuan ini. Seperti Pangandaran, Anambas, nanti juga akan ke Belitung, dan sekarang di Banyuwangi," paparnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/7/2019).

Diakui Arief, bantuan stand up paddle board diberikan atas permintaan Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti. Beberapa waktu lalu, Menteri Susi liburan di Banyuwangi selama 4 hari. Ia menilai pantai di Banyuwangi masih membutuhkan stand up paddle board.

Arief menambahkan, stand up paddle board mudah digunakan karena tidak memerlukan ombak besar layaknya berselancar. Kita cukup naik ke atas board dan menggunakan bantuan dayung untuk menggerakkannya.

"Yang harus sama-sama kita sadari, Indonesia adalah negara kepulauan. Negara yang garis pantainya sangat panjang. Lebih dari seribu km. Selain itu, 2/3 terumbu karang di dunia ada di Indonesia. Makanya saya mendukung penguatan atraksi di area pantai, dan ini merupakan bagian dari wisata bahari," katanya.

Arief pun menilai potensi bahari Indonesia sangat tinggi. Hanya saja, belum tergali dengan maksimal. Oleh karena itu, Arief berharap bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan maksimal.
Bantuan stand up paddle board diberikan secara simbolis. Dan diterima Aziz dari Grand Watu Dodol, dan Sukirno dari Bangsring Underwater.

Bupati Banyuwangi Azwar Anas mengucapkan banyak terima kasih kepada Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang telah memberikan bantuan paddle board. Kata Anas, pantai-pantai di Banyuwangi kini sudah diakui dunia dan sudah berlevel dunia. Salah satunya adalah Pantai Bangsring.

Bangsring beberapa waktu lalu menerima penghargaan ASEAN Tourism Standard Award, dalam kegiatan ASEAN Tourism Forum 2018 di Chiang Mai, Thailand.

Penghargaan untuk destinasi yang menjadi titik penilaian adalah wisata bahari Bangsring Underwater di Kecamatan Wongsorejo dan Pantai Grand Watudodol (GWD) Kecamatan Kalipuro yang makin tertata setelah direnovasi. Dua destinasi itu dipilih karena komunitas warganya memiliki visi sama dalam penciptaan lingkungan bersih dan berkelanjutan.

Bupati yang punya nama lengkap Abdullah Azwar Anas, mengatakan, penghargaan ini menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas program pariwisata Banyuwangi.

"Terima kasih untuk masyarakat, terutama komunitas-komunitas yang mengelola destinasi, karena mereka-lah lakon utama dalam mewujudkan destinasi yang nyaman dan bersih," papar Anas.

Menurut Anas, penghargaan dan bantuan dari Kemenpar ini sangat berarti bagi perkembangan wisata Banyuwangi. Pariwisata tak dapat lagi dipisahkan dari kebersihan sebagai bagian aspek amenitas wisata.

"Kalau infrastruktur pariwisatanya nyaman dan bersih, wisatawan happy. Komunitas warga pengelola destinasi semakin sadar tentang hal ini," kata Anas.