Kamis, 06 Februari 2020

Tari Wura Bongi Monca Sambut Wisatawan di Festival Pesona Tambora

Puncak Festival Pesona Tambora benar-benar luar biasa. Festival tersebut mampu membuat kawasan Doro Ncanga, Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) berubah menjadi lautan manusia, Kamis (11/4).

Berbagai sajian budaya terbaik seolah menjadi magnet tersendiri bagi ribuan masyarakat dan wisatawan yang datang. Sebuah prosesi penyambutan dengan Tari Wura Bongi Monca memulai perhelatan tersebut. Gemulai para penari bersanding manis dengan alunan musik tradisional Mbojo, khas Dumpu.

"Ini luar biasa. Keren! Festival Pesona Tambora mampu menjadi etalase terbaik. Bukan saja mengangkat kemegahan Gunung Tambora, tetapi juga seni budaya yang begitu kaya yang dimiliki NTB," ujar Ketua Pelaksana Calendar of Event Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuty.

Hadirnya penyanyi ibukota Helena mampu membuat suasana semakin semarak. Jebolan salah satu ajang pencarian bakat itu tampil luar biasa. Suasana makin memanas saat Esthy Reko Astuty berduet bersama Helena menyanyikan lagu Dia milik penyanyi Anji.

Acara ini juga diwarnai penampilan Tari Kolosal Doro Mantika yang begitu apik dibawakan oleh 300 penari. Tarian yang menggambarkan kearifan lokal masyarakat Dompu itu, merupakan gambaran sejati bersandingnya masyarakat dengan Gunung Tambora.

Hadirnya Tarian Doro Mantika pun seolah menjadi pertanda, betapa betapa melekatnya Gunung Tambora kepada masyarakat NTB. Apalagi setelah letusan maha dasyat tahun 1815 Gunung Tambora menjelma menjadi lanskap yang sangat menakjubkan.

Dari puncaknya, wisatawan bisa melihat kawah besar sisa letusan gunung Tambora yang sangat mengagumkan. Bahkan menjadi kawah terdalam dan terluas di dunia. Di sekitarnya, terdapat destinasi wisata menawan yang menarik untuk dikunjungi.

Dari mulai Doro Ncanga, Doro Bente, hingga Doro Peti. Daerah-daerah itu pun menjadi lahan yang penghidupan bagi masyarakat sekitar.

Pada sambutannya, Esthy Reko Astuty menjelaskan, Festival Pesona Tambora ini sangat luar biasa. Festival ini mampu menjadi promosi pariwisata bagi Dompu, NTB, bahkan Indonesia.

Repons besar yang ditunjukan wisatawan pun menjadi representasi kebangkitan pariwisata NTB. Terutama pasca gempa yang melanda NTB beberapa waktu silam. Apalagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga pernah hadir di Festival Pesona Tambora.

Maka dari itu Kemenpar pun memberikan dukungan langsung terhadap Festival Pesona Tambora. Salah satunya dengan mendatangkan koreografer ternama Deni Malik untuk mengkurasi atraksi tarian yang ada di festival tersebut.

"Festival ini menjadi media promosi pariwisata yang bagus. Atraksinya keren," kata Esthy.

Apalagi, prestasi yang dimiliki NTB terutama untuk wisata halal sangat banyak. Dengan adanya potensi ini dan kekuatan alamnya, kawasan Tambora harus menggelar lebih banyak festival. Apalagi Kawasan Tambora sangat potensial untuk dikembangkan nomadic tourism," katanya.

Gubernur NTB Zulkieflimansyah pada sambutannya pun mendukung penuh perhelatan tersebut. Menurutnya festival ini membuktikan komitmen penuh Dompu dalam mendukung pariwisata Indonesia khususnya NTB.

"Tidak mudah membangun daerah meskipun memiliki potensi yang besar. Dompu mampu mewujudkan itu dengan komitmen kuat Bupati Dompu Bambang M. Yasin dalam membangun Dompu. Terimakasih juga kepada Kemenpar yang telah mendukung penuh festival ini selama 5 tahun berturut-turut," ujar Zulkiefli.

Bagi Kepala Dinas Pariwisata, NTB, Lalu Mohammad Faozal, Festival Pesona Tambora menjadi tonggak baru mendunianya Gunung Tambora. Sebuah atraksi utama untuk mendorong sektor pariwisata NTB.

"Komitmen kami untuk terus mendorong sektor pariwisata sebagai core ekonomi daerah. Bukan cuma Lombok tetapi juga di seluruh kabupaten/kota di NTB," ujar Faozal.

Buat Menteri Pariwisata Arief Yahya, perhelatan Festival Pesona Tambora berdampak positif buat masyarakat.

"Gunung Tambora menjadi berkah yang luar biasa bagi masyarakat Dompu. Bukan saja memberikan kesuburan bagi tanahnya tetapi juga menjadi ikon pariwisata NTB. Lewat festival ini seluruh potensi pariwisata yang ada di Gunung Tambora diharapkan semakin mendunia," ucap Menpar Arief.

82 Surfer Adu Ketangkasan di Parangtritis Surfing National Competition

Tidak diragukan lagi, pantai Indonesia kualitasnya mendunia. Salah satunya unuk surfing atau berselancar.

Sebanyak 82 surfer unjuk kebolehan di kompetisi surfing nasional pantai Parangtritis, Bantul. Kompetisi tersebut bertujuan mengenalkan Pantai Parangtritis sebagai salah satu spot surfing di Indonesia.

Ketua panitia acara Parangtritis Surfing National Competition, Budi Santoso mengatakan, kompetisi surfing yang diinisiasi Dolphin Parangtritis Surf Community dan Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Bantul ini baru pertama kali digelar. Menurutnya, kompetisi berskala nasional ini diikuti puluhan surfer dari berbagai daerah di Indonesia.

"Total peserta yang ikut ada 82 orang, ada yang berasal dari Lampung, Padang, Banten hingga Banyuwangi. Sedangkan untuk kelas yang dilombakan ada 3, yaitu woman division, local division dan yang paling bergengsi yaitu open national division," ujarnya saat ditemui di pingir Pantai Parangtritis, Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Bantul, Kamis (11/4/2019).

Sambung Budi, dalam kompetisi tersebut pemenang akan dinilai dari berbagai aspek, salah satunya manuver-manuver yang dilakukan saat menaklukan ombak Pantai Parangtritis. Menurutnya, penilaian terkait manuver yang dilakukan surfer menjadi penilaian khusus.

"Penilaian tertinggi itu dari manuver yang keras tapi terkontrol, jadi mereka (peserta surfing) bukan dinilai pintar dalam ambil ombak panjang, tapi lebih ke manuvernya," katanya.

Lanjut Budi, pemilihan Pantai Parangtritis sebagai lokasi kompetisi surfing bukan tanpa alasan. Menurut Budi, hal itu karena Pantai Parangtritis memiliki ombak yang terbilang unik dibanding Pantai lainnya.

"Kenapa di Paris (Parangtritis)? Karena ombak di Parangtritis itu termasuk besar. Selain itu banyak keuntungan surfing di Parangtritis, karena ombak di sini bisa dipakai surfing dari pagi sampai sore, tidak seperti Pantai lainnya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinpar Kabupaten Bantul, Kwintarto Heru Prabowo menjelaskan, bahwa Dinpar Kabupaten Bantul mendukung penuh terselenggaranya kompetisi tersebut. Menurut Kwintarto, dengan adanya kompetisi tersebut diharap menjadi daya tarik wisatawan untuk mengunjungi Pantai Parangtritis.

"Lomba ini merupakan dukungan kami terhadap olahraga surfing, karena ternyata di Pantai Parangtritis ini sudah sering digunakan untuk latihan para surfer sejak tahun 2012. Selain itu, ini juga untuk mengenalkan ke masyarakat kalau di Paris punya daya tarik lain yaitu bisa untuk surfing," ucapnya.

Kwintarto menambahkan, bahwa daya tarik surfing di Parangtritis diharap mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisata di Pantai Parangtritis, khususnya wisatawan asing. Mengingat dengan banyaknya wisatawan akan berdampak pada perekonomian masyarakat yang tinggal di pesisir Pantai.

"Semoga event ini bisa jadi event tahunan, karena kalau ramai pengunjung kan bisa membantu pengembangan ekonomi masyarakat juga," pungkasnya.

Tari Wura Bongi Monca Sambut Wisatawan di Festival Pesona Tambora

Puncak Festival Pesona Tambora benar-benar luar biasa. Festival tersebut mampu membuat kawasan Doro Ncanga, Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) berubah menjadi lautan manusia, Kamis (11/4).

Berbagai sajian budaya terbaik seolah menjadi magnet tersendiri bagi ribuan masyarakat dan wisatawan yang datang. Sebuah prosesi penyambutan dengan Tari Wura Bongi Monca memulai perhelatan tersebut. Gemulai para penari bersanding manis dengan alunan musik tradisional Mbojo, khas Dumpu.

"Ini luar biasa. Keren! Festival Pesona Tambora mampu menjadi etalase terbaik. Bukan saja mengangkat kemegahan Gunung Tambora, tetapi juga seni budaya yang begitu kaya yang dimiliki NTB," ujar Ketua Pelaksana Calendar of Event Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuty.

Hadirnya penyanyi ibukota Helena mampu membuat suasana semakin semarak. Jebolan salah satu ajang pencarian bakat itu tampil luar biasa. Suasana makin memanas saat Esthy Reko Astuty berduet bersama Helena menyanyikan lagu Dia milik penyanyi Anji.

Acara ini juga diwarnai penampilan Tari Kolosal Doro Mantika yang begitu apik dibawakan oleh 300 penari. Tarian yang menggambarkan kearifan lokal masyarakat Dompu itu, merupakan gambaran sejati bersandingnya masyarakat dengan Gunung Tambora.