Sabtu, 08 Februari 2020

Tarian Kolaborasi 5 Negara Meriahkan Bangka Culture Wave

Ada yang unik dari gelaran Bangka Culture Wave 2019. Acara ini turut dimeriahkan oleh tari budaya hasil kolaborasi 5 negara. Ke-5 negara tersebut antara lain Indonesia, Spanyol, Hungaria, Slovakia, dan Meksiko.

Tari kontemporer ini ditampilkan di pembukaan Bangka Culture Wave 2019 yang digelar di De'Locomotief, Pantai Wisata Tongaci, Sungailiat pada Selasa (2/4/2019). Sekda Provinsi Bangka Belitung, Yan Mengawandi, mengungkapkan acara ini menjadi media konservasi budaya.

"Bangka Culture Wave 2019 jadi bagian penting dari branding pariwisata Bangka Belitung. Event ini menampilkan beragam budaya dari Bangka, nusantara, hingga dunia. Semua dilestarikan melalui Bangka Culture Wave 2019 2019. Dengan begitu, kami berharap arus wisatawan menuju Bangka akan semakin besar. Sebab, potensi di sini sangat besar," kata Yan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/4/2019).

Tarian yang disiapkan selama tiga pekan ini menghasilkan Tari Tukik Nusantara. Menggunakan aransemen perkusi Melayu dan mengenakan ornamen khas nusantara dari desain kostum karya Uzy Fauziah, tari ini dibawakan 6 penari yang terdiri dari 5 penari putri dan 1 penari putra. Makin unik, penari putra membawa Buugeng yang merupakan alat khas Jepang.

Staf Khusus Menteri Bidang Multikultural Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuty, mengungkapkan tari kolaborasi 5 negara ini sangat menarik.

"Tentu sangat menarik ketika budaya dari 5 negara bertemu di Bangka Culture Wave 2019. Selain Indonesia, ada budaya dari 4 negara di dunia. Mereka berhasil menampilkan pembauran budaya melalui tariannya. Dengan start seperti ini, Bangka Culture Wave 2019 akan menjadi event yang sangat menarik," katanya.

Tari Tukik Nusantara diadopsi dari penyu hijau yang menjadi salah satu kekayaan Bangka. Kemudian dikolaborasikan dengan beragam khasanah budaya nusantara hingga muncul menjadi gerakan yang indah. Pesan utama tari ini adalah menjadi kampanye konservasi lingkungan, khususnya penyu hijau.

"Bangka Culture Wave 2019 beserta kontennya sangat menginspirasi. Semua tetap diingatkan untuk menjaga lingkungan sembari bergembira. Dengan warna ini, alam di Bangka akan terus lestari. Dari situ akan mendatangkan banyak manfaat, khususnya pariwisata," jelas Esthy.

"Kolaborasi tarian dari beberapa negara menjadi pesona Bangka Culture Wave 2019. Tarian ini menawarkan keindahan yang khas. Semua potensi dari masing-masing negara digali, lalu pada beberapa part disatukan hingga menjadi tarian baru. Pesan persatuan dan kebersamaan inilah yang luar biasa dari Bangka Culture Wave 2019," ucap Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, Rizki Handayani.

Selain Tari Tukik Nusantara, ditampilkan pula Tari Shadow Puppet persembahan Spanyol dan Slovakia. Tarian berikutnya adalah Mandala Stone yang disajikan peserta Hungaria dan Meksiko.

"Dengan konten bagus, Bangka Culture Wave 2019 harus menjadi destinasi utama berlibur. Silahkan datang ke Bangka Culture Wave 2019," ajak Rizki.

Pembukaan Bangka Culture Wave 2019 turut dimeriahkan oleh fashion show dengan motif tenun Cual. Acara kemudian ditutup dengan pelepasan penyu.

Asdep Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati, mengtakan, Bangka Culture Wave selalu menampilkan beragam kejutan setiap tahunnya. Pasalnya, pada tahun ini ada kegiatan lomba lukis anak-anak (Payung & Tudong Saji), workshop fashion arts recycle costum, workshop lukis anak, hingga body painting.

"Bangka Culture Wave 2019 menjadi fenomena dengan pertunjukan budaya lintas negaranya. Lebih menarik lagi, setiap tahun selalu ada hal baru yang diselipkan melalui kontennya. Dengan potensi yang dimilikinya, sektor pariwisata di Bangka akan terus tumbuh," paparnya.

Pada kesempatan yang berbeda, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi Bangka Culture Wave 2019

"Apresiasi luar biasa atas penyelenggaraan Bangka Culture Wave 2019 2019. Event ini banyak memberikan inspirasi melalui konten yang ditawarkannya. Pokoknya event-event dalam BCW ini jangan sampai terlewatkan. Selain ada warna baru, Bangka Culture Wave 2019 2019 juga menyajikan beragam warna budaya Bangka yang cukup langka. Enjoy Bangka," katanya. 

Ada Promo Pesawat Lagi Nih untuk Penerbangan Silangit - Kuala Lumpur

Maskapai penerbangan AirAsia memberikan promo menarik untuk penerbangan dari Bandara Silangit, Sumatera Utara menuju Kuala Lumpur, Malaysia. Hal tersebut diharapkan bisa mendongkrak kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan terkait hadirnya Bandara Silangit yang sebenarnya dimaksudkan untuk mendongkrak kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, khususnya yang ingin berwisata ke Danau Toba. Dengan adanya Bandara Silangit, diharapkan tidak ada lagi keluhan atau kendala terkait aksesibilitas di wilayah tersebut.

"Danau Toba sudah kita tetapkan sebagai salah satu destinasi super prioritas di Indonesia. Keindahan Danau Toba dengan Pulau Samosir di tengahnya, diharapkan bisa dinikmati lebih banyak wisatawan, khususnya turis asing. Karenanya, aksesibilitas menjadi hal yang wajib diperhatikan, selain soal amenitas dan atraksi. Mudah-mudahan penerbangan Silangit-Kuala Lumpur dan sebaliknya, bisa seterusnya berjalan lancar," pungkasnya dalam keterangan tertulis, Rabu (3/4/2019).

Penawaran yang hanya berlaku sampai tanggal 7 April 2019 itu memberikan harga tiket mulai dari Rp 189.000 sekali jalan. Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani membenarkan adanya waktu pembelian tiket harga promo hanya sampai tanggal 7 April 2019. Masyarakat yang berminat bisa login sekarang juga di aplikasi AirAsia. Harga promo tersebut tersedia untuk jadwal terbang mulai tanggal 24 Mei sampai 23 Agustus 2019 mendatang.

"Promo ini akan sangat menguntungkan para wisatawan atau siapa pun yang hendak melakukan perjalanan dari Silangit ke Kuala Lumpur. Karenanya, TA/ TO bisa meneruskan kabar gembira ini pada relasi atau kliennya sehingga bisa memangkas biaya transportasi," ujarnya.

AirAsia sudah melayani rute Silangit-Kuala Lumpur sejak tanggal 28 Oktober 2018 silam, dengan frekuensi empat kali terbang dalam seminggu, yakni Senin, Rabu, Jumat dan Minggu.

Bandara Silangit sendiri merupakan bandara internasional yang berada di wilayah Kabupaten Siborong-Borong, Sumatera Utara. Saat ini, kondisi bandara sudah semakin representatif, bahkan pada awal pembangunan, bandara tersebut diproyeksikan memiliki kapasitas 750 ribu orang per tahun.

Bandara Silangit memiliki fasilitas self check in atau check in mandiri. Digital banner juga sudah dipasang di banyak spot, untuk memberikan informasi bagi wisman. Tak hanya itu, demi menunjang mobilitas wisatawan meliputi berangkat, transit, dan kedatangan, konsep Flight Information Display System (FIDS) pun diterapkan. 

Tarian Kolaborasi 5 Negara Meriahkan Bangka Culture Wave

Ada yang unik dari gelaran Bangka Culture Wave 2019. Acara ini turut dimeriahkan oleh tari budaya hasil kolaborasi 5 negara. Ke-5 negara tersebut antara lain Indonesia, Spanyol, Hungaria, Slovakia, dan Meksiko.

Tari kontemporer ini ditampilkan di pembukaan Bangka Culture Wave 2019 yang digelar di De'Locomotief, Pantai Wisata Tongaci, Sungailiat pada Selasa (2/4/2019). Sekda Provinsi Bangka Belitung, Yan Mengawandi, mengungkapkan acara ini menjadi media konservasi budaya.

"Bangka Culture Wave 2019 jadi bagian penting dari branding pariwisata Bangka Belitung. Event ini menampilkan beragam budaya dari Bangka, nusantara, hingga dunia. Semua dilestarikan melalui Bangka Culture Wave 2019 2019. Dengan begitu, kami berharap arus wisatawan menuju Bangka akan semakin besar. Sebab, potensi di sini sangat besar," kata Yan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/4/2019).

Tarian yang disiapkan selama tiga pekan ini menghasilkan Tari Tukik Nusantara. Menggunakan aransemen perkusi Melayu dan mengenakan ornamen khas nusantara dari desain kostum karya Uzy Fauziah, tari ini dibawakan 6 penari yang terdiri dari 5 penari putri dan 1 penari putra. Makin unik, penari putra membawa Buugeng yang merupakan alat khas Jepang.

Staf Khusus Menteri Bidang Multikultural Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuty, mengungkapkan tari kolaborasi 5 negara ini sangat menarik.