Maskapai penerbangan AirAsia memberikan promo menarik untuk penerbangan dari Bandara Silangit, Sumatera Utara menuju Kuala Lumpur, Malaysia. Hal tersebut diharapkan bisa mendongkrak kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.
Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan terkait hadirnya Bandara Silangit yang sebenarnya dimaksudkan untuk mendongkrak kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, khususnya yang ingin berwisata ke Danau Toba. Dengan adanya Bandara Silangit, diharapkan tidak ada lagi keluhan atau kendala terkait aksesibilitas di wilayah tersebut.
"Danau Toba sudah kita tetapkan sebagai salah satu destinasi super prioritas di Indonesia. Keindahan Danau Toba dengan Pulau Samosir di tengahnya, diharapkan bisa dinikmati lebih banyak wisatawan, khususnya turis asing. Karenanya, aksesibilitas menjadi hal yang wajib diperhatikan, selain soal amenitas dan atraksi. Mudah-mudahan penerbangan Silangit-Kuala Lumpur dan sebaliknya, bisa seterusnya berjalan lancar," pungkasnya dalam keterangan tertulis, Rabu (3/4/2019).
Penawaran yang hanya berlaku sampai tanggal 7 April 2019 itu memberikan harga tiket mulai dari Rp 189.000 sekali jalan. Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani membenarkan adanya waktu pembelian tiket harga promo hanya sampai tanggal 7 April 2019. Masyarakat yang berminat bisa login sekarang juga di aplikasi AirAsia. Harga promo tersebut tersedia untuk jadwal terbang mulai tanggal 24 Mei sampai 23 Agustus 2019 mendatang.
"Promo ini akan sangat menguntungkan para wisatawan atau siapa pun yang hendak melakukan perjalanan dari Silangit ke Kuala Lumpur. Karenanya, TA/ TO bisa meneruskan kabar gembira ini pada relasi atau kliennya sehingga bisa memangkas biaya transportasi," ujarnya.
AirAsia sudah melayani rute Silangit-Kuala Lumpur sejak tanggal 28 Oktober 2018 silam, dengan frekuensi empat kali terbang dalam seminggu, yakni Senin, Rabu, Jumat dan Minggu.
Bandara Silangit sendiri merupakan bandara internasional yang berada di wilayah Kabupaten Siborong-Borong, Sumatera Utara. Saat ini, kondisi bandara sudah semakin representatif, bahkan pada awal pembangunan, bandara tersebut diproyeksikan memiliki kapasitas 750 ribu orang per tahun.
Bandara Silangit memiliki fasilitas self check in atau check in mandiri. Digital banner juga sudah dipasang di banyak spot, untuk memberikan informasi bagi wisman. Tak hanya itu, demi menunjang mobilitas wisatawan meliputi berangkat, transit, dan kedatangan, konsep Flight Information Display System (FIDS) pun diterapkan.
Tarian Kolaborasi 5 Negara Meriahkan Bangka Culture Wave
Ada yang unik dari gelaran Bangka Culture Wave 2019. Acara ini turut dimeriahkan oleh tari budaya hasil kolaborasi 5 negara. Ke-5 negara tersebut antara lain Indonesia, Spanyol, Hungaria, Slovakia, dan Meksiko.
Tari kontemporer ini ditampilkan di pembukaan Bangka Culture Wave 2019 yang digelar di De'Locomotief, Pantai Wisata Tongaci, Sungailiat pada Selasa (2/4/2019). Sekda Provinsi Bangka Belitung, Yan Mengawandi, mengungkapkan acara ini menjadi media konservasi budaya.
"Bangka Culture Wave 2019 jadi bagian penting dari branding pariwisata Bangka Belitung. Event ini menampilkan beragam budaya dari Bangka, nusantara, hingga dunia. Semua dilestarikan melalui Bangka Culture Wave 2019 2019. Dengan begitu, kami berharap arus wisatawan menuju Bangka akan semakin besar. Sebab, potensi di sini sangat besar," kata Yan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/4/2019).
Tarian yang disiapkan selama tiga pekan ini menghasilkan Tari Tukik Nusantara. Menggunakan aransemen perkusi Melayu dan mengenakan ornamen khas nusantara dari desain kostum karya Uzy Fauziah, tari ini dibawakan 6 penari yang terdiri dari 5 penari putri dan 1 penari putra. Makin unik, penari putra membawa Buugeng yang merupakan alat khas Jepang.
Staf Khusus Menteri Bidang Multikultural Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuty, mengungkapkan tari kolaborasi 5 negara ini sangat menarik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar