Minggu, 16 Februari 2020

Saat Bekas Tambang di Bangka Disulap Jadi Tempat Wisata

Di Bangka ada kawasan eks lahan tambang timah yang disulap jadi destinasi mining tourism (pariwisata pertambangan). Cocok buat liburan nih!

Namanya kampung reklamasi Aik Jangkang berada di Dusun Sinar Rembulan, Desa Riding Panjang, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Pulau Bangka. Untuk menuju kawasan lahan bekas tambang timah tersebut, wisatawan hanya memerlukan waktu 25 menit dari kota Pangkalpinang.

Lokasi yang memiliki luas 31 hektar ini dulunya bekas penambangan milik PT Timah Tbk. Kini disulap jadi taman rekreasi keluarga dan agrowisata dengan beragam fasilitas penunjang bagi wisatawan.

Meskipun kawasan wisata ini terbilang baru dibandingkan dengan tempat wisata yang ada di Bangka Belitung (Babel), kampung reklamasi eks tambang timah kini mulai banyak dikunjungi wisatawan, dilokasi ini wisatawan bisa melihat aneka jenias tanaman dan buah-buahan, seperti sayuran hidroponik, peternakan bioflok ikan lele dan beberapa penelitian tanaman.

Tak hanya itu, pengunjung juga bisa melihat beberapa habitat hewan langka dari bangka belitung yang dilestarikan dengan kandang, serta fasilitas istirahat dan tempat ibadah.

Salah satu pengunjung kampung reklamasi Aik Jangkang Dewi mengungkapan, tertarik untuk datang karena rasa penasaran ingin melihat lahan bekas tambang yang kini jadi tempat wisata.

"Tau dari media sosial, banyak yang menyebut kampung reklamasi air jangkang, penasaran jadi datang," jelas Dewi kepada detikTravel, Minggu (9/3/2019).

Menurutnya, kawasan eks tambang yang kini dijadikan tempat wisata cukup menarik, meskipun belum sepuhnya rampung tahap pembangunan.

"Ya baguslah, dijadikan tempat tujuan wisata bersama keluarga kedepannya," kata Dewi saat mengunjungi kampung reklamasi Aik Jangkang.

Terpisah, Direktur Utama PT. Timah Tbk Riza Pahlevi Tabrani mengatakan, awalnya di kawasana aik jangkang merupakan bekas tambang izin usaha pertambangan (IUP) mikik PT Timah dan kita lakukan reklamasi.

"Luasnya mencapai 31 hektare, ditanami buah-buahan, pelawan dan ketapang, sedangkan kolong (lubang bekas tambang) kita budaya ikan," jelas Riza.

Riza menjelaskan, kenapa dinamakan kampung reklamasi karena derah ini dijadikan tujuan tempat wisata nantinya jika sudah rampung pembangunannya. "Kedepan akan dijadikan tempat tujuan wisata baik wisatawan lokal maupun luar," ujarnya.

Ia menambahkan, selain untuk membudidaya ikan, kolong bekas tambang di kembangkan sebagai wisata air. "Pengunjung juga bisa berwisata air serta melihat habitat hewan langka dari bangka belitung yang dilakukan penangkaran," tambahnya.

Intip Liburan Pangeran Brunei dan Pacar Cantiknya

Pangeran Abdul Mateen dari Brunei Darussalam bersama pacarnya diketahui liburan ke pantai yang cantik. Berpasir putih dan lautan biru, sepertinya di Filipina.

Pangeran Abdul Mateen merupakan putra dari Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah. Lewat media sosial Instagram pribadinya, dia kerap kali memposting foto-foto kegiatan sehari-harinya, termasuk soal liburan.

Terbaru dilihat detikTravel pada Instagram pribadinya, @tmski pada Minggu (10/3/2019) Pangeran Abdul Mateen memposting foto-foto sedang liburan di pantai. Bertelanjang dada, dia tampak kegirangan saat bermain di pantainya.

Ada 2 foto yang diposting. Foto yang lainnya, menampilkan lanskap pantainya dari kejauhan. Sungguh pantai yang cantik, pasirnya putih bersih. Sayang, Pangeran Abdul Mateen tidak menyebutkan di mana lokasinya.

Namun secara bersamaan, akun Instagram @anishaik milik Anisha Isa-Kalebic juga memposting panorama pantai yang mirip seperti didatangi Pangeran Abdul Mateen. Usut punya usut, Anisha dan Pangeran Abdul Mateen kabarnya memang berpacaran.

Anisha menyertakan keterangan lokasi fotonya, yakni Amanpulo. Diketahui, Amanpulo merupakan nama suatu resort yang terkenal di Pamalican, Filipina.

Resort tersebut berada di pulau kecil di Laut Sulu. Dikelilingi terumbu karang dan lautan biru, Amanpulo menawarkan liburan maksimal private island. Bahkan, datang ke pulaunya saja naik pesawat carter khusus.

Melihat website resminya, harga menginap di sana mulai dari 1.400 USD atau setara Rp 19,8 juta. Tampaknya bagi Pangeran Abdul Mateen, harga itu tidaklah seberapa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar