Bagasi berbayar memang bikin nambah biaya traveling sih. Tapi bisa jadi, kamu salah taktik packing nih.
Belakangan, beberapa maskapai bujet memberikan kebijakan bagasi berbayar. Namun, bisa jadi kamu tidak benar-benar membutuhkannya jika barang bawaan bisa diminimalisir sebelum traveling.
detikTravel pun telah merangkum sejumlah trik khusus biar barang bawaan tetap bisa dibawa tanpa membeli kuota bagasi. Berikut selengkapnya:
1. Menggunakan plastik zip lock
Memasukkan pakaian ke dalam backpack atau koper umumnya memakan banyak tempat. Biar tidak terlalu penuh, cobalah gulung pakaian dan masukkan ke dalam kantong plastik zip lock.
Traveler pun juga bisa menggunakan ulang plastik tersebut untuk packing selanjutnya atau tempat pakaian kotor. Dengan melipat digulung dan memasukkan ke dalam plastik, ruang lainnya di dalam tas bisa digunakan untuk aneka barang lain.
2. Memasukkan toiletries ke tempat travel size
Botol-botol perlengkapan mandi juga bisa membuat isi tas cepat penuh. Trik mudahnya, masukkan sabun, shampoo, sabun pencuci muka dan aneka peralatan mandi lainnya ke dalam tempat yang lebih kecil.
Jika memang terbiasa dengan toiletries hotel, traveler bisa meminimalisirnya dengan membawa sabun muka, body lotion atau perlengkapan lain. Traveler wanita yang membawa make up juga lebih baik membawa yang dibutuhkan saja untuk traveling singkat.
3. 1 outfit 1 lipatan
Traveling sambil bergaya boleh-boleh saja. Tetapi, traveler mesti tahu dulu bagaimana membawanya agar tidak kelebihan bawaan.
Misalnya, hari pertama ingin memakai 1 baju dan 1 celana. Lipatlah kedua potong pakaian tersebut dalam satu bentuk. Jika butuh baju yang nyaman untuk tidur, sebaiknya bawalah 1 baju dan 1 celana saja selama traveling, agar tidak terlalu membuat tas penuh.
4. Membawa pouch untuk benda elektronik
Saat ini, bepergian tanpa gadget seperti ada yang hilang. Untuk dapat bisa membawa berbagai gawai dengan mudah dan efisien, masukkan charger, earphones atau alat elektronik lainnya ke dalam satu tempat. Selain lebih mudah ketika ingin mencari, traveler juga bisa menyediakan tempat kosong untuk perlengkapan lain.
5. Membawa tas cadangan
Belanja oleh-oleh memang kadang tidak sulit diprediksi, bisa saja hasrat memborong datang tiba-tiba.
Namun, jangan sampai kalap belanja ya. Traveler bisa membawa tas cadangan atau spare bag berbentuk tote bag. Hal ini, selain lebih mudah dilipat dan dibawa kembali, juga bisa menampung oleh-oleh atau barang bawaan lain yang bisa dijinjing.
Lombok Utara Makin Serius Bangkitkan Pariwisata Pasca Gempa
Lombok semakin serius membangkitkan pariwisatanya pasca gempa yang melanda NTB. Salah satunya adalah kawasan Lombok Utara.
Pemulihan industri pariwisata dilakukan dengan menggelar rapat koordinasi yang bertajuk Percepatan Normalisasi Industri Pariwisata Lombok Utara. Pemkab mengaku telah melakukan upaya kebijakan dan terobosan.
"Saya menyemangati kawan-kawan, saking semangatnya kemarin sekitar 20 kepala dinas dan sekretaris dinas, saya tugaskan ke Jakarta untuk mengikuti Smart English Learning. Artinya harus ada semangat untuk berubah," tutur Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar saat menyampaikan sambutannya, Kamis (14/3/2019).
Sementara itu, Kepala Disbudpar Lombok Utara, Vidi Eka Kusuma dalam laporannya menyatakan Rakor Pariwisata kali ini merupakan rangkaian kegiatan rutin dan upaya percepatan normalisasi industri pariwisata pascagempa.
Secara umum, infrastruktur pariwisata mengalami kerusakan dan perlu revitalisasi. Pola dan strategi lintas sektoral dalam pengembangan pariwisata Lombok Utara sebagai destinasi wisata dunia perlu diteruskan.
Rakor dengan peserta sekitar 80 orang itu diselenggarakan di Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram dengan tujuan koordinasi lintas sektoral antara OPD dan pelaku serta pengusaha pariwisata.
Selain menyamakan persepsi tentang pariwisata pascagempa untuk pulih dan bangkit, rakor juga dilanjutkan dengan diskusi bersama mitra pariwisata terkait di Lombok.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar