Sabtu, 08 Februari 2020

Pantai Friwen, Dulu Sepi Kini Mulai Jadi Primadona

Pantai Friwen di Raja Ampat kini mulai menjadi primadona. Punya pasir putih lembut dan laut yang cantik menjadi suguhan utama bagi wisatawan.

Seiring geliat pembangunan pariwisata yang digalakkan Pemda Raja Ampat, Friwen terus berkemas dan bersolek, dan kini ramai dikunjungi wisatawan. Pulau mungil yang terletak di Distrik Waigeo Selatan itu memang memiliki keindahan pada hamparan pasir putihnya pada sepanjang bibir pantai.

Pasir putih di sini sangat halus dan lembut. Ombaknya tenang tak segumuruh kawasan lainnya di Raja Ampat. Pada beberapa tepian dangkal dasar lautnya punya aneka terumbu karang dan berbagai jenis ikan sehingga menjadikan pulau ini surga wisata wisata laut yang diminati para wisatawan.

Selain itu, letaknya begitu strategis berada di jalur utama menuju Piayinemo, Arborek,dan Wayag. Serta diapit dua spot wisata populer yakni pasir timbul dan batu pensil.

Jarak tempuh dari ibukota Waisai relatif singkat sekitar 30 menit dengan menggunakan speedboat. Di sini juga telah dilengkapi jaringan Telkomsel.

Aktivitas yang bisa dilakukan di tempat ini yakni,Selfie atau berfoto dengan latar putih dan biru toska laut, diving, atau mengitari pulau dengan kano.

Para wisatawan juga tak perlu ragu atau takut tentang makanan karena di sini tersedia kedai kopi dan warung yang berjejer di sepanjang pesisir.

Pawai Budaya NTB dan Tradisi Pakai Sarung di Kepala

Tradisi budaya menjadi satu atraksi menarik suatu daerah. Di Dompu, NTB sedang diadakan pawai budaya yang masyarakatnya pakai sarung tapi di kepala.

Setiap daerah yang ada di Indonesia memiliki ciri khas masing-masing sebagai penanda kekayaannya, salah satunya adalah busana budaya atau pakaian yang mewarisi suatu daerah itu.

Seperti di Daerah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Di daerah dengan slogan Nggahi Rawi Pahu itu, memiliki busana budaya yang turun temurun bahkan hingga saat ini masih terus dilestarikan oleh masyarakat nya. Mereka menyebutnya Busana Rimpu Tembe.

Seperti yang berlangsung pada Rabu (03/04/2019) pagi ini, seluruh elemen masyarakat Dompu mengikuti dan meramaikan acara pawai budaya. Hampir semua perempuan Dompu dari berbagai usia mengenakan pakai rimpu.

Rimpu Tembe dalam bahasa Indonesia berarti memakai sarung dengan cara dililit di kepala dan terurai hingga bagian kaki. Tradisi busana ini sudah ada sejak jaman sebelum masehi atau 5.000 tahun yang lalu.

Terdapat dua jenis cara rimpu tembe yang dikenal oleh masyarakat Dompu, diantaranya Rimpu Mpida dan Rimpu Colo. Dua jenis rimpu ini mengandung arti dibaliknya.

Pertama Rimpu mpida atau memakai sarung menutupi seluruh bagian kepala dan wajah hanya terlihat mata saja, adalah rimpu yang menandakan pemakainya itu wanita yang belum menikah atau masih perawan.

Kedua Rimpu Colo. Jenis ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan rimpu mpida, namun yang membedakannya adalah bagian muka dibiarkan terbuka atau kelihatan. Jenis ini menandakan pemakainya wanita yang sudah menikah atau pernah menikah.

Diketahui sudah adanya budaya ini sejak lama, dibuktikan dengan ditemukannya gerabah hasil pertukaran antara Pemerintah China dan warga pribumi Dompo (sebutan Dompu masa lampau) oleh Arkeolog Bali di Wilayah situs Nanga Doro, Kecamatan Hu'u, Kabupaten Dompu.

Setelah dilakukan penelitian, gerabah tersebut sudah berumur 5.000 tahun sebelum masehi. Saat ini, gerabah tersebut telah disimpan di museum arkeolog Denpasar Bali.

Sarung yang digunakan untuk Rimpu ini adalah sarung Nggoli sarung khas Dompu hasil tenunan asli dari bahan alam.

Pada awal-awal penggunaannya, busana rimpu hanya menggunakan satu sarung yang panjang atau ukurannya mengikuti ukuran tubuh pemakainya. Namun seiring dengan perkembangan jaman, atau masuk pada era revolusi industri pada abad ke 17, sarung tenun juga mengalami perubahan.

Sampai di Pantai Pink Impian VitaminSea, Menakjubkan!

Pantai Pink di Lombok Timur adalah impian para pemenang VitaminSea. Sungguh, pantai ini memang menakjubkan.

detikcom bersama tiketcom bekerjasama dalam mewujudkan liburan ke pantai impian. Dan kali ini tujuannya adalah ke Pantai Pink, Lombok.

Hari ini, Rabu (3/4/2019) pemenang VitaminSea yaitu Yayang Delfitia dan Teguh Bagus Surya menuju ke pantai impian yaitu Pantai Pink. Pantai cantik dengan warna pasir merah muda sungguh menakjubkan.

Sebelum menuju ke Pantai Pink, pemenang VitaminSea snorkling dahulu di Gili Patelu. Setelah snorkling mereka pun naik kapal dan langsung menuju Pantai Pink.

Sesampai di pantai, Yayang dan Teguh langsung membuka sepatu dan berlari di atas pasir merah muda. Mereka takjub dan terlihat senyum bahagia karena sampai juga di pantai impian mereka. Yayang dan teguh mengaku terpana karena Pantai Pink ini sangat indah dan bersih.

"Seru banget. Ini memang destinasi impian deh, walau warna pink nya tidak terlalu jelas. Tapi aku tetap senang karena pantainya cantik, air lautnya jernih. Ditambah lagi tadi juga snorkling kan. Makin senang," kata Yayang.

Hal yang sama juga diujarkan Teguh. Dia merekomendasikan untuk traveler harus berlibur ke Lombok dan singgah ke Pantai Pink.

"Sangat menakjubkan dan pantainya unik dan emang pantai dengan pasir yang langka kan. Juga aku baru tahu ternyata warna pink pasir itu karena pecahan kerang-kerang berwarna merah. Aku rekomendasi deh untuk liburan ke sini," ujarnya.

Pantai Pink merupakan destinasi wajib dan favorit yang harus traveler kunjungi bila ke Lombok. Pantai dengan pasir berwarna pink hanya ada beberapa di dunia lho, satunya ada di Indonesia.

Selain menikmati pantai, pemenang VitaminSea juga menikmati makan siang berupa ikan bakar. Setelah makan mereka pun berenang dan berfoto-foto.

VitaminSea merupakan program detikcom bersama tiketcom untuk memberangkatkan pembaca ke pantai impian. Pada kali ini pantai impiannya adalah Pantai Pink di Lombok.

Pantai Friwen, Dulu Sepi Kini Mulai Jadi Primadona

Pantai Friwen di Raja Ampat kini mulai menjadi primadona. Punya pasir putih lembut dan laut yang cantik menjadi suguhan utama bagi wisatawan.

Seiring geliat pembangunan pariwisata yang digalakkan Pemda Raja Ampat, Friwen terus berkemas dan bersolek, dan kini ramai dikunjungi wisatawan. Pulau mungil yang terletak di Distrik Waigeo Selatan itu memang memiliki keindahan pada hamparan pasir putihnya pada sepanjang bibir pantai.

Pasir putih di sini sangat halus dan lembut. Ombaknya tenang tak segumuruh kawasan lainnya di Raja Ampat. Pada beberapa tepian dangkal dasar lautnya punya aneka terumbu karang dan berbagai jenis ikan sehingga menjadikan pulau ini surga wisata wisata laut yang diminati para wisatawan.

Selain itu, letaknya begitu strategis berada di jalur utama menuju Piayinemo, Arborek,dan Wayag. Serta diapit dua spot wisata populer yakni pasir timbul dan batu pensil.

Jarak tempuh dari ibukota Waisai relatif singkat sekitar 30 menit dengan menggunakan speedboat. Di sini juga telah dilengkapi jaringan Telkomsel.

Aktivitas yang bisa dilakukan di tempat ini yakni,Selfie atau berfoto dengan latar putih dan biru toska laut, diving, atau mengitari pulau dengan kano.

Para wisatawan juga tak perlu ragu atau takut tentang makanan karena di sini tersedia kedai kopi dan warung yang berjejer di sepanjang pesisir.