Sabtu, 07 Maret 2020

Ini Salah Satu Detinasi Pecinta Gaya Metropolitan

Buat penikmat cahaya kota dan gaya hidup metropolitan wajib hukumnya ke Hong Kong. Di sana, semua serba gemerlap.
Gedung pencakar langit yang futuristik dan tempat perbelanjaan segala fashion item menjadi salah satu alasan tingginya daya tarik wisata Hong Kong. Tidak lupa pemandangan citylights dan destinasi entertainmentnya juga membuat saya tertarik traveling ke Hong Kong. Saya bersyukur dan senang karena berkesempatan traveling ke Hong Kong selama lima hari pada Agustus 2017 lalu. Saya pergi bersama empat orang teman dan kami melakukan banyak persiapan sebelum traveling ke Hong Kong.

Deg-degan rasanya karena pertama kali merasakan penerbangan jarak jauh, sekitar lima jam dari Jakarta. Traveling kali ini badan harus fit dan memastikan segala amunisi traveling telah siap dibawa. Mulai dari pakaian, peralatan elektronik dan tentu saja Tolak Angin yang tidak pernah lupa selalu menemani jalan-jalan dan memastikan telah siap di tas. Sakit tidak mengenal tua dan muda, begitu juga bagi anak milenial.

Kami tiba di Hong Kong pukul 16.00, perjalanan dilanjutkan dari bandara menuju apartemen di daerah Mong Kok menggunakan bus, agar bisa sightseeing jalanan Hong Kong tentunya. Kedatangan kami di Hong Kong disambut dengan berbagai gedung pencakar langit, hal itu sangat menyenangkan dan membuat tambah semangat. Bus tidak langsung berhenti di depan apartemen, sehingga kami harus jalan kaki beberapa kilometer untuk sampai ke apartemen. Betah banget jalan kaki di Hong Kong karena jalur pejalan kaki sangat nyaman, luas dan petunjuknya jelas.

Setibanya di apartemen, kami hanya menaruh koper dan langsung menuju ke Sneaker Street di Fa Yuen Street, tempat ini adalah surganya para sneakerhead. Di sini, toko-toko sneaker terkemuka baik retail maupun reseller memenuhi sisi jalan. Sneakerhead pasti bakal betah dan seneng banget disini. Tengok kanan sneaker, tengok kiri sneaker lagi.

Belum ke Hong Kong kalau belum ke daerah Central dan Causeway Bay. Tanpa pikir panjang, besoknya kami langsung ke sana. Di sana kami ke mall-mall besar seperti Harbour City dan Times Square Shopping Mall. Mall itu besar banget dan tersedia juga peta di pusat informasi buat memudahkan mencari toko-tokonya. Di hari kedua ini, kami berpergian ke pusat perbelanjaan untuk belanja dan melihat-lihat beberapa fashion item mulai dari brand olahraga sampai high fashion brand.

Hari ketiga, kami sepakat untuk flashback masa kecil, yaitu traveling ke Hong Kong Disney Land. Hong Kong Disney Land membuat kami tersenyum lebar. Seakan-akan menyegarkan kembali masa kecil kami. Waktu masuk ke gerbang Hong Kong Disney Land pertama kali, rasanya kayak mimpi terus kagum dan terdiam saking bahagianya.

Hong Kong Disney Land sangat mempesona, rasa rindu akan tontonan masa kecil terbayarkan semua di sini. Wahana yang kami coba itu Iron Man Experience, Iron Man Tech Showcase, RC Racer, Mystic Manor dan Tarzan's Tree House. Selain itu kami juga lihat parade karakter-karakter Disney di sore hari dan pertunjukan kembang api di Disney Castle di malam hari. Hal itu jadi pemanis traveling kami ke Hong Kong Disney Land.

Kami memutuskan untuk traveling ke The Peak waktu hari terakhir. Untuk bisa sampai ke The Peak, kami harus naik tram. Pemandangan dari The Peak bener-bener memanjakan mata. Pasalnya, gedung-gedung pencakar langitnya, perairan Hong Kong sama bukit-bukit Hong Kong menjulang dihadapan kami.

Kami berada di The Peak sampai malam hari, karena keindahan Hong Kong akan lebih terpancar waktu matahari sudah terbenam. Cahaya dari setiap gedung pencakar langitnya membuat Hong Kong jadi indah banget. Kami juga melihat pertunjukan cahaya dari beberapa gedung. Hal itu membuat Hong Kong semakin cantik.

Persiapan yang matang dibutuhkan jika ingin traveling, berikut adalah tips smart traveling menurut opini dan pengalaman pribadi saya yang bisa kamu ikutin:

1. Tentukan partner traveling

Kamu bisa rencanain traveling dengan partner mu, makin rame yang ikut makin seru.

2. Tentukan budget

Hal ini penting banget karena bisa berpengaruh ke segala aktivitas dan persiapan traveling kamu.

3. Cari tiket

Kamu bisa mulai cari tiket untuk pergi ke destinasi tujuanmu, baik tiket transportasi maupun tempat penginapan.

4. Susun itinerary

Itinerary akan membantu kamu dalam pengaturan waktu dan budget saat traveling.

5. Siapkan barang-barang yang mau dibawa

Setelah empat langkah diatas udah kamu lakukan, kamu bisa mulai mempersiapkan barang-barang yang mau dibawa atau dipake waktu traveling seperti pakaian, makanan, minuman, uang, peralatan elektornik dan dokumen-dokumen penting.

Kenpark, Destinasi Lebih dari Mal di Surabaya (2)

Sementara saya yang tengah berkeliling, sekelompok kuda justru terlihat tengah merumput di sekitar area taman. KenPark memang dikenal pula sebagai lokasi pacuan kuda. Maka tak heran bila kemudian para wisatawan akan seringkali bertemu dengan hewan satu ini.

Saat tengah berkeliling pagoda, saya dibuat berhenti di satu spot khusus yang terlihat begitu cantik serta mengingatkan saya akan negara Jepang. Spot tersebut adalah spot di mana sejumlah pohon bunga tabebuya tengah bermekaran dengan warna pink dan putihnya yang rupawan. Warna tabebuya pun sontak mengingatkan saya akan indahnya bunga sakura di Jepang yang bersemi pada saat festival Hanami tiba. Tak ingin melewatkan, saya pun menyempatkan diri berpotret ria di antara pohon-pohon tersebut. Ditambah lagi, dengan adanya lukisan para naga dari bagian pagoda yang semakin membuat latar foto memancarkan pesona Asia.

Usai menikmati keindahan ala Cina dan Jepang, saya pun beranjak ke lokasi berikutnya yakni ke tempat patung Brahma 4 rupa berada. Patung yang terinspirasi dari patung serupa yang ada di Thailand ini, membuat saya terpana karena ukurannya yang begitu besar menjulang dengan emasnya yang terang. Lokasinya terpisah sedikit jauh bila berjalan kaki dari Pagoda Tian Ti. Namun tepat di seberang patung Brahma 4 rupa ini, terdapat pula patung-patung lainnya yang juga tak kalah kokoh berdiri dengan ukurannya yang besar.

Patung yang saya maksudkan adalah patung Dewi Kwan Im dan dua naga yang berdiri di pesisir pantai. Untuk melalui tempat ini, saya dan para pengunjung lainnya harus terlebih dulu masuk ke sebuah ruangan dan mengitari tempat ibadah yang ada di sana. Pada saat itu, saya bersyukur karena datang berkunjung di hari biasa saat tak banyak pengunjung memadati lokasi. Berkahnya, saya pun bisa dengan leluasa duduk menyandarkan badan di ekor sang naga dan menikmati laut dari kejauhan beserta desiran angin pantai.

Mungkin bila tinggal lebih sore, saya dapat melihat saat senja tiba dan matahari terbenam. Namun demikian, meski hanya dihiasi langit biru nan kelabu karena mendung, tetap tak mengurangi gairah saya dalam menikmati indahnya ikon-ikon wisata yang ada di Kenpark ini.

Meski terlihat sangat menarik, sayangnya pada saat itu saya sama sekali tak memiliki keinginan untuk bermain air, terlebih cuaca surabaya cukup mendung dan beberapa kali gerimis turun membasahi setiap langkah. Dibandingkan dengan wahana air, tujuan utama saya adalah berkunjung dan melihat-lihat ikon wisata spiritual yang ada di sana.

Dengan hanya perlu merogoh kocek tambahan sebesar Rp 5.000 saja untuk parkir, saya masuk ke arena pertama ikon wisata KenPark, yakni Pagoda Tian Ti. Meski terlihat seperti tempat ibadah agama Buddha, namun pagoda satu ini sebenarnya memang sengaja dibuat untuk menjadi lokasi pariwisata. Bangunannya yang megah, kokoh dan berwarna-warni merupakan arsitektur yang sengaja dibuat semirip mungkin dengan Temple of Heaven yang ada di Beijing, China.

Tak pelak, berkunjung ke sini pun seolah memberikan nuansa seperti tengah berada di Negeri Tirai Bambu tersebut. Sayangnya, saya hanya bisa melihat keindahan bangunan dari luar mengingat bagian dalam pagoda yang tengah ditutup. Meski demikian, sembari berkeliling mengitari pagoda dan sesekali mengintip isi di dalamnya melalui jendela-jendela yang terbuka, tetap tak mengurangi rasa terpesona saya saat berada di sana.