Kamis, 16 April 2020

Viral APD Dibuang di Selokan, Begini Proses Pemusnahan Limbah Medis

 Viral di media sosial sebuah alat pelindung diri (APD) dibuang dan ditemukan warga di sebuah selokan Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Selasa, (7/4/2020). Menanggapi hal ini Kapolres Jakarta Selatan merespon dengan melakukan penelusuran lebih lanjut.
"Sementara jadi TKP sementara ini masih kita telusuri," kata Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Budi Sartono saat dihubungi detikcom, Rabu (8/4/2020).

Mewabahnya virus Corona COVID-19 memang membuat meningkatnya keperluan perlengkapan medis dalam menangani pasien. Beberapa perlengkapan medis hanya bisa untuk sekali pakai, salah satunya APD.

Perlengkapan medis ini nantinya akan menjadi sampah atau limbah medis yang harus dimusnahkan. Alasannya karena limbah medis memiliki risiko dapat menjadi sumber penyebaran penyakit.

Lalu bagaimana sebenarnya prosedur pemusnahan sampah medis setelah selesai dipakai?

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengeluarkan pedoman pengelolaan sampah medis. Pedoman ini tertuang dalam surat edaran menteri lingkungan hidup dan kehutanan No. SE.2/MLHK/PSLB3/P.LB3/3/2020 tentang Pengelolaan Limbah Infeksius (Limbah B3) dan Sampah Rumah Tangga dari Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19).

Pada surat edaran ini, sampah medis yang dihasilkan dari rumah sakit sebelum dibuang harus disimpan dalam kemasan tertutup paling lama dua hari sejak pertama dipakai.

Terdapat dua cara memusnahkan sampah medis. Pertama menggunakan incenerator dengan suhu pembakaran minimal 800 derajat celcius. Kedua menggunakan autoclave yang dilengkapi dengan pencacah atau shredder.

Nantinya, hasil pembakaran incenerator maupun cacahan autoclave dari sampah medis ini kemudian dikemas lalu ditempel tanda beracun. Selanjutnya disimpan di tempat penyimpanan sementara limbah B3 sebelum kemudian diserahkan kepada pengelola limbah B3.

Pernah Dipakai untuk TB, Ilmuwan Uji Vaksin BCG pada Virus Corona

Bacillus Calmette-Guerin (BCG), sebuah vaksin yang dikembangkan ratusan tahun lalu untuk infeksi tuberkulosis (TBC) di Eropa saat ini sedang diuji terhadap virus Corona COVID-19.
Vaksin BGS hingga saat ini masih digunakan untuk mengatasi kondisi kesehatan lainnya, termasuk mencegah kematian dari berbagai infeksi serta secara signifikan mengurangi risiko infeksi pernapasan.

Dikutip dari New York Times, Ahli mengatakan vaksin BCG bisa 'melatih' sistem imun untuk mengenali dan merespons berbagai infeksi virus, bakteri, hingga parasit.

Ilmuwan di Melbourne, Australia, sudah memberikan vaksin BCG kepada ribuan tenaga medis, pada Senin (6/4/2020).

"Tidak ada yang mengatakan ini obat mujarab," kata Nigel Curtis, peneliti penyakit menular di University of Melbourne dan Murdoch Children's Research Institute.

Menurutnya, uji coba ini bertujuan untuk menyelamatkan tenaga kesehatan yang terinfeksi sehingga mereka dapat kembali bekerja secara lebih cepat.

Direktur Imunologi di Rumah Sakit Umum Massachusetts, Denise Faustman, diketahui sedang mengumpulkan dana untuk memulai uji klinis vaksin kepada para pekerja kesehatan di Boston. Hasil awalnya dapat tersedia hanya dalam waktu empat bulan, katanya.

"Kami memiliki data yang sangat kuat dari uji klinis dengan manusia, bukan tikus. Bahwa vaksin ini melindungi Anda dari infeksi virus dan parasit. Aku ingin memulai sekarang," tuturnya.

Di Guinea-Bissau, Afria Barat, salah satu penelitian awal dari vaksin BCG ini sudah dilakukan terhadap 2.320 bayi tahun 2011. Hasilnya, dilaporkan tingkat kematian di antara bayi dengan berat lahir rendah berkurang secara dramatis setelah vaksinasi.

Studi lain, dilakukan selama 25 tahun terhadap lebih dari 150 ribu anak di 33 negara, melaporkan risiko anak-anak terkena infeksi saluran pernapasan 40% lebih rendah setelah mereka menerima vaksin BCG.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun menyimpulkan bahwa BCG memiliki 'efek di luar target' yang menguntungkan, dan merekomendasikan untuk melakukan lebih banyak uji coba vaksin terhadap infeksi lainnya.

#DiRumahAja, Ini Cara Memilih Ikan Sarden yang Baik Dikonsumsi

Menjaga daya tahan tubuh saat di rumah aja dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang bergizi. Salah satunya seperti mengonsumsi ikan-ikanan yang memiliki kandungan gizi yang tinggi serta baik untuk kesehatan dan kecerdasan anak saat belajar di rumah aja.
Bagi yang sedang bingung mau makan ikan apa hari ini, maka boleh menjadikan sarden sebagai pilihan olahan makanan. Selain karena mudah disajikan, kandungan nutrisi yang terkandung di dalamnya juga mampu meningkatkan daya tahan tubuh sekaligus mengurangi risiko paparan virus berbahaya.

Selain meningkatkan daya tahan tubuh, kandungan gizi sarden juga bermanfaat untuk mencegah berbagai macam penyakit berbahaya seperti penyakit jantung atau pertumbuhan tulang dan otot pada anak terganggu.

Ikan Sarden yang Baik Dikonsumsi
Apabila ingin membeli ikan sarden, pastikan Anda membeli sarden dengan kualitas yang baik sehingga kandungan nutrisi yang terdapat di dalamnya dapat terserap maksimal oleh tubuh.

Adapun hal-hal yang harus diperhatikan ketika membeli sarden untuk dimasak antara lain baunya masih segar, kulit mengkilap, mata ikan sarden yang masih cerah, dan teksturnya keras atau kuat.

Kandungan Gizi yang Ada pada Ikan Sarden
Dilansir dari Healthline, berikut adalah beberapa kandungan gizi pada ikan sarden untuk kesehatan dan kecerdasan anak sehingga dapat menjadi pilihan menu cocok saat #DiRumahAja.

1. Vitamin
Selain protein, sarden juga mengandung nutrisi yang penting untuk meningkatkan energi dalam tubuh, vitamin tersebut adalah vitamin B12 yang membantu sistem kardiovaskular dan memberi energi pada tubuh. Selain itu, sarden juga kaya akan vitamin D untuk menjaga kesehatan tulang tetap baik.

2. Omega 3
Sifat anti inflamasi yang terdapat pada omega 3 mampu membantu mencegah penyakit jantung. Omega 3 juga dapat membantu mengurangi risiko pembekuan darah dan menurunkan tekanan darah. Selain itu, omega 3 bersama dengan omega 6 juga dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan otak anak.

3. Kalsium
Sarden merupakan sumber kalsium dan merupakan sumber makanan alternatif bagi bayi serta mereka yang alergi terhadap susu atau membutuhkan kalsium dalam jumlah yang banyak.

4. Mineral
Selain tiga kandungan gizi yang baik untuk kesehatan tersebut, berbagai mineral baik yang ada pada sarden seperti niasin, zat besi, kalium, magnesium, seng hingga fosfor.

Sarden Menu Tepat Untuk Jaga Daya Tahan Tubuh
Selain empat kandungan nutrisi yang menyehatkan tersebut, ikan sarden juga kaya akan protein. Melansir sumber yang sama, sarden juga mengandung protein dan merupakan salah satu sumber protein yang baik untuk dikonsumsi untuk mendukung kegiatan yang dijalani di rumah aja.

Protein dapat membantu tubuh untuk menciptakan antibodi sehingga membuat kekebalan tubuh tetap terjaga. Mengonsumsi sarden secara rutin dapat membantu menjaga imunitas selama kegiatan belajar atau bekerja dari rumah (work from home).

Selain itu, protein pada sarden juga dapat membantu membangun tulang dan otot yang sehat dan protein juga berperan membantu mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh.

Untuk sardennya, Anda bisa memilih Sarden ABC karena selain kaya nutrisi untuk bantu jaga daya tahan tubuh dan perkembangan otak anak, Sarden ABC juga terjamin kualitasnya karena diproduksi tanpa bahan pengawet sehingga Sarden ABC dapat menjadi pilihan makanan sehat selama berada di rumah aja.

Dengan berbagai varian rasa yang disediakan, yakni tomat, cabai, dan ekstra pedas, #MasakSehatAlaSardenABC ketika #DiRumahAja dapat menjadi lebih seru dan menyenangkan.