Senin, 20 April 2020

Aturan Larangan Mudik Akan Dibahas Bareng Luhut

Pemerintah kembali mempertimbangkan larangan mudik. Menurut Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi dalam rapat di Kemenko Kemaritiman dan Investasi semua pihak hampir sepakat untuk melarang mudik.

Rapat lanjutan akan dilakukan dengan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, yang juga menjabat Menteri Perhubungan ad interim, mengenai larangan mudik.

"Untuk mudik kita mau ada rapat lagi dengan Pak Menko Maritim. Jadi kemarin diskusi kita dengan yang lain itu kayaknya semakin kuat message yang dibangun kita akan pelarangan mudik. Rencananya begitu, tapi tergantung nanti (hasil rapat)," kata Budi di Jakarta, Senin (20/4/2020).

"Ini kita kan hanya diskusi di bawah eselon satu mungkin kita akan larang mudik sama sekali," sambungnya.

Bahkan pihaknya sendiri sudah mempersiapkan rancangan Peraturan Menteri soal pelarangan mudik, lengkap dengan sanksi untuk yang mudik. Rancangan ini menurutnya pun sudah dibahas Biro Hukum Kemenhub.

"Kita siapkan regulasinya. Perencanaan PM-nya sudah siap kita. sudah di biro hukum. Pasti ada nanti (sanksinya)," kata Budi.

Dia mengatakan pemerintah masih butuh waktu untuk melarang mudik, dia menyebut keputusan bulat soal pelarangan mudik kemungkinan diambil minggu ini.

"Untuk sampai ke pelarangan itu butuh waktu untuk sampai ke statementnya itu. Mungkin mudah-mudahan minggu ini. Saya harapannya sebagai regulator minggu ini sudah ada kepastian," kata Budi.

Ekonomi Amburadul Dihantam Corona, Pencairan THR PNS Bisa On Time?

Pemerintah memastikan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mencakup PNS, TNI, dan Polri tidak akan mundur dari ketentuan tahun-tahun sebelumnya. Artinya, pencairan THR ASN bakal tetap berlangsung paling cepat 10 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri atau lebaran mendatang.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Rahayu Puspasari menyampaikan penetapan jadwal ini merujuk pada ketentuan yang sebelumnya telah berlaku.

"Sesuai ketentuan, THR diberikan paling cepat 10 hari sebelum hari raya," ujar Rahayu kepada detikcom, Senin (20/4/2020).

Namun, terkait ketentuan atau mekanisme pencairan THR ASN per tahun akan diatur dalam peraturan pemerintah (PP) yang diterbitkan jelang masa pencairan.

"Nanti diatur PP, sekarang sedang diproses," katanya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengumumkan bahwa ASN, TNI, Polri dengan level eselon III ke bawah akan tetap mendapatkan THR tahun ini, meski ekonomi negara sedang terombang-ambing karena Corona.

Dengan begitu, seluruh PNS pelaksana level eselon III ke bawah akan mendapatkan THR yang berdasarkan dari gaji pokok dan tunjangan melekat. Tidak dihitung juga dari tunjangan kinerja.

Dia juga memastikan bahwa pensiun PNS juga akan tetap mendapatkan THR tahun ini. Jumlahnya juga masih sama dengan tahun lalu.

Sementara mereka yang tidak dapat THR adalah para PNS yang setara pejabat. Pejabat-pejabat itu termasuk presiden, wakil presiden, menteri, anggota DPR, MPR DPD, kepala daerah, hingga pejabat eselon I dan II.

"Seperti presiden, wakil presiden, para menteri, DPR, MPR, DPD, kepala daerah, pejabat negara tidak mendapatkan THR," tutur Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual, Selasa (14/4/2020).

Minggu, 19 April 2020

Sebaran 325 Kasus Baru Positif Virus Corona di Indonesia 18 April

Indonesia kembali mengumumkan adanya penambahan kasus Corona di Indonesia. Saat ini sebanyak 325 kasus baru positif sehingga total 6.248 kasus.Indonesia kembali mencatatkan penambahan kasus baru virus Corona COVID-19. Total hingga Sabtu (18/4/2020) jumlah kasus positif ada 6.248 kasus, 631 sembuh, dan 535 meninggal.
"Kita sudah melakukan pemeriksaan spesimen lebih di 45 ribu spesimen,," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona COVID-19, Achmad Yurianto, Sabtu (18/4/2020).

Sebaran 325 kasus baru positif virus Corona COVID-19 adalah sebagai berikut:

Aceh 1

Bali 7

Banten 10

DI Yogyakarta 3

DKI Jakarta 109

Jawa Barat 9

Jawa Tengah 25

Jawa Timur 33

Kalimantan Timur 10

Kalimantan Tengah 6

Kalimantan Selatan 18

Kalimantan Utara 3

Kepulauan Riau 21

Nusa Tenggara Barat 4

Sumatera Selatan 30

Sumatera Barat 9

Sulawesi Utara 2

Sulawesi Tenggara 1

Sulawesi Selatan 11

Riau 4

Maluku 3

Papua 6

Bill Gates Di-bully di Instagram Terkait Virus Corona, Kenapa?

Co-founder Microsoft, Bill Gates dikenal sebagai filantropi dan banyak menyumbang uang untuk riset vaksin virus Corona. Namun justru dia malah dirundung di Instagram.

Perundungan terhadap Bill Gates sampai menjadi pemberitaan berbagai media internasional. Dipantau detikInet, Sabtu (18/4/2020) hal ini diawali dari postingan Bill Gates di Instagram.

Bill Gates pada 5 April 2020 kemarin, memposting video pendek di akun Instagramnya. Isinya dia memasang tulisan 'Thank You Health Care Workers'.

"Thank you to all of the health care workers who are making heroic efforts to test and treat patients across the United States and the world," begitu kata Bill Gates.

Videonya ditonton 2,8 juta kali. Namun yang bikin heran memang komentarnya. Bukannya mendapat pujian karena bersimpati kepada petugas kesehatan, Bill Gates justru mendapat perundungan dan caci maki sampai saat ini.

"Thank you! I'm a registered nurse on the front line.. no flu vaccine for me and absolutely no corona virus vaccine.. sorry... NOT SORRY," kata @janiewilson10.

"Isn't it interesting that the same man who has openly spoken about his plans to decrease the population (watch his TED Talk) has now taken a seat as the world's medical advisor, pushing forced vaccination 💉💉💉 as the only way for us to escape the COVID-19 pandemic crisis?" kata @olichkabula.

"We're not bots! We've never been bots! We're free thinking human beings who want to preserve our constitutional rights and medical freedoms! 🐑 No More!!!," kata @lisahathor.

Banyak juga caci maki lain yang isinya cuma tuduhan tanpa dasar dan cocoklogi dengan teori konspirasi yang aneh-aneh. Tapi dari caci maki ini, tampaknya terkait dengan situasi terakhir tentang Bill Gates dan virus Corona. Diketahui, Bill Gates memang mendanai perusahaan farmasi Inovio yang sedang membuat vaksin virus Corona.

Bill Gates juga mengkritik Presiden AS Donald Trump yang menyetop pendanaan untuk WHO. Bill and Melinda Gates Foundation juga merupakan pendana WHO terbesar kedua. Kalau Amerika berhenti mendanai WHO, artinya Bill Gates jadi pendana nomor satu di WHO.

Nampaknya ada orang-orang yang tidak suka dengan kiprah dan sepak terjang Bill Gates di masa pandemi COVID-19. Belakangan, Bill Gates juga dikritik terkait isu konflik kepentingan.

Bill Gates merupakan pendana WHO yang perannya vital untuk menghentikan pandemi global. Namun Bill Gates juga pendana perusahaan farmasi Inovio yang akan berjualan vaksin virus Corona.