Rabu, 22 April 2020

Soal Ada Corona Sejak Januari, Benarkah Pemerintah RI Tak Diberi Tahu?

 Tim pakar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menilai virus Corona COVID-19 sudah masuk ke Indonesia sejak bulan Januari. Hal ini berdasarkan adanya laporan kasus penularan lokal di salah satu daerah.
Juru Bicara emerintah untuk penanganan Corona, dr Achmad Yurianto, mengatakan dirinya tidak mengetahuinya. Yuri menyebut ia tidak pernah diberi tahu perihal temuan dari Pakar FKM UI.

"Pertanyaannya kenapa baru bilang sekarang tidak di saat mereka meyakini ada kasus yang masuk ke Indonesia," kata Yuri beberapa waktu lalu.

Terkait hal tersebut, cuitan seorang dokter yang juga influencer kesehatan di media sosial belakangan ini viral. dr Shela Putri Sundawa lewat akun Twitternya bercerita bahwa para ahli sudah berusaha mengingatkan pemerintah Indonesia.

Ia sendiri sudah menyuarakan kekhawatirannya terhadap ancaman corona yang tersembunyi lewat media di bulan Februari lalu.

"Kamu kira aku udah lupa, yang dulu kamu pernah bilang? Maaf sayang, aku belum lupa ingatan," cuit akun Twitter dr Shela pada Senin (20/4/2020) lalu yang kini sudah mendapat lebih dari 5 ribu retweet.

"Apakah saat itu setelah ada peringatan dari sana sini lalu meningkatkan skrining dan jd lebih waspada? Kalian tahu jawabannya," lanjut dr Shela.


dr. Shela Putri Sundawa
@oxfara
Kamu kira aku udah lupa, yang dulu kamu pernah bilang? Maaf sayang, aku belum lupa ingatanhttps://news.detik.com/berita/d-4983197/fkm-ui-ungkap-corona-masuk-ri-sejak-januari-pemerintah-kenapa-baru-bilang …


FKM UI Ungkap Corona Masuk RI Sejak Januari, Pemerintah: Kenapa Baru Bilang?
"Sebaiknya menanyakan ke UI, karena saya juga tidak pernah dikasih tahu jika memang mereka menemukannya,".

news.detik.com
9.264
15.49 - 20 Apr 2020
Info dan privasi Iklan Twitter
5.858 orang memperbincangkan tentang ini

Sebelumnya diketahui, Tim Pakar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menilai penanganan COVID-19 yang dilakukan pemerintah cenderung lambat.

Pernyataan ini didasarkan pada adanya laporan kasus orang dalam pemantauan (ODP) di salah satu daerah sejak minggu ke-3 Januari 2020. Hal ini membuktikan bahwa telah terjadi penularan lokal.

"Kapan virus ini masuk ke Indonesia? Bukan bulan Maret ketika presiden laporkan keluarga positif. Sebenarnya penularan lokal sudah terjadi, sudah ada ODP di daerah. Sebenarnya kita berasumsi virus itu sudah beredar sejak minggu ke-3 bulan Januari. Jadi ini kasus lokal, bukan penularan impor," kata Staf Pengajar FKM UI Pandu Riono dalam Diskusi Online, Minggu (19/4/2020).

4 Fakta Klitoris, Organ Penting Penentu Orgasme pada Wanita

Klitoris pada dasarnya adalah organ seks yang dimiliki wanita yang menjadi sumber utama dalam mencapai orgasme dan kesenangan seksual saat bercinta.
Kebanyakan pria saat berhubungan seks hanya terpaku pada penetrasi. Padahal terdapat klitoris yang dapat membantu pria memuaskan pasangan saat melakukan hubungan seks.

Berikut empat fakta klitoris pada wanita, seperti dikutip dari Cosmopolitan:

1. Sama seperti penis
Klitoris pada wanita pada umumnya berfungsi layaknya penis pada pria. Keduanya terdiri dari hal yang sama di antaranya jaringan ereksi, kulup (kap klitoris), kelenjar dan bahkan batang kecil. Inilah yang membuat karakteristik keduanya sama.

2. Memiliki 8.000 saraf
Klitoris pada wanita sifatnya sangat sensitif, karena memiliki 8.000 saraf. Ini berarti saraf yang terdapat pada klitoris jumlahnya dua kali lipat bila dibandingkan dengan saraf yang terdapat di kepala penis pada pria.

3. Klitoris terus tumbuh dan tidak pernah menua
Klitoris terus tumbuh seiring bertambahnya usia wanita. Selain itu klitoris tidak pernah menua. Bahkan wanita yang berusia 30 tahun dan 70 tahun tidak memiliki perbedaan pada klitorisnya.

4. Orgasme klitoris melepaskan banyak hormon oksitosin
Salah satu jenis orgasme yang terdapat pada wanita yakni orgasme klitoris. Disaat wanita mengalami orgasme klitoris, banyak hormon oksitosin yang dilepaskan oleh tubuh. Karena semakin baik orgasme semakin banyak oksitosin yang dikeluarkan.

Senin, 20 April 2020

Harga BBM Mestinya Turun Sejak 31 Maret

Di tengah anjloknya harga minyak dunia yang telah berlangsung lama, Pemerintah dan badan usaha penyedia BBM masih belum juga menurunkan harga BBM. Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman mengatakan harusnya harga BBM telah turun sejak 31 Maret 2020 menyesuaikan harga minyak dunia.

Menurut Yusri harusnya badan usaha penyedia BBM seperti Pertamina, Shell, Vivo, AKR, BP dan Petronas, hanya boleh mengambil keuntungan maksimal 10% dari harga dasar minyak. Apabila keuntungan di atas 10% dari harga acuan, maka badan usaha telah melanggar hukum.

"Memungut keuntungan lebih dari 10% dari harga dasar BBM adalah melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku di negara Republik Indonesia," jelas Yusri lewat keterangannya, Senin (20/4/2020).

Yusri menilai hal itu tertuang dalam beberapa beleid yang pernah diterbitkan. Mulai dari Perpres 34 tahun 2018, Permen ESDM 34 tahun 2018, dan Keputusan Menteri ESDM 62/12/MEM/2020.

Yusri menjelaskan, harga acuan minyak sendiri dihitung dari rata rata harga acuan MOPS/Argus terhitung pada tanggal 25 Febuari - 24 Maret 2020. Serta rata-rata MOPS dibagi nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat.

Dia menjabarkan untuk menghitung harga BBM yang sebenarnya, dia menggunakan rumus. Rumus pertama berupa harga acuan MOPS + Rp 1800 + 10% dari harga dasar, untuk bensin dibawah RON 95 dan Solar CN 48.

Lalu rumus kedua, harga acuan Mops + Rp 2000/ liter + 10% margin dari harga dasar, untuk Bensin Ron 95 dan Solar CN 51 ke atas. Yusri mengatakan kalau harga BBM belum juga turun, badan usaha menurutnya bagaikan mengambil hak rakyat secara tidak wajar.
"Selain itu, mengambil hak rakyat secara tidak wajar apalagi disaat lagi paranoid COVID-19 adalah tindakan biadab oleh badan usaha," ungkap Yusri.

Sementara itu, untuk Pertamina, Direktur Utamanya Nicke Widyawati mengatakan bahwa selama ini pihaknya hanya mengikuti formula yang diberikan Kementerian ESDM dalam menentukan harga minyak. Nicke mengatakan bahwa ketetapan harga diputuskan oleh pemerintah.

Hal ini disampaikannya saat melakukan rapat kerja dengan Komisi VI DPR. Dalam rapat itu, beberapa anggota DPR juga mempertanyakan mengapa harga BBM di Indonesia belum juga turun.
"Jadi kami setiap bulan mengikuti formula Peraturan ESDM, ketetapan harga diberikan pemerintah hari ini belum ada perubahan. Kalau soal harga itu ada di Kementerian ESDM," kata Nicke, dalam rapat kerja virtual, Kamis (16/4/2020).

Pendapatan Merosot, Bagaimana Kemampuan Pemerintah Bayar Utang?

Kemampuan pemerintah untuk membayar utang di tengah wabah virus Corona dipertanyakan oleh banyak kalangan. Sebab realisasi pendapatan negara dalam tiga bulan ini terus merosot.
Pemerintah belum lama ini menerbitkan surat utang berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) atau global bond senilai US$ 4,3 miliar. Ini penerbitan surat utang terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Apalagi global bond ini memiliki tenor hingga 50 tahun yang menjadi jatuh tempo pelunasan utang terlama.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu mengatakan posisi Indonesia dalam mencari pembiayaan tidak sulit. Sebab, rasio utang pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) masih aman di level 30% atau jauh dari batas 60%.

"Kita tidak berada di situasi sangat susah. Debt to GDP ratio masih 30%," kata Febrio dalam video conference di kantornya, Jakarta, Senin (20/4/2020).

Meski masih aman, Febrio mengaku akan melakukan pembiayaan melalui penarikan utang sangat hati-hati. Pasalnya setiap ada penambahan dalam jumlah besar pasti ada resiko yang harus diterima.

"Jadi walau kita dalam kondisi nyaman, kita tetap tidak bisa ceroboh dalam menaikkan ini secara tiba-tiba," jelasnya.

"Karena kita juga akui, kalau kita push untuk stimulus tapi stabilitas makro terganggu, back fire juga. Kalau rupiah gonjang-ganjing, careless dan inflasi tinggi. Ini semua harus dilihat dalam konteks lengkap," tambahnya.