Senin, 27 April 2020

Lebih Cepat Jadi Alasan Klinik di Medan Pilih Antrean Online Mobile JKN

 Imbauan pemerintah mengenai social distancing membuat fasilitas kesehatan tingkat pertama berinovasi untuk memudahkan pelayanan administrasi. Salah satunya adalah klinik di Medan yang menggunakan Mobile JKN untuk menerapkan antrean online.
"Di tengah kondisi seperti (wabah corona) ini, kami semakin gencar mengenalkan Mobile JKN sebagai sarana untuk memudahkan pelayanan administrasi di klinik," ujar pemilik Klinik Citra Medika Yudha, dalam keterangan tertulis, Rabu (1/4/2020).

Yudha menceritakan klinik miliknya telah menerapkan antrean elektronik yang terhubung ke Aplikasi Mobile JKN milik BPJS Kesehatan sejak awal Januari 2020. Dengan menggunakan antrean elektronik di Mobile JKN ini peserta tidak harus menumpuk di klinik untuk menunggu antrean pelayanan kesehatan yang beresiko penyebaran Covid-19.

"Dengan antrean elektronik di Mobile JKN sendiri dapat memberikan kepastian waktu layanan kepada peserta JKN-KIS saat berkunjung ke fasilitas kesehatan dan ditambah lagi peserta dapat mengambil nomor antrean di mana saja dan kapan saja cukup dengan handphone mereka masing-masing," tambah Yudha.

Ditemui secara terpisah, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Medan, Sari Quratulainy mengimbau kepada fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk tetap dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada peserta JKN-KIS di tengah kondisi Covid-19 dengan tetap memperhatikan protokol-protokol yang sudah diberikan oleh WHO.

"Fasilitas kesehatan tetap dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada peserta sekaligus menerapkan social distancing dengan memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN, untuk antrean elektronik," jelas Sari.

Sari menambahkan Aplikasi Mobile JKN dan Care Center 1500 400 milik BPJS Kesehatan dapat menjadi pilihan bagi peserta JKN-KIS di tengah imbauan pemerintah untuk melakukan social distancing.

"Fitur di Aplikasi Mobile JKN dan kegunaan Care Center 1500 400 pun cukup lengkap, bisa untuk pendaftaran Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU), penambahan anggota keluarga PBPU, perubahan kelas, perubahan data peserta, pemberian informasi serta penangan pengaduan," pungkasnya.

7 Hal yang Harus Dilakukan Saat Punya Gejala Ringan Mirip Corona

Sebagian orang yang memiliki gejala ringan virus corona COVID-19 mungkin akan khawatir dan ingin segera menadapatkan perawatan. Hal ini memang perlu dilakukan apalagi jika kamu memiliki riwayat kontak langsung dengan pasien positif corona.
Namun tidak semua orang yang memiliki gejala bisa melakukan pemeriksaan langsung untuk mengetahui apakah kamu benar terinfeksi corona dan segera mendapatkan perawatan. Meski begitu jika kamu memiliki gejala ringan beberapa hal seperti berikut bisa kamu lakukan di rumah, dirangkum detikcom pada Rabu (1/4/2020) dari berbagai sumber:

1. Mengisolasi diri
Jika kamu sudah mengalami gejala ringan seperti flu, demam dan batuk lakukan isolasi diri. Melakukan isolasi diri di rumah bukan berarti kamu tidak melaksanakan social distancing.

Kamu perlu untuk tetap melakukan social distancing dengan menjaga jarak minimal satu meter dari anggota keluarga di rumah selama 14 hari.

2. Minum air yang cukup
Istirahatlah yang cukup di rumah dan minum air yang cukup. Bila tetap merasa tidak nyaman, keluhan berlanjut, atau disertai dengan kesulitan bernapas (sesak atau napas cepat), segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).

3. Jangan memakai alat makan bersamaan
Saat kamu merasa sakit dan sudah memiliki gejala virus corona COVID-19, sebisa mungkin untuk tidak menggunakan alat makan bersamaan. Hal ini guna menghindari resiko penularan yang terjadi.

4. Jaga asupan makan
Pastikan kamu mengonsumsi asupan makanan yang sehat dan kaya nutrisi seperti mengonsumsi buah, sayuran, dan makanan yang kaya akan vitamin untuk mengembalikan imunitas tubuh kembali kuat.

5. Cuci tangan
Cuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir. Lakukan selama 20 detik, jika tidak ada sabun kamu bisa menggunakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60-70 persen.

6. Disinfeksi benda-benda di sekitarmu
Pastikan sesering mungkin bersihkan benda-benda yang sering disentuh menggunakan disinfektan.

7. Segera berobat
Jika kondisi tak kunjung reda segera pergi berobat dengan menggunakan masker, dan menjaga etika batuk. Usahakan tidak menggunakan transportasi massal.

China Laporkan 40.000 Kasus Virus Corona Tanpa Gejala

Otoritas kesehatan China melaporkan kasus-kasus tanpa gejala dari virus corona COVID-19. Ada kekhawatiran baru bahwa virus corona bisa menyebar kembali di kehidupan sehari-hari tanpa mengetahui apakah seseorang terinfeksi virus atau tidak.
Dikutip dari Reuters, hingga saat ini, jumlah kasus tanpa gejala yang diketahui dan diklasifikasikan sudah mencapai 40.000 kasus menurut laman South Morning China, meskipun data resmi tersebut tidak dipublikasikan.

Otoritas kesehatan di provinsi Liaoning, mengatakan provinsi itu memiliki 52 kasus orang dengan virus corona yang tidak menunjukkan gejala pada Selasa (31/3). Lalu provinsi Hunan, memiliki 4 kasus tanpa gejala, dan semuanya kasus impor dari luar negeri.

Meski demikian, dalam upaya untuk menghilangkan ketakutan masyarakat terhadap kasus tersebut, China sudah menegaskan bahwa mereka akan segera membenahi metode itu. Mereka akan terus mencari kasus positif asimtomatik untuk kemudian diklasifikasikan ke dalam golongan kasus terkonfirmasi. Semua kasus akan dikarantina secara terpusat selama 14 hari. Dikatakan 1.541 orang dengan infeksi virus corona asimptomatik sedang diamati hingga Senin mendatang.

Kasus tanpa gejala biasanya hanya dapat diidentifikasi setelah melalui tes. Negara-negara yang punya kapasitas pengujian terbatas umumnya tak banyak bisa mendeteksi kejadian semacam ini.

Di China, hingga saat ini, sudah ada lebih dari 81.000 kasus COVID-19 yang terkonfirmasi, belum termasuk kasus tanpa gejala. Sebagian besar telah dinyatakan sembuh, dan 3.305 kematian.

Lebih Cepat Jadi Alasan Klinik di Medan Pilih Antrean Online Mobile JKN

 Imbauan pemerintah mengenai social distancing membuat fasilitas kesehatan tingkat pertama berinovasi untuk memudahkan pelayanan administrasi. Salah satunya adalah klinik di Medan yang menggunakan Mobile JKN untuk menerapkan antrean online.
"Di tengah kondisi seperti (wabah corona) ini, kami semakin gencar mengenalkan Mobile JKN sebagai sarana untuk memudahkan pelayanan administrasi di klinik," ujar pemilik Klinik Citra Medika Yudha, dalam keterangan tertulis, Rabu (1/4/2020).

Yudha menceritakan klinik miliknya telah menerapkan antrean elektronik yang terhubung ke Aplikasi Mobile JKN milik BPJS Kesehatan sejak awal Januari 2020. Dengan menggunakan antrean elektronik di Mobile JKN ini peserta tidak harus menumpuk di klinik untuk menunggu antrean pelayanan kesehatan yang beresiko penyebaran Covid-19.

"Dengan antrean elektronik di Mobile JKN sendiri dapat memberikan kepastian waktu layanan kepada peserta JKN-KIS saat berkunjung ke fasilitas kesehatan dan ditambah lagi peserta dapat mengambil nomor antrean di mana saja dan kapan saja cukup dengan handphone mereka masing-masing," tambah Yudha.

Ditemui secara terpisah, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Medan, Sari Quratulainy mengimbau kepada fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk tetap dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada peserta JKN-KIS di tengah kondisi Covid-19 dengan tetap memperhatikan protokol-protokol yang sudah diberikan oleh WHO.

"Fasilitas kesehatan tetap dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada peserta sekaligus menerapkan social distancing dengan memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN, untuk antrean elektronik," jelas Sari.

Sari menambahkan Aplikasi Mobile JKN dan Care Center 1500 400 milik BPJS Kesehatan dapat menjadi pilihan bagi peserta JKN-KIS di tengah imbauan pemerintah untuk melakukan social distancing.

"Fitur di Aplikasi Mobile JKN dan kegunaan Care Center 1500 400 pun cukup lengkap, bisa untuk pendaftaran Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU), penambahan anggota keluarga PBPU, perubahan kelas, perubahan data peserta, pemberian informasi serta penangan pengaduan," pungkasnya.