Selasa, 12 Mei 2020

Presiden Brasil Main Jet Ski dan Pesta Barbeku saat Pandemi

Presiden Brasil, Jair Bolsonaro kembali mengundang kecaman publik dengan melakukan aktivitas di luar ruangan dan menggelar perkumpulan di saat penularan virus corona (Covid-19) terus meningkat di negara tersebut.

Bolsonaro diketahui sempat berencana menggelar pesta barbeku di Istana Presiden pada Sabtu akhir pekan lalu. Ia dikabarkan mengundang 1.300 orang dalam pesta yang disebut pengkritik sebagai "barbeku kematian" itu. 

Padahal, Kementerian Kesehatan Brasil telah melarang segala bentuk perkumpulan massa demi meredam penularan corona.

Namun, akibat kecaman publik yang begitu besar, Bolsonaro akhirnya membatalkan pesta barbeku itu hanya beberapa jam sebelum dimulai.

Hanya saja, Bolsonaro tak tinggal diam. Setelah membatalkan acara pesta barbeku, ia malah terlihat bermain jet ski di Danau Paranoa, Brasil. Demikian dilasir The Guardian, Senin (11/5).

Selama ini Bolsonaro memang dikenal acuh tak acuh terhadap pandemi. Politikus sayap kanan itu bahkan terus menyepelekan ancaman wabah corona dengan mendukung gerakan anti-penguncian wilayah atau karantina yang dinilainya dapat merusak perekonomian.

Dalam sebuah jumpa pers malam hari yang diselenggarakan di luar kediaman presiden di Brasilia pada Selasa (28/4) lalu, Bolsonaro bahkan seakan tak peduli dengan jumlah kematian pasien corona yang terus meningkat.

Bolsonaro mengatakan "terus kenapa? Maaf, Anda ingin melakukan apa?" ketika ditanya oleh sejumlah wartawan mengenai tanggapannya melihat lonjakan jumlah korban meninggal.

Lihat juga: Jepang Pertimbangkan Cabut Darurat Nasional Pekan Ini
Lonjakan kasus dan angka kematian akibat corona terus meningkat di Brasil. Berdasarkan data Worldometer per Senin (11/5), Brasil tercatat memiliki 162.699 kasus corona dengan 11.123 kematian.

Di tengah lonjakan kasus corona, Bolsonaro juga tak pernah sekali pun mengunjungi rumah sakit, bertemu para pekerja medis, bahkan bersimpati bagi keluarga para pasien Covid-19 yang meninggal.

"10.627 kematian. 10.627 kematian. 10.627 kematian. 10.627 kematian. 10.627 kematian," kata politikus Brasil sayap kiri oposisi Bolsonaro, Marcelo Freizo, saat mengomentari video sang presiden bermain jet ski.

"Bolsonaro adalah spesimen keji. Brasil tidak pantas menerima ini," ucap seorang senator Brasil, Humberto Costa.

China Siap Perang Hadapi Kasus Baru Corona di Kota Shulan

Menanggapi peningkatan kasus covid-19 pada akhir pekan, kota Shulan yang berada di provinsi Jilin, China, akan bersiap untuk melakukan penguncian wilayah (lockdown).

Wali Kota Shulan, Jin Hua, langsung merespons 14 kasus virus corona yang tercatat dalam dua hari terakhir oleh komisi kesehatan provinsi.

Jin Hua mengatakan kota yang dipimpinnya akan mengadopsi langkah-langkah pengendalian yang ketat. Klinik dan apotek akan berhenti menjual obat demam karena semua pasien yang dicurigai atau dikonfirmasi virus corona akan dikirim ke rumah sakit rujukan.


Layanan publik dan tempat rekreasi ditutup sejak Sabtu. Sementara restoran hanya diizinkan melayani pemesanan untuk dibawa pulang.

Pertemuan-pertemuan pun dilarang dan hanya satu anggota dari setiap rumah tangga yang diperbolehkan ke luar mengumpulkan kebutuhan sehari-hari.

Wakil Sekretaris Pemerintah Provinsi Jilin mengatakan pihak berwenang telah melakukan screening kepada 2.005 orang. Sementara dari hasil pelacakan kontak pihak terkait mengkarantina 290 orang.

Dilansir dari CNN, para ahli dari Komisi Kesehatan Nasional China dan Pusat Pengendalian Penyakit China tiba di Shulan pada hari Minggu untuk memandu upaya pencegahan dan pengendalian epidemi.

Kemunculan kasus Covid-19 di Shulan membuat ahli kesehatan khawatir akan gelombang kedua virus corona di Negeri Tirai Bambu tersebut. China pun segera memberlakukan lockdown di kota yang berbatasan dengan Rusia dan Korea Utara itu.

Lantaran lokasi dekat dengan negara tetangga sempat muncul pula dugaan kasus impor dari luar negeri yang menyebabkan wabah baru.

Selain di Shulan, kasus baru virus corona juga muncul di Wuhan. Padahal lockdown di Wuhan belum lama dicabut. Setidaknya ada lima kasus baru di kota tersebut. 

Respons Ahli soal Studi Eucalyptus Jadi Obat Antivirus Corona

 Tanaman eucalyptus belakangan mengemuka sebagai salah satu bahan yang diuji coba untuk obat antivirus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Namun ilmuwan menilai jalan pengembangan ini masih perlu penelitian lebih lanjut.

Sekretaris Jenderal Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) Berry Juliandi mengatakan, kemungkinan besar eucalyptus memang mampu menghancurkan virus. Termasuk jika berinteraksi langsung dengan virus corona jenis baru SARS-CoV-2.

Sebab ia menjelaskan, hampir seluruh bahan kimia atau bahan aktif di pelbagai makhluk hidup yang mengandung penghancur protein, lipid atau RNA sebetulnya mampu mendegradasi virus corona pada dosis tertentu. Hanya saja tetap perlu uji lanjutan.

"Tapi, apakah eucalyptus akan mampu mendegradasi virus SARS-CoV-2 yang sudah masuk ke dalam sel atau yang sudah menginfeksi sel, sehingga dapat menjadi Covid-19? Ini yang belum dilakukan penelitiannya," kata Berry kepada CNNIndonesia.com, Senin (11/5).

"Tampaknya data ini belum ada dan perlu penelitian lebih lanjut dan cermat sehingga belum tepat sebenarnya kalau dikatakan eucalyptus bisa sebagai obat Covid-19," lanjut dia lagi.

Ahli biologi Institut Pertanian Bogor (IPB) itu menambahkan, untuk menetapkan eucalyptus sebagai obat Covid-19 perlu terlebih dulu uji praklinis terhadap hewan hingga uji klinis pada manusia. Ia memperkirakan kurun waktu pengujian hampir sama dengan saat menguji dan menemukan vaksin.

Kecepatan proses temuan ini juga bergantung pada kesigapan dan strategi para peneliti.

"Bisa beberapa tahun, tergantung kesigapan penelitinya," tutur Berry.

"Lama atau tidaknya tergantung kesigapan dan strategi peneliti. Beberapa negara melakukan juga perubahan regulasi untuk mempercepat uji praklinis dan klinis terkait Covid-19 agar bisa cepat," terang dia.

Sebelumnya pemerintah tengah mengembangkan rangkaian produk berbahan dasar eucalyptus yang diklaim mampu mengatasi virus corona jenis baru. Kementerian Pertanian tengah membuat beberapa prototipe eucalyptus dengan nano teknologi dalam bentuk inhaler, roll on, salep, balsem dan diffuser.

Merespons gagasan tersebut, peneliti muda Berry Juliandi belum bisa memastikan apakah pelbagai produk berbahan eucalyptus itu kelak mampu menangkal virus corona penyebab Covid-19.

"Justru ini yang perlu diteliti lebih lanjut. Selama belum ada datanya maka kita tidak boleh berasumsi,"pungkas Berry.

Dikutip dari Medical News Today, eucalyptus diketahui memiliki beberapa khasiat untuk kesehatan. Tanaman ini digunakan sebagai bahan dalam banyak produk yang mampu mengurangi gejala batuk, pilek, juga menjadi bahan dalam krim atau salep untuk penghilang rasa sakit otot serta sendi.

Sementara minyak yang berasal dari eucalyptus bisa digunakan sebagai antiseptik, parfum, bahan dalam kosmetik, penyedap hingga pelarut dalam industri. Gaya pengobatan Cina, India Ayurvedic, Yunani, dan Eropa pun telah memasukkan perawatan ini sejak ribuan tahun silam'.

Daunnya yang disuling untuk diekstrak menjadi minyak merupakan cairan tak berwarna namun beraroma kuat yang mengandung 1,8-cineole atau dikenal dengan eucalyptol.

Daun eucalyptus juga mengandung flavonoid--antioksidan nabati--dan tanin yang berfungsi mengurangi peradangan.

Ada sejumlah potensi manfaat eucalyptus atau dikenal dengan kayu putih untuk kesehatan. Kendati belum semuanya dikonfirmasi melalui penelitian. Salah satunya misalnya, memiliki sifat antimikroba.

Sebuah studi yang diterbitkan Cllinical Microbiology and Infection menunjukkan bahwa eucalyptus memiliki efek antibakteri pada bakteri patogen di saluran pernapasan bagian atas. Termasuk, Haemophilus influenzae atau bakteri yang jadi sumber berbagai infeksi.