Selasa, 26 Mei 2020

'Community Transmission' hingga 'Screening Masif', Artinya Apa?

Kasus infeksi virus corona baru atau COVID-19 semakin bertambah setiap harinya. Bahkan penularan virus corona di Indonesia dinilai sudah masuk ke tahap 'community transmission'.
Hal ini membuat para dokter Indonesia mendesak pemerintah untuk segera melakukan screening masif. Namun apa artinya community transmission dan screening masif?

Simak penjelasannya seperti berikut dirangkum detikcom dari berbagai sumber pada Selasa (17/3/2020):

1. Screening Masif
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) screening didefinisikan sebagai langkah identifikasi atau pemeriksaan pada orang-orang yang nampaknya sehat, atau tidak memiliki gejala. Sedangkan screening masif diartikan memeriksa orang-orang yang tak bergejala dalam jumlah yang lebih besar.

2. Community Transmission
Mengutip Theprint, community transmission artinya kondisi di mana penyakit menyebar sedemikian rupa sehingga sumber penularannya tidak diketahui. Seseorang bisa saja terinfeksi dari orang lain tanpa sadar saat sedang bekerja atau berbelanja.

3. Social Distancing
Melansir dari The Atlantic, social distancing adalah tindakan yang bertujuan mencegah orang sakit melakukan kontak dalam jarak dekat dengan orang lain untuk mengurangi peluang penularan virus.

Sedangkan menurut Center for Disease Control (CDC), social distancing adalah menjauhi perkumpulan, menghindari pertemuan massal, dan menjaga jarak antar manusia.

4. Lockdown
Dalam kasus virus corona, lockdown dilakukan untuk mengunci akses masuk dan keluar sebuah daerah atau negara untuk mencegah penyebaran penularan virus corona. Lockdown mengharuskan sekolah, tempat umum, transportasi umum, bahkan industri untuk tidak menjalani aktivitas sementara waktu.

Protokol Kemenkes yang Perlu Diikuti Jika Curiga Tertular Virus Corona

Wabah virus corona COVID-19 terus meluas, sudah ada 172 kasus di Indonesia dengan 5 kasus meninggal dunia. Risiko penularan cukup tinggi, terutama bagi yang punya riwayat kontak dengan pasien positif.
Anjuran untuk mengurangi aktivitas di wilayah yang ramai, terus disuarakan. Demikian juga untuk tidak bepergian ke luar negeri, dan meminimalisir kegiatan bersama orang banyak.

Jika terlanjur melakukannya dan merasa ada gejala-gejala yang mirip dengan COVID-19, jangan panik. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan, sebagai berikut:

1. Jika Anda merasa tidak sehat dengan kriteria:
a. Demam lebih dari 38 derajat Celcius; dan
b. Batuk/ pilek/nyeri tenggorokan,
istirahatlah yang cukup di rumah dan minum air yang cukup. Bila tetap merasa tidak nyaman, keluhan berlanjut, atau disertai dengan kesulitan bernapas (sesak atau napas cepat), segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).

Pada saat berobat ke fasyankes, Anda harus lakukan tindakan berikut:

a. Gunakan masker.
b. Apabila tidak memiliki masker, ikuti etika batuk/bersin yang benar
dengan cara menutup mulut dan hidung dengan tisu atau lengan
atas bagian dalam.
c. Usahakan tidak menggunakan transportasi massal.

2. Kesehatan (nakes) di fasyankes akan melakukan screening pasien dalam pengawasan COVID-19:
a. Jika memenuhi kriteria pasien dalam pengawasan COVID-19,
maka Anda akan dirujuk ke salah satu rumah sakit (RS) rujukan.
b. Jika tidak memenuhi kriteria pasien dalam pengawasan COVID-19, maka Anda akan dirawat inap atau rawat jalan tergantung
diagnosa dan keputusan dokter fasyankes.

3. Jika akan diantar ke RS rujukan menggunakan ambulans fasyankes, harus didampingi oleh nakes yang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

4. Di RS rujukan, bagi Anda yang memenuhi kriteria pasien dalam pengawasan COVID-19, akan dilakukan pengambilan spesimen untuk pemeriksaan laboratorium dan dirawat di ruang isolasi.

5. Spesimen akan dikirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Jakarta.
http://kamumovie28.com/sex-trial-at-beauty-shop-2-2/

Baru 2 Pekan Pulang dari RS, Pria Ini Dinyatakan Positif Corona Lagi

 Seorang pria asal Jepang terinfeksi virus corona COVID-19 untuk yang kedua kalinya setelah dua minggu dinyatakan sembuh.
Dikutip dari Daily Mail, pria yang berusia 70-an itu awalnya terinfeksi pada saat berada di kapal pesiar Diamond Princess. Ia pertama kali dinyatakan positif pada 14 Februari.

Namun setelah dinyatakan negatif virus corona dan diizinkan pulang dari rumah sakit, dua minggu kemudian ia merasakan demam yang cukup tinggi hingga 39 derajat celcius.

Pria itu pun akhirnya di bawa kembali ke rumah sakit, dan setelah melalui serangkaian pengecekan ia dinyatakan positif virus corona.

Para ahli pun merasa khawatir dan curiga bahwa virus corona bisa menjadi infeksi 'persisten'. Artinya virus itu bisa tidak aktif selama bertahun-tahun, namun sewaktu-waktu bisa kambuh kembali.Kejadian ini bukanlah yang pertama kali terjadi, lantaran beberapa waktu lalu juga sempat ada pasien yang terinfeksi virus corona kembali setelah dinyatakan sembuh.

"Tak mungkin mereka bisa terinfeksi kembali setelah sembuh. Karena kemungkinan besar sistem imunnya akan lebih kuat dan kebal terhadap virus, sehingga mencegah terjadinya infeksi ulang," kata ahli virologi di University of Leeds, Professor Mark Harris.

"Kemungkinan lain adalah virus itu tidak hilang sepenuhnya di dalam tubuh, tetapi tetap melakukan infeksi secara terus-menerus," tuturnya.

'Community Transmission' hingga 'Screening Masif', Artinya Apa?

Kasus infeksi virus corona baru atau COVID-19 semakin bertambah setiap harinya. Bahkan penularan virus corona di Indonesia dinilai sudah masuk ke tahap 'community transmission'.
Hal ini membuat para dokter Indonesia mendesak pemerintah untuk segera melakukan screening masif. Namun apa artinya community transmission dan screening masif?

Simak penjelasannya seperti berikut dirangkum detikcom dari berbagai sumber pada Selasa (17/3/2020):

1. Screening Masif
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) screening didefinisikan sebagai langkah identifikasi atau pemeriksaan pada orang-orang yang nampaknya sehat, atau tidak memiliki gejala. Sedangkan screening masif diartikan memeriksa orang-orang yang tak bergejala dalam jumlah yang lebih besar.

2. Community Transmission
Mengutip Theprint, community transmission artinya kondisi di mana penyakit menyebar sedemikian rupa sehingga sumber penularannya tidak diketahui. Seseorang bisa saja terinfeksi dari orang lain tanpa sadar saat sedang bekerja atau berbelanja.

3. Social Distancing
Melansir dari The Atlantic, social distancing adalah tindakan yang bertujuan mencegah orang sakit melakukan kontak dalam jarak dekat dengan orang lain untuk mengurangi peluang penularan virus.

Sedangkan menurut Center for Disease Control (CDC), social distancing adalah menjauhi perkumpulan, menghindari pertemuan massal, dan menjaga jarak antar manusia.

4. Lockdown
Dalam kasus virus corona, lockdown dilakukan untuk mengunci akses masuk dan keluar sebuah daerah atau negara untuk mencegah penyebaran penularan virus corona. Lockdown mengharuskan sekolah, tempat umum, transportasi umum, bahkan industri untuk tidak menjalani aktivitas sementara waktu.
http://kamumovie28.com/a-girl-at-my-door/