Kamis, 28 Mei 2020

Tembus 24.538 Kasus Positif Corona, Ini Sebaran Kasus Baru di Indonesia

Indonesia kembali mengumumkan adanya penambahan kasus baru virus Corona COVID-19. Saat ini sebanyak 686 kasus baru positif sehingga total ada 24.538 kasus. Hingga Kamis (28/5/2020), ada sebanyak 6.240 orang yang sembuh dan 1.496 meninggal dunia.
"Kita masih melakukan pemantauan pada ODP sebanyak 48.749 orang dan kemudian PDP 13.250 orang," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona COVID-19, Achmad Yurianto, Kamis (28/5/2020).

Sebaran 687 kasus baru positif virus Corona COVID-19 sebagai berikut:

Aceh 1
Bali 5
Banten 14
Bengkulu 2
DKI Jakarta 105
Jawa Barat 25
Jawa Tengah 10
Jawa Timur 171
Kalimantan Barat 1
Kalimantan Timur 1
Kalimantan Tengah 7
Kalimantan Selatan 116
Kepulauan Riau 13
Nusa Tenggara Barat 25
Sumatera Selatan 21
Sumatera Barat 4
Sumatera Utara 30
Sulawesi Utara 16
Sulawesi Tenggara 14
Sulawesi Selatan 46
Sulawesi Tengah 5
Maluku Utara 9
Maluku 18
Papua Barat 20
Papua 3
Gorontalo 5

10 Wilayah Indonesia dengan Penambahan Kasus Corona Terbanyak 28 Mei

 Indonesia kembali mencatatkan penambahan kasus virus Corona COVID-19. Per hari ini tambahan kasus Corona kembali tinggi yaitu 687 kasus. Persebarannya cukup bervariasi. Ada wilayah yang melaporkan banyak kasus baru, ada juga yang sama sekali tidak ada kasus.
Hingga Kamis (28/5/2020) setidaknya sudah ada 24.538 kasus positif virus Corona COVID-19 di Indonesia yang terkonfirmasi. Dari jumlah tersebut 6.240 orang sembuh sementara 1.496 lainnya meninggal dunia.

Berikut wilayah di Indonesia yang melaporkan peningkatan jumlah kasus terbanyak:

1. Jawa Timur = 171 kasus

2. Kalimantan Selatan = 116 kasus

3. DKI Jakarta = 105 kasus

4. Sulawesi Selatan = 46 kasus

5. Sumatera Utara = 30 kasus

6. Jawa Barat = 25 kasus

7. Nusa Tenggara Barat = 25 kasus

8. Sumatera Selatan = 21 kasus

9. Papua Barat = 20 kasus

10. Maluku = 18 kasus


Sedangkan wilayah yang melaporkan tidak adanya penambahan kasus baru pada 28 Mei adalah sebagai berikut:

1. DI Yogyakarta

2. Bangka Belitung

3. Jambi

4. Kalimantan Utara

5. Lampung

6. Riau

7. Sulawesi Barat

8. Nusa Tenggara Timur

Update Corona di Indonesia 28 Mei: 24.538 Positif, 6.240 Sembuh, 1.496 Meninggal

Jumlah kasus virus Corona COVID-19 di Indonesia terus meningkat. Hingga Kamis (28/5/2020), akumulasi kasus positif telah mencapai 24.538 orang.
Dikutip dari covid19.go.id, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh mencapai 6.240 dan yang meninggal menjadi 1.496.

Berikut ini detail perkembangan kasus virus Corona di Indonesia pada Kamis (28/5/2020):

1. Jumlah kasus positif bertambah 687 menjadi 24.538
2. Jumlah pasien sembuh bertambah 183 menjadi 6.240
3. Jumlah pasien meninggal dunia bertambah 23 menjadi 1.496

Data tersebut merupakan akumulasi yang tercatat hingga pukul 12.00 WIB hari ini.

Sebelumnya, pada Rabu (27/5/2020), jumlah akumulatif kasus positif berada pada angka 23.851, dengan 6.057 di antaranya sembuh dan 1.473 meninggal.

Heboh 'Video Porno Syahrini', Mengapa Pelaku Nekat Sebar Hoax Demi Sang Idola?

Pelaku penyebar hoax 'video porno artis Syahrini' telah diperiksa pihak kepolisian. Polisi pun mengungkap motif di balik penyebaran hoax yang dilakukan oleh Marta Sari, yaitu ketidaksukaannya pada Syahrini dan ekonomi.
"Motif pertama, pengakuan yang bersangkutan dia ini fans public figure yang ada," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (28/5/2020).

Namun Yusri tidak menyampaikan siapa public figure yang diidolakan marta. Karena rasa fanatik Marta terhadap idolanya ini, tersangka menuduh Syahrini telah merebut orang terdekat dari artis yang ia idolakan itu.

Lantas faktor apa yang membuat seseorang bisa melakukan sesuatu yang tak wajar demi idolanya?

Rabu, 27 Mei 2020

Ilmuwan Temukan Pasien Corona Alami Gejala Mata Berair

 Wabah virus Corona COVID-19 saat ini sudah menginfeksi jutaan orang di dunia. Berbagai gejala pun dirasakan, mulai dari demam hingga kehilangan kemampuan pada indra penciuman dan perasa.
Namun, sebuah penelitian mengklaim bahwa seseorang yang mengeluarkan air mata lebih banyak dari biasanya berisiko terinfeksi virus tersebut. Para ilmuwan ini mengklaim sejumlah pasien COVID-19 mungkin juga mengalami epifora atau mata berair yang berlebihan.

Dikutip dari Express, ilmuwan di China tersebut menemukan gejala ini pada pasien Corona di bulan Februari 2020 lalu. Mereka menganalisis 12 pasien COVID-19, tujuh di antaranya mengembangan lebih banyak air mata dari biasanya.

Epifora bisa menyebabkan aliran air mata yang berlebihan dan keluar terus-menerus. Jumlah air mata yang dihasilkan karena kondisi ini pun bisa jauh lebih banyak dari keadaan normalnya.

Meski begitu, kondisi epifora ini juga bisa disebabkan karena hal lain atau kondisi mata orang tersebut memang sedikit berair. Selain itu, epifora juga menyebabkan mata merah, pegal, penglihatan kabur, dan rasa sakit yang tajam di mata.

Tanda ini juga bukan berarti sudah pasti terinfeksi virus Corona, bisa saja disebabkan infeksi biasa atau hal lainnya. Tapi, jika epifora ini terjadi bersamaan dengan munculnya gejala virus Corona yang lebih umum, mungkin kondisi ini menandakan ada virus tersebut di tubuh.

Jika mengalami mata berair berlebihan disertai gejala COVID-19 lainnya, segera hubungi dokter atau kunjungi layanan medis terdekat untuk didiagnosis lebih lanjut.

Thailand Kembangkan Vaksin Corona, Diklaim Murah dan Siap Tahun Depan

Peneliti terkemuka Thailand membuat vaksin Corona yang bisa diakses seluruh negara di Asia Tenggara. Selain itu vaksin Corona ini disebut murah dan mencegah kekurangan pasokan secara global.
Mengutip South China Morning Post, minggu lalu Pemerintah Thailand mengungkap rencana vaksin yang siap digunakan tahun depan. Hal ini berdasarkan temuan para peneliti di Universitas Chulalongkorn Bangkok yang berhasil melakukan uji coba pada tikus.

"Kami tidak bertujuan menghasilkan uang. Ini bukan masalah uang tetapi masalah aksesibilitas," kata Kiat Ruxrungtham, director university's coronavirus vaccine development.

Uji coba Thailand terhadap vaksin eksperimental menggunakan monyet dimulai pada hari Sabtu. Vaksin tersebut adalah salah satu dari setidaknya 100 vaksin potensial yang tengah dikembangkan di seluruh dunia.

Grup Kiat telah bermitra dengan para ilmuwan dan perusahaan biotek di Amerika Utara ingin memproduksi vaksin secara massal di Thailand, dengan harga lebih terjangkau. Vaksin ini bisa diedarkan ke negara terdekat seperti Indonesia, Malaysia, Laos, Vietnam, dan Myanmar.

Dengan lebih dari 3.000 kasus dan 57 kematian, Thailand telah berhasil mengendalikan penyebaran virus Corona dan mulai mengurangi beberapa pembatasan. Dalam sebulan terakhir ini Thailand melaporkan kasus setiap hari kurang dari sepuluh kasus, dibandingkan dengan ratusan kasus yang dikonfirmasi setiap hari di Singapura, Indonesia, maupun Filipina.

"Jika tetangga kita masih memiliki angka infeksi tinggi maka kita tidak akan bertahan dalam jangka panjang," tambah Kiat.
https://nonton08.com/cast/joanne-crawford/