Masker transparan yang dipakai istri Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, Diah Erwiany Trisnamurti Hendrati Hendropriyono, menarik perhatian publik. Dari penampakannya, diyakini masker buatan Clean Space Technology seri Halo.
CEO Clean Space, Dr Alex Birrell, menjelaskan masker respirator ini memanfaatkan teknologi medis terbaru sehingga diklaim mampu menyaring 99,97 persen partikel dengan ukuran sampai 0,3 mikro. Masker ini juga dijelaskan hanya memiliki berat 350 gram dan nyaman dipakai.
"Masker ini sangat penting digunakan oleh para tim petugas kesehatan," kata Alex seperti dikutip dari Clean Space Technology, Selasa (7/7/2020).
Berapa harga masker ini?
Perusahaan penyuplai alat laboratorium dan bioteknologi Fisher Scientific menaruh harga SGD 2.133 atau setara sekitar Rp 22 juta untuk tiap unit masker dari Clean Space seri Halo. Sementara itu penyedia jasa pemasok alat medis protectivesupplies.com menaruh harga 599 pound sterling atau sekitar Rp 10 juta untuk unit yang sama.
Beberapa penyuplai memberi catatan bahwa produk masker ini habis atau banyak dipesan karena pandemi COVID-19 sehingga mungkin butuh waktu tunggu lebih lama bagi yang berminat memesan.
Studi Temukan Ganja Bisa Cegah Peradangan Paru Parah pada Pasien Corona
Ganja disebut dapat mencegah komplikasi parah di paru akibat infeksi virus Corona. Para peneliti telah menemukan bahwa salah satu komponen ganja dapat membantu mencegah gangguan paru yang berpotensi mematikan terkait dengan virus Corona, influenza, dan infeksi lainnya.
Studi baru, yang diterbitkan dalam Frontiers In Pharmacology, menunjukkan efek positif dari Tetrahydrocannabinol (THC). Komponen ini, dalam pemeriksaan laboratorium, melindungi paru dengan mengurangi peradangan yang disebabkan oleh infeksi.
Dikutip dari Medical Daily, para ahli menguji efek ganja pada sindrom gangguan pernapasan akut (ARDA) yang mempengaruhi lebih dari 3 juta orang di seluruh dunia setiap tahun. Sindrom ini dapat menyebabkan peradangan sehingga menimbulkan sesak napas, kulit kebiruan, bahkan kematian.
Pandemi COVID-19 diperkirakan akan meningkatkan jumlah orang yang menderita ARDS. Komplikasi juga datang dengan peningkatan signifikan dalam sinyal di paru-paru yang disebut badai sitokin.
Pada orang dengan COVID-19 dan penyakit pernapasan lainnya, sitokin bisa menjadi proinflamasi. Hal tersebut bisa menempatkan pasien pada risiko tinggi hiperinflamasi dan kemungkinan kematian.
Untuk melihat apakah ganja dapat membantu mencegah masalah tersebut, para peneliti fokus pada efek anti-inflamasi dari THC. Tim menyediakan obat yang terkandung THC pada hewan uji coba dengan ARDS untuk melihat efeknya pada peradangan di paru.
Hasil menunjukkan bahwa 100 persen kasus atau semua subjek hewan mampu menghindari gejala mematikan setelah diberi THC. Obat itu membantu mencegah kerusakan parah pada paru-paru dengan memblokir sitokin proinflamasi dan memperlambat peradangan apa pun.
ARDS telah menjadi masalah serius di seluruh dunia. Studi ini diharapkan dapat menjadi salah satu acuan di masa depan dalam memanfaatkan ganja untuk membantu mengelola penyakit paru-paru atau infeksi.
Namun, penting untuk mengetahui bahwa temuan awal berasal dari tes dengan tikus. Diperlukan lebih banyak penelitian untuk lebih memahami bagaimana THC bekerja melawan penyakit pernapasan dan apakah itu akan memberikan manfaat yang sama kepada pasien manusia.
https://cinemamovie28.com/cast/kim-kang-hyun/