Selain virus Corona COVID-19, ancaman Tuberkulosis (TBC) juga patut diwaspadai. Berdasarkan data WHO Global Report Tahun 2018, diperkirakan ada 845.000 kasus TBC di Indonesia dan baru 67 persen yang ketahuan.
"Artinya adalah 540 ribu sekian yang kita temukan di Indonesia secara keseluruhan. Kemudian beban TB angka kematian cukup tinggi, artinya 13 orang (meninggal) per jam di Indonesia," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kemenkes RI, dr Wiendra Waworuntu, MKes, di siaran langsung BNPB melalui kanal YouTube, Selasa (7/7/2020).
Berbeda dengan COVID-19 yang disebabkan oleh virus, TBC dipicu oleh bakteri, yakni mycobacterium tuberculosis. Meski begitu, dua penyakit ini sama-sama ditularkan melalui droplet atau percikan yang keluar saat batuk maupun bersin.
Menurut dr Wiendra, gejala COVID-19 dan TBC memiliki beberapa perbedaan meski sama-sama menyebabkan batuk. Salah satunya adalah gejala pada TBC bisa berlangsung lebih dari 14 hari.
"Demam, batuk, pilek itu sama, tapi bedanya bahwa yang satu onsetnya akut, tetapi yang satunya kronik. Artinya (TBC) lebih lama dari 14 hari batuk pilek, tapi yang COVID tidak," jelasnya.
Berikut adalah perbedaan gejala COVID-19 dan TBC, meski sama-sama ditularkan melalui droplet:
Gejala COVID-19:
- Gejala yang ditimbulkan kurang dari 14 hari
- Demam lebih dari 38 derajat celcius.
- Batuk kering
- Sesak napas muncul setelah terjadinya gejala awal
- Nyeri sendi, nyeri kepala, pilek, gangguan penciuman dan pengecapan.
Gejala TBC:
- Gejala terjadi lebih dari 14 hari
- Demam kurang dari 38 derajat celcius
- Batuk berdahak dan bercak darah
- Sesak napas memberat secara bertahap
- Berat badan turun dan berkeringat di malam hari.
Masker yang Mirip Punya Istri KSAD Ternyata Harganya Rp 10-20 Jutaan
Masker transparan yang dipakai istri Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, Diah Erwiany Trisnamurti Hendrati Hendropriyono, menarik perhatian publik. Dari penampakannya, diyakini masker buatan Clean Space Technology seri Halo.
CEO Clean Space, Dr Alex Birrell, menjelaskan masker respirator ini memanfaatkan teknologi medis terbaru sehingga diklaim mampu menyaring 99,97 persen partikel dengan ukuran sampai 0,3 mikro. Masker ini juga dijelaskan hanya memiliki berat 350 gram dan nyaman dipakai.
"Masker ini sangat penting digunakan oleh para tim petugas kesehatan," kata Alex seperti dikutip dari Clean Space Technology, Selasa (7/7/2020).
Berapa harga masker ini?
Perusahaan penyuplai alat laboratorium dan bioteknologi Fisher Scientific menaruh harga SGD 2.133 atau setara sekitar Rp 22 juta untuk tiap unit masker dari Clean Space seri Halo. Sementara itu penyedia jasa pemasok alat medis protectivesupplies.com menaruh harga 599 pound sterling atau sekitar Rp 10 juta untuk unit yang sama.
Beberapa penyuplai memberi catatan bahwa produk masker ini habis atau banyak dipesan karena pandemi COVID-19 sehingga mungkin butuh waktu tunggu lebih lama bagi yang berminat memesan.
https://cinemamovie28.com/cast/yuriy-zavalnyouk/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar