Kamis, 09 Juli 2020

Tinggalkan Intel, Apple Bisa Ngirit Miliaran Dollar

 Keputusan Apple meninggalkan Intel sebagai penyuplai prosesor untuk perangkat Mac dinilai membuat mereka bisa mengirit pengeluaran mereka, mencapai miliaran dollar.
Pada ajang WWDC 2020 lalu, Apple mengeluarkan keputusan bahwa mereka tak lagi menggunakan prosesor Intel untuk perangkat Mac. Mereka akan mulai menggunakan chip berbasis ARM untuk perangkat Mac generasi selanjutnya.

Menurut analis di Trefis, keputusan ini bisa membuat Apple bisa mengirit USD 2,2 miliar. Angka ini didasarkan dari harga rata-rata prosesor Intel di pasaran dibandingkan dengan harga system on a chip (SoC) yang ada di iPhone, tentunya dengan sejumlah penyesuaian.

Menurut analisis ini, secara teoritis, Apple bisa mengirit sekitar USD 110 untuk setiap chipnya. Jika angka tersebut dikalikan dengan jumlah perangkat Mac yang dikapalkan oleh Apple, maka muncul angka USD 2,2 miliar setiap tahunnya.

Tentunya analisis ini didasarkan jika Apple menggunakan SoC yang sama dengan iPhone. Tentunya (atau seharusnya) Apple mendesain chip anyar yang disesuaikan dengan kebutuhan perangkat Mac, agar performanya bisa setara atau malah lebih kencang ketimbang prosesor x86/x64 buatan Intel.

Namun keuntungan peralihan dari chip Intel ke Apple Silicon (nama chip ARM untuk Mac) tak cuma dari segi biaya, melainkan juga menghilangkan ketergantungan Apple terhadap chip Intel, kaitannya tentu dengan performa chip tersebut dan juga integrasi yang lebih bagus antara hardware dan software, demikian dikutip detikINET dari Ubergizmo, Kamis (9/7/2020).

Di PES 2021, Tak Ada Nama Klub AC Milan dan Inter Milan

Bagi kalian tifosi AC Milan dan Inter Milan, maka bersiaplah kecewa. Sebab, di game Pro Evolution Soccer (PES) 2021, nama klub tersebut kemungkinan besar menggunakan nama palsu.
Hal itu tak terlepas dari kabar bahwa Konami, pengembang game PES, telah kehilangan lisensi dua klub raksasa Serie A itu. Sebagaimana dilansir dari Euro Gamer, Rabu (8/7/2020) Konami diharuskan untuk mencari nama lain untuk AC Milan dan Inter Milan untuk PES 2021.

"Untuk game sepakbola Konami lainnya, mohon tunggu pengumuman lebih lanjut untuk masing-masing judul," ujar Konami dalam pernyataannya.

"Ke depannya, kami akan terus memperkuat kemitraan yang ada dan membangun hubungan baru untuk memberikan pengalaman eFootball sebaik mungkin. Terima kasih sekali lagi atas dukungan dan pengertian Anda," ucap Konami menambahkan.

Padahal sebelumnya, Konami menjalin kerja sama eksklusif dengan mengantongi lisensi resmi Serie A. Kesepakatan itu mengartikan bahwa semua logo, piala, dan logo resmi dari semua klub di kasta tertinggi Liga Italia itu.

Rumor yang beredar menyebutkan, hilangnya lisensi Konami terhadap dua klub satu itu, karena EA Sports, pengembang game FIFA, telah menggaet keduanya agar tampil eksklusif di FIFA 2021.

EA Sports seakan balas dendam kepada Konami yang sebelumnya menggaet Juventus secara eksklusif di PES 2020, sehingga di game pesaingnya FIFA 20 tidak ditemukan nama klub Juventus, melainkan Piemonte Calcio.
https://indomovie28.net/a-mistress-of-father-2/

Rabu, 08 Juli 2020

Masker yang Mirip Punya Istri KSAD Ternyata Harganya Rp 10-20 Jutaan

 Masker transparan yang dipakai istri Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, Diah Erwiany Trisnamurti Hendrati Hendropriyono, menarik perhatian publik. Dari penampakannya, diyakini masker buatan Clean Space Technology seri Halo.
CEO Clean Space, Dr Alex Birrell, menjelaskan masker respirator ini memanfaatkan teknologi medis terbaru sehingga diklaim mampu menyaring 99,97 persen partikel dengan ukuran sampai 0,3 mikro. Masker ini juga dijelaskan hanya memiliki berat 350 gram dan nyaman dipakai.

"Masker ini sangat penting digunakan oleh para tim petugas kesehatan," kata Alex seperti dikutip dari Clean Space Technology, Selasa (7/7/2020).

Berapa harga masker ini?
Perusahaan penyuplai alat laboratorium dan bioteknologi Fisher Scientific menaruh harga SGD 2.133 atau setara sekitar Rp 22 juta untuk tiap unit masker dari Clean Space seri Halo. Sementara itu penyedia jasa pemasok alat medis protectivesupplies.com menaruh harga 599 pound sterling atau sekitar Rp 10 juta untuk unit yang sama.

Beberapa penyuplai memberi catatan bahwa produk masker ini habis atau banyak dipesan karena pandemi COVID-19 sehingga mungkin butuh waktu tunggu lebih lama bagi yang berminat memesan.

Studi Temukan Ganja Bisa Cegah Peradangan Paru Parah pada Pasien Corona

 Ganja disebut dapat mencegah komplikasi parah di paru akibat infeksi virus Corona. Para peneliti telah menemukan bahwa salah satu komponen ganja dapat membantu mencegah gangguan paru yang berpotensi mematikan terkait dengan virus Corona, influenza, dan infeksi lainnya.
Studi baru, yang diterbitkan dalam Frontiers In Pharmacology, menunjukkan efek positif dari Tetrahydrocannabinol (THC). Komponen ini, dalam pemeriksaan laboratorium, melindungi paru dengan mengurangi peradangan yang disebabkan oleh infeksi.

Dikutip dari Medical Daily, para ahli menguji efek ganja pada sindrom gangguan pernapasan akut (ARDA) yang mempengaruhi lebih dari 3 juta orang di seluruh dunia setiap tahun. Sindrom ini dapat menyebabkan peradangan sehingga menimbulkan sesak napas, kulit kebiruan, bahkan kematian.

Pandemi COVID-19 diperkirakan akan meningkatkan jumlah orang yang menderita ARDS. Komplikasi juga datang dengan peningkatan signifikan dalam sinyal di paru-paru yang disebut badai sitokin.

Pada orang dengan COVID-19 dan penyakit pernapasan lainnya, sitokin bisa menjadi proinflamasi. Hal tersebut bisa menempatkan pasien pada risiko tinggi hiperinflamasi dan kemungkinan kematian.

Untuk melihat apakah ganja dapat membantu mencegah masalah tersebut, para peneliti fokus pada efek anti-inflamasi dari THC. Tim menyediakan obat yang terkandung THC pada hewan uji coba dengan ARDS untuk melihat efeknya pada peradangan di paru.

Hasil menunjukkan bahwa 100 persen kasus atau semua subjek hewan mampu menghindari gejala mematikan setelah diberi THC. Obat itu membantu mencegah kerusakan parah pada paru-paru dengan memblokir sitokin proinflamasi dan memperlambat peradangan apa pun.

ARDS telah menjadi masalah serius di seluruh dunia. Studi ini diharapkan dapat menjadi salah satu acuan di masa depan dalam memanfaatkan ganja untuk membantu mengelola penyakit paru-paru atau infeksi.

Namun, penting untuk mengetahui bahwa temuan awal berasal dari tes dengan tikus. Diperlukan lebih banyak penelitian untuk lebih memahami bagaimana THC bekerja melawan penyakit pernapasan dan apakah itu akan memberikan manfaat yang sama kepada pasien manusia.
https://cinemamovie28.com/cast/kim-kang-hyun/