Kamis, 09 Juli 2020

Di PES 2021, Tak Ada Nama Klub AC Milan dan Inter Milan

Bagi kalian tifosi AC Milan dan Inter Milan, maka bersiaplah kecewa. Sebab, di game Pro Evolution Soccer (PES) 2021, nama klub tersebut kemungkinan besar menggunakan nama palsu.
Hal itu tak terlepas dari kabar bahwa Konami, pengembang game PES, telah kehilangan lisensi dua klub raksasa Serie A itu. Sebagaimana dilansir dari Euro Gamer, Rabu (8/7/2020) Konami diharuskan untuk mencari nama lain untuk AC Milan dan Inter Milan untuk PES 2021.

"Untuk game sepakbola Konami lainnya, mohon tunggu pengumuman lebih lanjut untuk masing-masing judul," ujar Konami dalam pernyataannya.

"Ke depannya, kami akan terus memperkuat kemitraan yang ada dan membangun hubungan baru untuk memberikan pengalaman eFootball sebaik mungkin. Terima kasih sekali lagi atas dukungan dan pengertian Anda," ucap Konami menambahkan.

Padahal sebelumnya, Konami menjalin kerja sama eksklusif dengan mengantongi lisensi resmi Serie A. Kesepakatan itu mengartikan bahwa semua logo, piala, dan logo resmi dari semua klub di kasta tertinggi Liga Italia itu.

Rumor yang beredar menyebutkan, hilangnya lisensi Konami terhadap dua klub satu itu, karena EA Sports, pengembang game FIFA, telah menggaet keduanya agar tampil eksklusif di FIFA 2021.

EA Sports seakan balas dendam kepada Konami yang sebelumnya menggaet Juventus secara eksklusif di PES 2020, sehingga di game pesaingnya FIFA 20 tidak ditemukan nama klub Juventus, melainkan Piemonte Calcio.

Redmi Note 9 Pro, Baterai Hemat Mabar Makin Lancar

Pandemi virus Corona tidak menghentikan vendor ponsel untuk meluncurkan produk baru. Seperti Xiaomi resmi meluncurkan Redmi Note 9 Pro di Indonesia pada awal bulan lalu.
Dibanderol dengan harga Rp 3 jutaan, Redmi Note 9 Pro menyasar segmen kelas menengah, terutama untuk anak muda yang hobi main game. Chipset yang digunakan memang dikhususkan untuk meningkatkan experience saat main game yaitu Snapdragon 720G.

detikINET berkesempatan menjajal Redmi Note 9 Pro selama kurang lebih sebulan. Seperti apa performanya, terutama untuk main game? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

1. Bodi Plastik yang Elegan
Redmi Note 9 Pro hadir dalam tiga pilihan warna, dan varian yang dijajal detikINET adalah Interstellar Grey. Walau disebut abu-abu, nyatanya ponsel ini terlihat sedikit kebiruan.

Tidak seperti pendahulunya, Xiaomi memutuskan untuk menanggalkan desain warna gradasi di Redmi Note 9 Pro. Perpaduan warna abu-abu yang solid dan permukaan yang mengkilat membuat ponsel ini terlihat sangat elegan.

Tapi bodinya yang mengkilat juga menjadi magnet untuk sidik jari. Untuk melindungi bodi ponsel dari benturan dan goresan, Xiaomi melapisi bagian belakang ponsel ini dengan Gorilla Glass 5 dan menyediakan case silikon berwarna hitam yang sayangnya justru menyembunyikan warna kece Redmi Note 9 Pro.

Redmi Note 9 Pro memiliki dimensi 165,8 x 76,7 x 8,8 mm dengan bobot 209 gram. Ketika digenggam bodinya memang terasa agak sedikit lebar tapi masih nyaman ketika menggunakan ponsel dengan satu tangan.

Lis yang membingkai keempat sudut ponsel terbuat dari plastik dengan finish matte. Walau terlihat tidak sesuai dengan bagian belakang yang mengkilap, plastik matte ini membuat ponsel bisa digenggam dengan lebih nyaman.

Redmi Note 9 Pro tidak memiliki sertifikasi IP untuk perlindungan dari air dan debu. Tapi ponsel ini memiliki lapisan P2i yang setidaknya bisa melindungi ponsel dari percikan air hujan.

Empat kamera belakangnya ditempatkan dalam modul kotak yang sedikit menonjol, sehingga membuat ponsel tidak bisa berbaring dengan rata ketika ditaruh di atas permukaan datar seperti meja. Tapi masalah ini bisa diatasi dengan bantuan case.

Tombol power dan volume Redmi Note 9 Pro ditempatkan di sisi kanan. Tombol power ini juga berfungsi sebagai sensor sidik jari yang lebih mudah dicapai dibanding sensor sidik jari di bagian belakang.
https://indomovie28.net/spectral/

Tinggalkan Intel, Apple Bisa Ngirit Miliaran Dollar

 Keputusan Apple meninggalkan Intel sebagai penyuplai prosesor untuk perangkat Mac dinilai membuat mereka bisa mengirit pengeluaran mereka, mencapai miliaran dollar.
Pada ajang WWDC 2020 lalu, Apple mengeluarkan keputusan bahwa mereka tak lagi menggunakan prosesor Intel untuk perangkat Mac. Mereka akan mulai menggunakan chip berbasis ARM untuk perangkat Mac generasi selanjutnya.

Menurut analis di Trefis, keputusan ini bisa membuat Apple bisa mengirit USD 2,2 miliar. Angka ini didasarkan dari harga rata-rata prosesor Intel di pasaran dibandingkan dengan harga system on a chip (SoC) yang ada di iPhone, tentunya dengan sejumlah penyesuaian.

Menurut analisis ini, secara teoritis, Apple bisa mengirit sekitar USD 110 untuk setiap chipnya. Jika angka tersebut dikalikan dengan jumlah perangkat Mac yang dikapalkan oleh Apple, maka muncul angka USD 2,2 miliar setiap tahunnya.

Tentunya analisis ini didasarkan jika Apple menggunakan SoC yang sama dengan iPhone. Tentunya (atau seharusnya) Apple mendesain chip anyar yang disesuaikan dengan kebutuhan perangkat Mac, agar performanya bisa setara atau malah lebih kencang ketimbang prosesor x86/x64 buatan Intel.

Namun keuntungan peralihan dari chip Intel ke Apple Silicon (nama chip ARM untuk Mac) tak cuma dari segi biaya, melainkan juga menghilangkan ketergantungan Apple terhadap chip Intel, kaitannya tentu dengan performa chip tersebut dan juga integrasi yang lebih bagus antara hardware dan software, demikian dikutip detikINET dari Ubergizmo, Kamis (9/7/2020).

Di PES 2021, Tak Ada Nama Klub AC Milan dan Inter Milan

Bagi kalian tifosi AC Milan dan Inter Milan, maka bersiaplah kecewa. Sebab, di game Pro Evolution Soccer (PES) 2021, nama klub tersebut kemungkinan besar menggunakan nama palsu.
Hal itu tak terlepas dari kabar bahwa Konami, pengembang game PES, telah kehilangan lisensi dua klub raksasa Serie A itu. Sebagaimana dilansir dari Euro Gamer, Rabu (8/7/2020) Konami diharuskan untuk mencari nama lain untuk AC Milan dan Inter Milan untuk PES 2021.

"Untuk game sepakbola Konami lainnya, mohon tunggu pengumuman lebih lanjut untuk masing-masing judul," ujar Konami dalam pernyataannya.

"Ke depannya, kami akan terus memperkuat kemitraan yang ada dan membangun hubungan baru untuk memberikan pengalaman eFootball sebaik mungkin. Terima kasih sekali lagi atas dukungan dan pengertian Anda," ucap Konami menambahkan.

Padahal sebelumnya, Konami menjalin kerja sama eksklusif dengan mengantongi lisensi resmi Serie A. Kesepakatan itu mengartikan bahwa semua logo, piala, dan logo resmi dari semua klub di kasta tertinggi Liga Italia itu.

Rumor yang beredar menyebutkan, hilangnya lisensi Konami terhadap dua klub satu itu, karena EA Sports, pengembang game FIFA, telah menggaet keduanya agar tampil eksklusif di FIFA 2021.

EA Sports seakan balas dendam kepada Konami yang sebelumnya menggaet Juventus secara eksklusif di PES 2020, sehingga di game pesaingnya FIFA 20 tidak ditemukan nama klub Juventus, melainkan Piemonte Calcio.
https://indomovie28.net/a-mistress-of-father-2/